Internasional

Pengemudi Truk Seruduk Kerumunan Di Nice Ditembak Mati

Friday, 15 Juli 2016 | View : 460
Tags : Nice, Paris, Prancis

NICE-SBN.

Satu orang yang diidentifikasi sebagai pengemudi truk yang menyeruduk kerumunan di Nice, Prancis, telah ditembak mati oleh polisi, kata seorang pejabat setempat.

Stasiun TV Prancis BFM dan koran lokal Nice-Matin melaporkan bahwa pengemudi truk dalam teror Nice berusia 31 tahun dengan dua kebangsaan Prancis-Tunisia.

Dikutip dari The Guardian, kartu ID pengemudi ditemukan dalam truk. Pengemudi dilaporkan merupakan warga Nice.

Namun, laporan ini belum dikonfirmasi oleh otoritas setempat.

Korban tewas truk di Nice mencapai 80 orang, menurut petugas berwenang seperti dikutip dari Reuters.

Tim penyelidik dari Departemen anti-teror Prancis sedang mengidentifikasi pengemudi truk yang oleh pemerintah lokal disebut menembakkan senjata sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Polisi juga menemukan senjata dan granat di truk seberat 25 ton tersebut.

Sejauh ini, peristiwa tersebut terlihat sebagai serangan tunggal.

Koran Nice-Matin menyebutkan sumber anonim yang mengatakan pengemudi berasal dari Tunisia dan berusia 31 tahun.

Truk tersebut berjalan ratusan meter di area pantai Promenade des Anglais, menabrak penonton yang sedang menyaksikan pertunjukan kembang api, mendengarkan orkestra maupun berjalan-jalan di pantai di depan hotel tua Negresco.

Franck Sidoli, orang yang ditemui di lokasi, mengatakan ia melihat orang-orang jatuh.

“Lalu truk berhenti, kami cuma lima meter dari situ. Ada seorang perempuan yang kehilangan anak laki-lakinya. Anaknya di bawah, berdarah,” kata Franck Sidoli yang masih terkejut.

Setidaknya 77 orang tewas, dan puluhan lainnya terluka, beberapa dari mereka mengalami luka parah, kata pejabat setempat Jumat (15/1/2016) pagi.

Presiden Prancis, François Hollande dan Perdana Menteri Manuel Valls mengadakan pertemuan darurat di Kementerian Dalam Negeri, Paris untuk membahas situasi tersebut. Presiden Prancis Francois Hollande, yang berada di Avignon, kembali ke Paris tempat ia secara langsung akan pergi ke unit krisis di Kementerian Dalam Negeri, kata Elysee.

Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazenueve segera menuju Nice. Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dijadwalkan tiba di Nice dalam beberapa jam, kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Pierre-Henry Brandet. Ia menambahkan, tak ada peristiwa penyanderaan.

Prancis sudah pulih dari serangkaian serangan teroris sejak awal tahun lalu, termasuk serangan di sekitar Paris pada Januari dan November yang menewaskan 147 orang.

Pada Kamis (14/1/2016) pukul 22:30 malam waktu setempat, sebuah truk yang melaju kencang menewaskan puluhan orang yang berkumpul untuk menonton kembang api pada perayaan Hari Nasional Prancis 14 Juli 2016.

Seorang saksi mengatakan bahwa ketika menabrak kerumunan, truk itu menggilas semua orang.

"Truk tersebut dipenuhi senjata dan granat," kata Wakil Wali Kota Nice kepada televisi Prancis dilansir New York Times.

Sedikitnya 73 orang tewas dan banyak orang lagi cedera saat truk menyeruduk kerumunan orang di Nice, Prancis Selatan, demikian laporan saluran televisi lokal pada Jumat (15/1/2016) pagi waktu setempat, dengan mengutip Jaksa di Nice.

Pada tahap ini, "kami tak bisa menggambarkan kondisi ini sebagai serangan, tapi banyak unsur menyatakan begitu," kata BFMTV dengan mengutip Jean-Michel Pretre.

Pada pukul 22.30 Kamis (14/1/2016) waktu setempat, satu truk yang dikemudikan dengan kecepatan tinggi menyeruduk kerumunan orang yang berkumpul untuk menyaksikan kembang api untuk memperingati 14 Juli Hari Nasional Prancis, tulis Christian Estrosi, Presiden Wilayah Provence-Alpes-Cote dAzur, di akun Twitternya.

Christian Estrosi menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "drama terburuk dalam sejarah Nice", demikian laporan Xinhua, Jumat (15/1/2016) pagi. BFMTV mengatakan truk itu "melakukan perjalanan sejauh dua kilometer dan menabrak kerumunan orang".

Pengemudi truk itu, yang sebelumnya digambarkan oleh Prefektur Alpes-Maritimes sebagai "serangan", dilumpuhkan dan penyelidikan dilancarkan untuk memastikan apakah ia bertindak sendirian, kata Kementerian Dalam Negeri.

Saksi-saksi mata menceritakan serangan di Nice, Prancis, ketika truk besar menggilas dan menembaki kerumunan warga yang tengah merayakan Hari Nasional Prancis, Bastille Day hingga merenggut 80 korban jiwa, Kamis (14/7/2016) malam waktu setempat.

Berikut adalah sejumlah gambaran mencekam saat terjadi serangan yang disampaikan para saksi mata, seperti dilansir CNN:

Banyak tubuh berserakan di jalan.

Dominique Molina dan suaminya Tony melihat kondisi tersebut dari balkon hotel mereka, yang menghadap jalan di tepi pantai dimana serangan itu terjadi. Menurutnya butuh beberapa detik untuk menyadari truk tersebut, yang dia lihat mengarah ke jalan dengan kecepatan sekitar 25 mil/jam (40,23 km/jam) menggilas orang-orang di kerumunan.

"Saya meraih anak saya, dan saya langsung melindunginya dan melindunginya dari pemandangan itu," katanya kepada Anderson Cooper dari  CNN.

"Dia benar-benar terguncang," katanya. "Itu pemandangan yang seharusnya tidak pantas dilihat"

Dominique Molina menambahkan, ia mendengar suara seperti benturan saat truk menembus kerumunan. Setelah terdengar suara tembakan, ia mendengar suara jeritan orang-orang dan mulai melihat lautan manusia yang panik di antara badan-badan yang sudah tergeletak.

"Dalam beberapa saat setelah tembakan, suasana sangat sepi dan kemudian mulai terdengar suara ratapan, jeritan, dan tangisan," katanya kepada Anderson Cooper.

Suaminya Tony mengatakan mereka melihat setidaknya 10 mayat, berserakan di jalan.

"Badan-badan itu seperti sedang duduk. Itu menyedihkan karena ada keluarga yang menangis di samping badan-badan itu," katanya.

Video yang diambil oleh Dominique Molina dan telah diunggah ke Twitter setelah serangan itu.

“Kami harus berlari agar tetap hidup”.

Paul Delane baru saja selesai menonton kembang api untuk perayaan Hari Bastille ketika ribuan orang mulai berlari ke arahnya.

“Pasangan saya mengambil tangan saya dan kami mulai berjalan dengan semua orang dan jujur di kepala saya, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dan musik itu sangat keras," tuturnya.

Meskipun ia tidak melihat truk, Paul Delane memang melihat "orang-orang berlarian dan menjerit dan menangis dan orang-orang yang membopong anak-anak mereka, dan itu sangat menakutkan."

"Kami semua hanya tahu bahwa kami harus berlari untuk nyawa kami," katanya kepada CNN.

Berlindung di restoran terdekat.

"Kami sedang makan dan kerumunan orang berlari ke kami dan kami tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Maryam Violet.

"Saya berjalan ke depan dan melihat banyak orang di sekitar keluarga mereka, banyak mayat tunggal tanpa seorang pun di sekitar mereka," kata Maryam Violet.

"Anda bisa melihat puing-puing sepanjang jalan, tubuh, sepeda, lampu jalan dan puing-puing di mana-mana," katanya kepada CNN.

Kembang api, tembakan, dan jeritan.

Zeynep Akar juga menyaksikan dari balkon di rumahnya saat adegan mengerikan membuka. Dia sedang melangkah ke luar untuk menonton kembang api.

"Saya tiba-tiba mendengar kekacuan dan orang-orang berteriak," kata Zeynep Akar kepada Wolf Blitzer dari CNN. "Ada begitu banyak orang tergeletak di jalan."

Ketika ia mendengar suara tembakan, dia berlari ke dalam rumahnya dan mematikan lampu.

Brenden Phillips, seorang mahasiswa Georgia Tech sedang berkunjung ke Nice untuk perayaan akhir pekan Bastille Day.

Lima sampai sepuluh menit setelah kembang api berakhir, mobil polisi bergegas melewatinya dan banyak orang-orang berlari ke arahnya.

Seorang petugas mengarahkan orang, berulang kali berteriak "Pergi cepat! Pergilah ke sana!" kata Brenden Phillips.

Truk mengebut saat menembus kerumunan.

Seorang saksi mata asal Amerika Serikat (AS) mengatakan ia berdiri sekitar 15 kaki dari lokasi saat truk putih panjang melaju ke kerumunan "menggilas tubuh orang-orang". Dia mengatakan truk itu ngebut saat menabrak orang-orang.

"Awalnya seperti sebuah kecelakaan, tetapi menjadi jelas truk itu melaju sangat cepat dengan disengaja," katanya kepada CNN. (reuters/cnn/nicematin/theguardian/xinhua/newyorktimes)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.600.721 Since: 05.03.13 | 0.1259 sec