Keluarga

Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket

Thursday, 14 Juli 2016 | View : 431
Tags : Aids, Hiv, Iran

TEHERAN-SBN.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Akbar Sayari pada Rabu (13/7/2016) mengatakan, penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual meningkat di negaranya, sebagian akibat dari diskusi soal seks yang masih dianggap tabu.

Seperti dilaporkan AFP, Ali Akbar Sayari mengatakan penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual naik dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, dari 15 menjadi 30 persen.

"Pola penularan melalui seks meningkat dan orang-orang perlu terbuka dalam menerima informasi itu jika ingin mengendalikan penularannya," kata Ali Akbar Sayari di sebuah konferensi pers dengan Oleg Chestnov, pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mayoritas penularan HIV/AIDS di Iran masih melalui jarum suntik yang dipakai bersama-sama oleh para pecandu narkoba, walaupun Ali Akbar Sayari mengatakan otoritas ingin membatasi penularan dengan memberikan jarum suntik gratis.

Ali Akbar Sayari tidak menjelaskan kenaikan penularan melalui hubungan seksual, namun menyayangkan bahwa isu tersebut tidak bisa didiskusikan secara terbuka di Republik Islam konservatif itu.

"Kami tidak bisa menjelaskan semua isu ini secara terbuka dan transparan kepada orang-orang," katanya, seperti dilansir kantor berita resmi IRNA.

"Contohnya, kami tidak bisa berbicara bebas soal kondom... orang-orang harus diberi kontrasepsi."

Seks di luar pernikahan adalah ilegal di bawah sistem hukum syariah Islam di Iran dan dalam beberapa tahun terakhir negara tersebut mengeluarkan serangkaian aturan untuk membatasi penggunaan kontrasepsi demi meningkatkan angka kelahiran.

Sebagai bagian dari upaya melawan HIV/AIDS, pemerintah untuk pertama kalinya mendirikan pusat-pusat untuk memberikan bantuan kepada para pekerja seks komersial, termasuk pemeriksaan untuk penyakit yang ditularkan secara seksual, pendidikan pencegahan dan alat kontrasepsi gratis.

Kementerian Kesehatan mengatakan, Selasa (12/7/2016), ada sekitar 32.000 orang yang terinfeksi HIV di Iran, tanpa memberikan angka pada tahun-tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 persen adalah laki-laki dan sekitar 5.000 orang adalah penderita AIDS.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Menteri Kesehatan Iran Hassan Hassemi menyatakan kekhawatirannya akan peningkatan drastis kasus infeksi HIV/AIDS di negaranya dan menuding tabu sebagai penyebab penderita AIDS tidak mendapatkan perawatan semestinya.

“Sekarang ini orang-orang di Iran takut AIDS karena informasi yang keliru dan klaim tidak ilmiah. Itu kenapa masalahnya masih menjadi tabu,” beber Menteri Kesehatan Iran Hassan Hashemi.

“Terdapat kenaikan 9 kali lipat jumlah orang pengidap AIDS dalam kurun waktu 11 tahun terakhir dengan pertambahan 80% setiap tahunnya,” jelas Menteri Kesehatan Iran Hassan Hashemi.

Menurut Menteri Kesehatan itu, sebagian besar orang tidak sadar bahwa mereka terinfeksi.

Sebelumnya, penyakit AIDS cenderung ditularkan oleh pemakaian alat suntik bersama di kalangan pencandu narkoba. Tetapi sekarang, menurut Hassan Hashemi, penularan lebih banyak karena hubungan seksual. Ironisnya, sekitar 5% penderita HIV/AIDS adalah pekerja anak-anak.

Laju peningkatan kasus infeksi HIV/AIDS di Iran, papar Hassan Hashemi, melebihi laju inflasi dan kenaikan harga rumah.

Stigma sosial menyebabkan penderita AIDS di Iran disembunyikan dan diasingkan oleh keluarganya. (irna/afp)

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
Tiga Gaya Hidup Cegah Kanker
jQuery Slider
Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.066.292 Since: 05.03.13 | 0.2217 sec