Internasional

Kudeta Militer Di Turki Gagal

Saturday, 16 Juli 2016 | View : 446

ANKARA-SBN.

Sekelompok orang dari kalangan militer berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahan Turki, namun berhasil digagalkan.

Komandan pasukan khusus militer Turki, Gen Zekai Aksakalli menegaskan upaya kudeta yang dilakukan sekelompok militer di negara tersebut telah gagal.

Hal itu disampaikannya lewat saluran telepon kepada stasiun televisi NTV. "Mereka yang berusaha melakukan kudeta telah gagal. Rakyat tahu kami mampu mengatasi masalah ini dan kami telah mengendalikasi situasi di sini," katanya.

Gen Zekai Aksakalli menyebutkan dalam upaya kudeta tersebut, ada beberapa orang yang meninggal dan menderita luka-luka. Namun, dia tidak memerinci jumlah dan identitas korban.

Militer Turki mengklaim telah mengambil alih pemerintahan dan memberlakukan darurat militer. Hal itu disampaikan melalui pengumuman di stasiun penyiaran setempat,TRT, Jumat (15/7/2016) malam waktu setempat.

Pernyataan yang mengatasnamakan "Dewan Perdamaian Bangsa" menyebutkan pemerintahan yang dipimpin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah kehilangan legitimasi dan dipaksa mundur.

Jenderal Umit Guler mengatakan bahwa angkatan bersenjata tidak mendukung kudeta dan kudeta ini dilakukan oleh kelompok minoritas dalam tubuh tentara.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan melalui aplikasi FaceTime di iPhone, meminta rakyat Turki untuk turun ke jalan dan memprotes upaya kudeta. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan rakyat untuk turun ke jalan dan menghadapi milliter yang disebutnya  telah melakukan kudeta.

"Saya akan akan datang ke alun-alun Ankara...(kudeta) ini dilakukan di luar komando militer," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam wawancara dengan CNN.

Ajakan Presiden Recep Tayyip Erdogan disambut oleh para pendukungnya.

"Tidak ada kekuatan yang lebih tinggi daripada kekuatan rakyat," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyalahkan lawan politiknya yang berusaha melakukan pengkhianatan terhadap negara.

"Sekelompok kecil pasukan angkatan bersenjata telah gagal dalam upaya memecah persatuan Turki. Apa yang terjadi saat ini adalah pemberontakan dan pengkhianatan. Mereka akan mendapat hukuman berat," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, di bandara Ataturk, Sabtu (16/7/2016) dini hari lewat stasiun NTV.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menyalahkan Fethullah Gulen dan pendukungnya sebagai provokator kudeta. Fethullah Gulen adalah ulama muslim yang hidup dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Fethyllah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan dulunya saling bersekutu. Namun, hubungan mereka putus pada tahun 2013 karena Fethullah Gullen menuduh Recep Tayyip Erdogan dan lingkarannya melakukan korupsi.

Selama bertahun-tahun, Fethullah Gulen membangun pengaruhnya di lembaga hukum dan polisi. Receo Tayyip Erdogan kemudian menyingkirkan orang-orang Fethullah Gulen tersebut. Dia juga menyebut Fethullah Gulen sebagai kepala kelompok teror. Upaya mengekstradisi Fethullah Gulen hingga saat ini belum berhasil. Organisasi terkait Fethullah Gulen, Aliansi Nilai Bersama, membantah keterlibatan Fethullah Gulen dalam upaya kudeta Turki.

Sejak tahun 1923, Turki telah mengalami upaya kudeta milite tahun 1960, 1971, 1980, dan 1997. Dalam beberapa tahun terakhir, sentimen mengembalikan militer ke barak (mengecualikan militer dari politik) mendapat dukungan yang kuat.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yildirim mengakui ada sekelompok militer yang berupaya melakukan kudeta. Namun, menurutnya, upaya tersebut tak akan berhasil.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan situasi di Turki telah berada di bawah kendali pemerintah, setelah sekelompok militer berupaya melakukan kudeta, Jumat (15/7/2016) waktu setempat. 

Dia menuding upaya kudeta tersebut dilakukan oleh para pengikut ulama Muslim yang bermukim di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen. 

Namun, hal tersebut dibantah pendukung Fethullah Gulen dalam wawancara dengan Reuters dengan menyebutkan,"Kami mengutuk setiap intervensi militer dalam politik dalam negeri Turki."

Laporan wartawan CNN menyebutkan sekitar 200 sampai 300 warga Turki berkumpul di alun-alun Taksim di Istanbul dengan membawa bendera Turki. Aparat polisi berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Sejumlah kendaraan militer terlihat di sekitar lokasi.

Upaya kudeta berawal pada pukul 10.00 malam hari Jumat saat sekelompok militer memblokir jembatan yang melintasi Bosporus dan menghubungkan bagian Eropa dan Asia dari Turki.

Lalu, terjadi tembak menembak di alun-alun Taksim Square namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dari insiden di daerah itu. Pada pukul 2 pagi, sejumlah besar massa berkumpul di bandara Ataturk sementara kelompok kudeta mundur teratur.

Dalam upaya kudeta tersebut dilaporkan sedikitnya dua warga sipil meninggal dunia. Selain itu juga beredar kabar bahwa 17 polisi tewas.

Kantor Berita Negara Anadolu mengatakan 22 polisi tewas dibunuh pelaku kudeta di luar Ankara. CNN Turki melaporkan 12 orang warga sipil tewas dalam sebuah ledakan di luar gedung Parlemen.

Laporan yang dikutip dari beberapa sumber menyebutkan upaya kudeta melibatkan sedikitnya 104 tentara di bawah pimpinan Kolonel Muharrem Kose. Upaya mengatasi kudeta dilakukan, antara lain dengan menembak jatuh sebuah helikopter militer yang digunakan militer yang membelot. 

Informasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ankara menyebutkkan telah terdengar suara tembakan dan ledakan di Ankara. Kedubes AS meminta warganya untuk tetap tinggal di rumah. Pihak Kedubes AS juga menyebutkan komunikasi melalui media sosial setempat telah diblokir. (cnn/reuters/newyorktimes/ntv)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.023 Since: 05.03.13 | 0.1573 sec