Redaksi

Membimbing Karier Anak

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Monday, 11 Juli 2016 | View : 295

SBN.

Salah pekerjaan yang ingin saya kembangkan dengan serius adalah memberi bimbingan karier pada anak. Terinspirasi cerita sutradara Steven Spielberg yang berhasil membuat banyak film box office. Dia menjadi berhasrat besar masuk ke dalam dunia gambar melalui sebuah kamera yang diberi oleh orangtua. Kamera itu membawa dia masuk ke dunia gambar yang membawa dia memiliki karier cemerlang di bidang film. Sebuah kamera mampu memicu keluarnya kemampuan terbaik anak.

Cara seseorang menemukan sesuatu yang membuat dia menjadi sesuatu selalu mengetarkan hati saya. Karena itu saya ingin membangkitkan cinta seseorang terhadap sesuatu yang akan menjadi pekerjaan dan identitasnya.

Keponakan laki-laki yang ingin jadi ilmuwan di liburan ini saya tuntun masuk ke dalam dunia ilmuwan, melalui belajar tentang eceng gondok atau enceng gondok dan Danau Rawa Pening di wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Ternyata dia melaksanakan pekerjaan rumah yang saya berikan yakni bertanya pada kakak yang paham soal eceng gondok karena dia ahli air. Dia mendapat cerita tentang ikan air tawar grass carp alias ikan koan (Ctenopharyngodon idella Val.) atau karper China berasal dari dataran Asia bagian Timur yang makan akar (gulma) eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Dia merespon dengan baik ketika saya ajari bahwa seorang ilmuwan berangkat dari masalah lalu membuat pertanyaan untuk dicari jawabannya. Dia saya ajari untuk mencari jawaban dengan mengobservasi dan meneliti di lapangan. Kata saya seorang ilmuwan pantang OMDONG (omong doang). Dia terkekeh dan sepertinya ide masuk di otaknya.

Saya beri dia dua pertanyaan yakni:

1). Apakah air Rawa Pening yang berisi 75% eceng gondok sehat untuk hidup ikan?

2). Berapa macam pekerjaan yang dihasilkan dari Rawa Pening yang dijadikan obyek wisata Kabupaten Semarang?

Lalu dia ajukan pertanyan untuk mendapat jawaban ke tukang perahu yang membawa kami keliling. Tukang perahunya terkesan dengan begitu banyak pertanyaan yang diajukan. Setelah selesai dia memberi jawaban atas pertanyaan saya. Jawabnya air Danau Rawa Pening kotor dan tidak bisa untuk minum. Dia tidak berani mengambil kesimpulan airnya sehat atau tidak. Dia jawab berdasarkan fakta yang dia lihat.

Memang faktanya air terlihat kotor atau berwarna coklat karena kehadiran eceng gondok. Dia menemukan jawaban dari tukang perahu yang mengatakan bahwa mungkin adanya eceng gondok mengurangi jumlah ikan yang ada di dalamnya karena O2 yang berkurang. Faktanya dia melihat bahwa kehidupan nelayan masih berjalan. Bahkan semakin banyak jumlah nelayan karena pemuda yang mengganggur kemudian menjadi nelayan.

Dia kemudian bertanya pada saya: "Bagaimana cara mengukur PH air?’. Dia ingin sekali mengukur PH air Rawa Pening. Saya tanya balik berapa PH air yang sehat untuk manusia? Dia jawab:”Berkisar 7 sampai 9,5”. Lalu dia menjawab pertanyaan kedua dengan menyebut beberapa pekerjaan yang ada di Rawa Pening seperti tukang perahu dan nelayan. Lalu saya beri tambahan dengan menyebut yang lain yang terkait dengan pariwisata.

Harusnya proses seperti ini dilanjutkan sampai ada proses dialektika yang terjadi sehingga dia bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pekerjaan ilmuwan. Sayangnya dia kembali ke Jakarta hari ini.

Hal seperti inilah yang ingin saya lakukan untuk anak-anak atau anak muda. Menjadi pendamping seseorang menemukan hasrat dari pekerjaan yang dilakukan. Membimbing karier anak adalah salah satu tugas Konselor Pendidikan. Sayang saya belum memilih wadah yang memungkinkan dialektika itu berjalan di antara anak-anak yang saya bimbing dengan efisien dan efektif. Saya ingin menjadi katalisator munculnya kemampuan anak atau anak muda. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.741 Since: 05.03.13 | 0.3143 sec