Internasional

Turki Angkat Kepala Staf Angkatan Darat Sementara

Saturday, 16 Juli 2016 | View : 492

ANKARA-SBN.

Turki sejak Jumat (15/7/2016) malam setempat kembali diguncang aksi percobaan penggulingan kekuasaan yang sah oleh sebuah faksi di tubuh angkatan bersenjata setempat, yang diawali dengan penutupan dua jembatan penting di Istanbul, Turki.

Kemudian pengepungan dan pendudukan sejumlah fasilitas penting negara juga berusaha dilakukan oleh para pekudeta, dalam aksi yang juga menimbulkan baku tembak serta serangan bom terhadap gedung parlemen di Ibu Kota Ankara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang tengah berlibur segera kembali ke Istanbul, menyerukan masyarakat turun ke jalan menolak kudeta serta bertolak kembali ke Ibu Kota, sebelum belakangan Perdana Menteri Binali Yildirim mengklaim keadaan sudah bisa dikendalikan dan menyebut kelompok pro Fethullah Gulen, seorang ulama Turki yang menetap di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), sebagai dalang di balik percobaan kudeta tersebut.

Sebuah kelompok berbasis di Amerika Serikat (AS) yang memiliki kedekatan dengan ulama Turki Fethullah Gulen menyangkal keterlibatan dalam percobaan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang terjadi pada Jumat (15/7/2016) petang hingga Sabtu (16/7/2016) dini hari waktu Turki.

"Kami mengutuk bentuk intervensi apapun dari tentara terhadap politik domestik Turki," kata kelompok Alliance for Shared Values dalam pernyataan resmi mereka.

"Komentar dari lingkaran pro-Erdogan tentang pergerakan tersebut sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan," demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Menteri Peradilan Turki Bekir Bozdag mengatakan bahwa kelompok pro Gulen, ulama yang kini menetap di negara bagian Pennsylvania, AS, terlibat dalam percobaan kudeta tersebut, demikian Reuters.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Sabtu (16/7/2016) mengumumkan pemerintah mengangkat pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat setelah percobaan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Jenderal Umit Dundar yang selama ini menjabat komandan Angkatan Darat Pertama, ditunjuk sebagai pejabat sementara Kasad Turki, ungkap PM Binali Yildirim.

Pasukan keamanan Turki pada Sabtu (16/7/2016) berhasil menyelamatkan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Hulusi Akar dan membawanya ke tempat yang aman dalam sebuah operasi di Ankara, pasca-percobaan kudeta, demikian laporan jaringan televisi CNN di Turki.

Jenderal Hulusi Akar diselamatkan setelah sebuah operasi diluncurkan di pangkalan udara Akinci, di Barat Laut Ibu Kota. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa dia disandera di awal percobaan kudeta pada Jumat (15/7/2016) waktu setempat.

Sementara itu, puluhan personel angkatan bersenjata Turki diringkus di seluruh negeri setelah terlibat dalam percobaan kudeta yang menurut pemerintah didalangi para pendukung ulama Fethullah Gulen yang berbasis di Amerika Serikat (AS), menurut lansiran kantor berita pemerintah Turki, Anadolu.

Sebanyak 754 personel angkatan bersenjata Turki ditangkap atas keterlibatan dalam kudeta itu. Seorang pejabat pro-pemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa 29 Kolonel dan lima Jenderal dicopot dari jabatannya.

Sedikit-dikitnya 60 orang tewas dalam pergolakan tersebut, demikian AFP.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti keberadaan Panglima Militer Jenderal Hulusi Akar, yang dalam beberapa laporan pemberitaan disebutkan termasuk salah satu tokoh yang disandera oleh para pekudeta di Ibu Kota Ankara.

Penyanderaan tersebut menjadi bagian dari serangkaian aksi terkoordinasi percobaan kudeta oleh faksi di tubuh angkatan bersenjata Turki, yang diawali dengan pendudukan terhadap dua jembatan penting di Istanbul yakni Jembatan Bosphorus dan Jembatan Fatin Sultan Mehmet pada Jumat (15/7/2016).

Belakangan tentara pemerintah berhasil mengambil alih Jembatan Bosphorus dari para pekudeta.

Para tentara, mengenakan pakaian loreng, berjalan keluar dari balik tank sambil mengangkat tangan di atas kepala mereka, seperti ditunjukkan stasiun TV NTV.

Kantor berita Anadolu melansir sedikitnya 50 tentara terlibat percobaan kudeta diringkus, demikian AFP.

Banyak prajurit militer terlihat pada Sabtu (16/7/2016) pagi di Ibu Kota Turki, Ankara, dan kota berpenduduk paling padat di Turki, Istanbul, setelah upaya kudeta militer di negeri itu, kata wartawan Xinhua.

Di Ankara, reporter Xinhua melihat pesawat tempur seperti F-16 dan helikopter militer terbang di udara dan terdengar suara tembakan serta pemboman yang diduga dilakukan oleh pesawat tempur.

Stasiun televisi Turki, NTV, pada Sabtu (16/7/2016) pagi melaporkan bahwa satu helikopter Sikorsky milik pemberontak ditembak jatuh oleh pesawat tempur F-16.

Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim mengatakan kepada media bahwa militer Turki akan menembak jatuh semua pesawat yang terbang di wilayah udara Ankara, demikian laporan Xinhua, Sabtu (16/7/2016) siang.

Beberapa laporan, dengan mengutip Kantor Jaksa Kejaksanaan, mengatakan 42 orang tewas di Ibu Kota Turki, Ankara, selama upaya kudeta militer tersebut.

Sekitar pukul 01.00 waktu setempat, Sabtu (16/7/2016) atau pukul 05.00 WIB, beberapa tank militer melewati persimpangan di dekat Gedung Parlemen Turki dan Markas Kepala Staf. Warga sipil yang emosional terlihat melemparkan batu ke tank tersebut.

Akibat blokade yang disebabkan oleh warga sipil, tank itu dipaksa mengubah jalur dan terus melanjutkan perjalanan, dengan melindas beberapa kendaraan dan tiang telepon di pinggir jalan.

Menurut reporter Xinhua, Gedung Parlemen tersebut dibom oleh pasukan anti-pemerintah pada Sabtu (16/7/2016) pagi, sehingga melukai puluhan orang.

Sampai pukul 03.00 waktu setempat atau pukul 07.00 WIB, suara tembakan kadangkala terdengar di dekat Biro Xinhua di Ankara, sementara tak banyak orang di jalan.

Sementara itu, tiga pesawat tempur terlihat terbang di Daerah Taksim di Istanbul Tengah dan suara ledakan keras terdengar.

Percobaan kudeta tersebut bukan kali pertama terjadi di Turki, setidaknya dalam 50 tahun terakhir tak kurang dari enam kali percobaan kudeta oleh tentara terjadi di Turki sebagaimana dilaporkan Reuters berikut.

1960

Pada 2 Mei berlangsung percobaan kudeta yang nyaris tanpa pertumpahan darah, dipimpin oleh sejumlah prajurit serta kadet dari akademi angkatan bersenjata di Istanbul dan Ankara.

Sehari setelahnya, pejabat Panglima Angkatan Darat Jenderal Cemal Gursel menuntut reformasi politik serta mengancam bakal mundur jika tuntutannya tak dipenuhi.

Para pemimpin membentuk Komite Persatuan Nasional beranggotakan 38 orang dengan Jenderal Cemal Gursel diberi jabatan ketua. Sebanyak 601 orang pemerintahan lama diproses hukum oleh junta militer, 464 di antaranya divonis bersalah. Tiga mantan Menteri termasuk Perdana Menteri Adnan Menderes dieksekusi mati oleh junta militer sementara 12 lainnya, termasuk Presiden Celal Bayar, vonisnya dikurangi dari hukuman mati menjadi penjara seumur hidup.

1971

Angkatan bersenjata mengirimkan sebuah peringatan kepada pemerintah untuk mengembalikan kekuasaan berlangsungnya kericuhan dan kekerasan jalanan antara sayap kiri dengan kubu nasionalis selama berbulan-bulan.

Beberapa bulan kemudian PM Suleyman Demirel (PM pertama terpilih lewat pemilihan demokratis selepas kudeta 1960) mengundurkan diri dan sebuah koalisi antara politisi konservatif dengan teknokrat dibentuk untuk masa pemulihan dengan pengawasan dari angkatan bersenjata.

Status darurat militer diberlakukan di beberapa provinsi dan belum semuanya disudahi hingga September 1973.

1980

Pada 12 September 1980 petinggi angkatan bersenjata yang dipimpin Jenderal Kenan Evren melangsungkan percobaan kudeta, menyusul kembali merebaknya kericuhan terbuka antara sayap kiri dengan kubu nasionalis.

Sejumlah politisi kesohor ditangkap, sementara parlemen, beberapa partai politik hingga serikat pekerja dibubarkan.

Dewan Keamanan Nasional beranggotakan lima orang mengambil alih kendali kekuasaan, mencabut konstitusi dan menerapkan konstitusi pengganti yang memberikan kewenangan hampir tak terbatas bagi petinggi angkatan bersenjata.

1997

Pada 18 Juni 1997 PM Necmettin Erbakan yang disebut oposan sebagai ancaman terhadap keberlangsungan paham sekuler di Turki mengundurkan diri dari jabatannya di bawah tekanan angkatan bersenajata, kalangan pebisnis, penegak hukum serta sesama politisi.

Pihak-pihak tersebut mengambil langkah bersama didasarkan semangat menjaga keberlangsungan negara sekuler yang diusung Mustafa Kemal Ataturk.

2007

Jaringan bawah tanah Ergenekon muncul pertama kali ke permukaan saat serpihan bahan peledak ditemukan dalam serangan di Istanbul. Belakangan ratusan orang diproses atas tuduhan percobaan kudeta terhadap PM Recep Tayyip Erdogan, 275 orang dari berbagai latar belakang termasuk pegawai, wartawan dan pengacara ditemukan bersalah.

Seluruh vonis tersebut dibatalkan setelah pengadilan banding memutuskan tidak pernah ada bukti keberadaan jaringan Ergenekon.

Recep Tayyip Erdogan yang pada 2014 naik jabatan menjadi Presiden Turki cenderung mendukung putusan pengadilan banding tersebut, namun belakangan menyalahkan polisi serta Jaksa yang terkait dengan kelompok pro Fethullah Gulen, seorang ulama Turki yang mengasingkan diri ke negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), yang dianggap telah membuat-buat teori konspirasi Ergenekon tersebut. Fethullah Gulen menyangkal tuduhan tersebut.

2010

Sebuah surat kabar mengungkap rencana kudeta, yang diberi kode Sledgehammer atau godam, yang direncanakan pada 2003 dengan sasaran menimbulkan kekacauan sosial demi menggulingkan kekuasaan Partai AK, partai Recep Tayyip Erdogan yang berbasis Islam.

Pada 2012, persidangan memenjarakan 300 dari 365 tertuduh. Dua tahun berselang hampir seluruh tahanan tersebut dibebaskan setelah Mahkamah Konstitusi Turki memutuskan terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap mereka.

Lagi-lagi Fethullah Gulen dan para pengikutnya dipersalahkan atas kasus tersebut, yang juga kembali mereka jawab dengan sangkalan keterlibatan.

Turki juga telah menutup tiga pos penyeberangan perbatasan dengan Bulgaria, kata Kementerian Luar Negeri Bulgaria yang kembali menyampaikan seruan kepada rakyat Bulgaria agar menghindari perjalanan ke negara tetangga di sebelah selatan Bulgaria tersebut.

Tempat penyeberangan perbatasan dari Bulgaria tetap dibuka, kata Kementerian itu di dalam satu pernyataan.

Pemerintah Bulgaria menyatakan telah meningkatkan patroli di perbatasan Bulgaria-Turki, setelah keadaan berkembang di negara tetangganya tersebut. (afp/reuters/ntv/cnn/xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.528 Since: 05.03.13 | 0.1671 sec