Hukum

Lapas Labuhan Ruku Rusuh

BATU BARA-SBN.

Kerusuhan di dalam penjara kembali terjadi. Dan kerusuhan kali ini terjadi di Lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara, Ahad (18/8/2013). Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (18/8/2013) petang terbakar. Labuhan Ruku merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.

Kerusuhan narapidana dalam Lapas Labuhan Ruku terjadi pada pukul 17.30 WIB Ahad (18/8/2013). Sejumlah napi diketahui mengamuk dan membakar ruangan. Menjelang pukul 21.00 WIB, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang berkobar di dalam Lapas. Namun sejumlah napi menghalangi upaya petugas. Polisi dan pihak Lapas mencoba untuk bernegosiasi dengan para napi. Hingga pukul 21.00 WIB aparat Polri dengan dibantu TNI masih bernegosiasi dengan para napi di sekitar pintu utama gedung yang menolak aparat memasuki bagian dalam Lapas tersebut.

Hingga saat ini petugas masih berusaha mengondusifkan kondisi Lapas kelas IIA tersebut. Penjagaan juga dilakukan aparat kepolisian di sejumlah titik, termasuk di sekitar perbatasan Batu Bara dengan kabupaten di sekitarnya.

Kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku menyebabkan dua ruangan yang berada didalam Lapas, masing-masing Ruangan Kepala Lapas dan Ruang Registrasi terbakar. Api telah menghanguskan beberapa bagian gedung Lapas Labuhan Ruku, di antaranya ruang perkantoran. Sebagian bangunan lembaga yang terletak di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Batubara itu musnah terbakar. Sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan didukung sekitar enam unit mobil pemadam dari Pemkab Batu Bara dan PT. Inalum masih berada di lokasi kejadian.

Meski kondisi lapas yang terbakar sudah dalam proses pendinginan, namun dua orang petugas lapas yang berada dalam blok masih belum diketahui kondisinya. “Sampai saat ini masih ada 2 orang petugas di dalam blok yang belum dapat diketahui keadaannya,” bilang Kasubdit Humas Ditjen Pas, Akbar Hadi, Ahad (18/8/2013). Belum dapat dipastikan pula apakah ada unsur penyanderaan terhadap kedua petugas ini. Petugas masih di lokasi kejadian untuk menangani masalah ini. “Saat itu terdapat 6 orang petugas jaga dan 2 orang bantuan keamanan dari Polres setempat," imbuh Akbar Hadi.

Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengemban amanat sejak 12 Juni 2013, Irjen. Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. menjelaskan terkait kronologi kerusuhan dan kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (18/8/2013) petang.

“Peristiwa tersebut berawal dari adanya pemindahan 49 orang narapidana dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara pada  Sabtu (17/8/2013),” terang  mantan Kapolwiltabes Surabaya dan mantan Kapolres Sidoarjo, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie. “Awalnya dari pemindahan napi," ujar mantan Kepala Biro Pengawasan dan Penyidikan (Wasdik) Badan Reserse Kriminal Polri, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie di Jakarta, Ahad (18/8/2013).

Kemudian, sambung mantan Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tersebut, satu hari kemudian pada 18 Agustus pukul 16.00 WIB terjadi pemukulan narapidana oleh sipir karena hal salah paham. Satu jam kemudian, karena adanya upaya provokator oleh narapidana, terjadilah kerusuhan dan pembakaran terhadap gedung utama depan. Dari situ disebutkan bahwa 25 sampai 30 orang narapidana telah kabur dari lapas. “Karena ada kesempatan tadi maka napi ada yang kabur,” bilang mantan Kepala Biro Pengawasan dan Penyidikan (Wasdik) Badan Reserse Kriminal Polri, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie.

Kadiv Humas Mabes Polri yang lulusan Akpol 1984 tersebut, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie menambahkan, saat ini Polres Batu Bara sudah mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku untuk mengamankan lokasi dan melakaukan pencarian terhadap narapidana yang kabur. Terkait kondisi terakhir lokasi kejadian, Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol. Ronny Franky Sompie mengatakan bahwa kobaran api sudah berhasil dipadamkan. "Saat ini Kapolres dan Dandim sedang berupaya melakukan negosiasi dengan napi," ungkap mantan Karo Ops Polda Metro Jaya, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie.

Juru bicara Kantor Kanwil Hukum dan HAM, Hasran Safawi mengakui ada kebakaran di Lapas Labuhan Ruku. Namun penyebabnya belum dia ketahui termasuk pejabat kantor wilayah. “Memang ada terbakar. Tapi penyebabnya apakah karena hubungan arus listrik atau kerusuhan seperti Lapas Tanjung Gusta, kami belum mendapat kabar," aku Hasran Safawi. Menurut Hasran Safawi, Lapas Labuhan Ruku termasuk salah satu lembaga yang sudah over kapasitas atau berlebihan penghuni. 

Lapas Labuhan Ruku termasuk salah satu lembaga yang sudah over kapasitas atau berlebihan penghuni sekitar 400 persen. “Over kapasitas hingga 400 persen di Labuhan Ruku. Inilah masalah utama lembaga pemasyarakatan di Sumut saat ini," tutur Hasran Safawi.

Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, kemarin saat menyerahkan remisi 17 Agustus berjanji akan mengusahakan lahan untuk membagun lembaga pemasyarakatan baru diluar yang sudah ada dan sedang direnovasi. “Pembangunan lembaga pemasyarakatan baru sudah sangat mendesak karena kondisi lembaga pemasyarakatan di Sumut rata-rata over kapasitas,” kata Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi. “Lahan untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan juga sudah diminta Kanwil Hukum dan HAM Sumut,” ucap Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

Jumlah narapidana dan warga binaan di Sumut dari catatan Kanwil Hukum dan HAM Sumut menurut Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi paling banyak se-Indonesia mencapai 17.679 orang, sementara lembaga dan rumah tahanan yang ada sudah over kapasitas.

Kepala Polres Persiapan Batu Bara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jaferson P. Sinaga, belum memberi penjelasan penyebab kerusuhan meletus." Nanti saja ya, saya mau menghubungi Kapolda dulu, ini sedang menyiapkan personil untuk melakukan pengamanan agar tidak ada napi yang kabur," jawab Kepala Polres Persiapan Batu Bara.

Kepala Biro Operasional Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Iwan Hari Sugiarto, menjelaskan, personil Polri yang disiagakan untuk mengantisipasi napi yang kabur antara lain personil Polisi Resor Asahan, Polres Tebing Tinggi dan Polres Batubara berjumlah sekitar 400 orang. “Personil dari Polri termasuk Brimob sekitar 400 orang, dan juga dibantu oleh TNI," paparnya. Kombes Pol. Iwan Hari Sugiarto juga menyebutkan, bahwa akibat peristiwa tersebut 30 orang narapidana berhasil melarikan diri. Namun, empat diantaranya sudah  ditangkap kembali.

Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Batu Bara, Sumatera Utara yang menyebabkan kebakaran membuat 30 narapidana berhasil kabur. Hingga Ahad (18/8/2013) malam, petugas kepolisian telah menangkap empat narapidana yang kabur. “Ada 30 napi yang kabur, empat diantaranya berhasil ditangkap," ujar perwira melati tiga itu.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kumham) Sumatera Utara (Sumut), Budi Laksana belum bisa memastikan penyebab terbakarnya lembaga pemasyarakatan yang menampung narapidana dari Kabupaten Asahan dan Batu Bara itu. "Masih koordinasi dengan pejabat Lapas. Nanti akan diberi penjelasan," papar Budi Sulaksana, Ahad (18/8/2013) petang ini. Sebanyak 25 sampai 30 narapidana berhasil kabur akibat rusuh di Lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara. Kakanwil Kumham Sumut, Budi Sulaksana, memperkirakan 25 sampai 30 napi berhasil kabur. “Ada 25 sampai 30 orang napi yang berhasil melarikan diri,” jawab Kakanwil Kumham Sumatera Utara, Budi Sulaksana, saat dikonfirmasi, Ahad (18/8/2013). “Napi yang kabur tidak melewati pintu depan,” ungkap Budi Sulaksana. Para napi kabur lewat pagar yang berada di belakang penjara. "Mereka kabur loncat pagar dari belakang," urai Budi Sulaksana. Budi Sulaksana belum mengetahui apakah ada korban dari kejadian tersebut. “Kita masih menuju lokasi, mengenai perkembangan diinfokan nanti,” ucapnya lagi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut, Amran Silalahi, mengaku belum mengetahui persis narapidana yang kabur, namun dia mendengar ada 30 napi yang kabur. “Jumlah pastinya belum saya dapat. Tapi menurut informasi ada 30 bahkan mungkin lebih. Kami sedang dalam perjalanan ke Batubara," ungkap Amran Silalahi.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini diduga dipicu oleh bentrokan napi dengan sipir. Bentrokan tersebut menyebabkan sipir dipukul oleh napi. Menurut Kepala Pos Lapas Labuhan Ruku, S. Berutu, kerusuhan dipicu penolakan para napi terhadap rencana pemindahan napi dari Lapas lain ke Lapas yang sudah kelebihan penghuni tersebut. “Memang ada rencana pemindahan sekitar 40 orang napi dari Lapas Lubuk Pakam ke Lapas Labuhan Ruku," ujarnya.

Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirkamtib) Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Wibowo Joko, menyampaikan bahwa kerusuhan itu berlangsung sangat cepat. “Informasi pertama insiden dipicu pemindahan 46 narapidana Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang, sehingga timbul gesekan di lapas. Selain itu juga karena over kapasitas," papar Wibowo Joko. Hampir seluruh Lapas di wilayah Sumut, ujar Wibowo Joko, kelebihan kapasitas. Kondisi itu semakin diperparah dengan kiriman narapidana dari Lapas Tanjung Gusta yang beberapa waktu lalu juga mengalami kerusuhan ke beberapa Lapas di Sumut. “Jadi memang bisa dikatakan Lapas di Sumut itu siaga I," tukas Wibowo Joko. Meski kelebihan kapasitas, Wibowo Joko mengimbau agar narapidana tetap menaati tata tertib lapas. Pihak Kemenkumham berjanji akan melakukan perbaikan sistem hukum lapas.

Berdasarkan data Ditjen PAS Kemenkumham, Lapas Labuhan Ruku saat ini dihuni oleh 867 orang narapidana. Padahal kapasitas idealnya hanya untuk sekitar 300 orang narapidana. Lapas Labuhan Ruku kebanyakan dihuni oleh narapidana kasus narkoba. (tem/tvone)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.183.062 Since: 05.03.13 | 0.2173 sec