Redaksi

SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 15 Juli 2016 | View : 296

SBN.

Pagi ini, Kamis (15/7/2016), SBO TV menayangkan diskusi tentang Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang dilarang dilaksanakan oleh siswa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Larangan ini berlandaskan pada PP No.18 Tahun 2016 yang dibuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.

Nara sumber yang dihadirkan adalah saya dan Pak Yusak dari Dewan Pendidikan Kota Surabaya. Pemandu acara adalah Mas Amal. Saya dan Pak Yusak setuju dengan adanya Masa Orientasi Sekolah yang diselenggarakan oleh siswa sebagai bentuk pengkaderan kepemimpinan di tingkat pemula.

Selama ini MOS dilaksanakan tanpa ada monitoring dan evaluasi dari guru sehingga menimbulkan side effect negatif yang muncul di mana-mana. Adanya side effect negatif inilah kemudian diambil keputusan jalan pintas dengan pelaksana diserahkan pada guru. Urusan pengkaderan kepemimpinan dan memberdayakan siswa agar mengasah kekritisan dan kompetensi untuk hidup hilang begitu saja.

Malah Pak Yusak mengkhawatirkan akan munculnya jiwa dan perilaku yang seragam karena meletakkan guru di depan untuk mengatur. Kalau saya mengkhawatirkan hilangnya peluang memberdayakan dan mendidik siswa agar bisa mengaktualisasikan kemampuan dirinya berdasarkan nilai yang keluarga, sekolah, masyarakat dan bangsa.

Orientasi pemberdayaan individual semakin hari semakin hilang. Tanpa disadarikan diganti dengan kecenderungan membuat anak menjadi pelaksana kemauan keluarga, sekolah, dinas pendidikan dan kementerian pendidikan. Anak-anak didrill untuk mengejar kemenangan dari berbagai lomba yang ada. Mereka diarahkan untuk menjunjung nama besar sekolah, keluarga dan bangsa.Bagaimana dengan pemberdayaan individu termasuk pengkaderan kepemimpinan bangsa. 
Kita mengalami krisis kepemimpinan karena tidak ada mekanisme pengkaderan dari bangku sekolah. Pengkaderan kepemimpinan di partai jauh sekali dari memadai.

Karena itu usul saya yang saya sampaikan di SBO sebagai berikut:
1. Tetapkan nilai, misi dan visi sekolah sebagai pegangan siswa dalam melaksanakan kegiatan. Di dalamnya termasuk ada nilai emoh kekerasan. 
2. Kepala sekolah dan guru menyampaikann nilai, misi dan visi tersebut pada panitia atau pengurus yang terpilih. Ide-ide ini menjadi dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan MOS.
3. MOS dilaksanakan siswa dengan monitoring dan evaluasi kepala sekolah dan guru.
Kalau kegiatan sedang jalan maka diadakan monitoring. Jika terjadi penyimpangan maka pengurus diberi feedback. Kalau tidak mau menurut maka diberi saksi. Monitoring dilakukan terus menerus dan tercatat termasuk metode monitoring secara keseluruhan dengan menggali respon dari siswa yang mengikuti MOS. 
4. Setelah kegiatan selesai dilakukan evaluasi. Kalau berhasil maka pengurus/panitia diberi penghargaan. Evaluasi sebaiknya dibuat kuantitatif. Feed back pada pengurus/panitia itulah yang namanya pendidikan pengkaderan.

Sekali lagi saya peduli pada pemberdayaan setiap siswa untuk mampu menggali kemampuan dirinya yang bisa mengikuti nilai dan norma keluarga, sekolah, masyarakat dan bangsa. Dengan demikian pendidikan baru ada relevansinya untuk hidup anak didik yang mengikutinya. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.743 Since: 05.03.13 | 0.1613 sec