Hukum

Ledakan Bom Bunuh Diri Di Malporesta Surakarta

Tuesday, 05 Juli 2016 | View : 4792

SOLO-SBN.

Ledakan bom terjadi di halaman Mapolresta Surakarta Solo, Jl. Adi Sucipto No.2, Banjarsari, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (5/7/2016) pada pukul 07.30 WIB.

Dilaporkan salah satu stasiun televisi swasta, seseorang yang diduga menjadi pelakunya tewas dalam ledakan tersebut. Pelaku diduga melakukan bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor.  Ledakan tersebut juga melukai seorang petugas kepolisian, Bripka Pol. Bambang Adi.

Aparat Kepolisian sudah mengamankan lokasi ledakan. Polresta Solo saat ini masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan ledakan bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2016) pukul 07.30 WIB.

"Siapa pelaku dan motif pelaku masih diselidiki," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol.  Aloysius Liliek Darmanto, Selasa (5/7/2016).

Diketahui pelaku sempat dihentikan oleh petugas Provos sebelum melakukan aksinya.

Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu masuk ke halaman Mapolresta menggunakan sepeda motor. Pelaku yang menggunakan motor masuk menerobos halaman Mapolresta pada pukul 07.45 WIB. Saat menerobos seorang diri, seorang anggota Provos menghalanginya. Petugas Provos Brigadir Kepala Polisi (Bripka Pol.) Bambang Adi menghentikan kendaraan pelaku, namun pelaku terus menyerobot. Pelaku balik arah dan langsung meledakkan bom yang dibawanya. Tepat di depan SPKT secara tidak diduga suara ledakan keras berasal dari badan pengendara motor tersebut sehingga mengenai bagian muka Bripka Pol. Bambang Adi.

Tak ada korban tewas dari pihak kepolisian. Korban luka Bripka Pol. Bambang Adi dilarikan ke RS Panti Waluyo, Jl. Jenderal Ahmad Yani No.1, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang mulai menjabat sejak 17 April 2015, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Badrodin Haiti mengatakan Polri bergerak cepat menyelidiki pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Pelaku tewas karena bom yang dibawa diledakkan saat menerobos ke halaman Mapolresta.

"Nanti kita bisa teliti, bisa kita identifikasi dari kelompok mana. Nanti ketahuan, sabar saja," kata mantan Kapolda Sumatera Utara (2009-2010) itu, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti saat dihubungi awak media.

Mantan Kapolda Jawa Timur (2010-2011) ini, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti belum mendapatkan informasi soal jenis bom yang diledakkan pelaku. Polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

"Kelompok mana dan jenis bomnya apa nanti akan diketahui," ujar mantan WaKapolri (2014-2015) tersebut, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti.

Akhirnya, Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jl. Adi Sucipto No.2, Banjarsari, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (5/7/2016). Kepolisian Indonesia telah mengungkap jati diri terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jateng, yang disebut pernah lolos dari operasi pengejaran kepolisian. Namun untuk memastikan, polisi masih akan menunggu hasil identifikasi DNA jenazah terlebih dahulu.

Mantan Asops Kapolri (2011-2013) tersebut, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Badrodin Haiti, dalam jumpa pers di Solo, Selasa (5/7/2016), mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri bernama Nur Rohman, 31 tahun.

“Dugaan sementara Nur Rohman warga Solo,” terang mantan Kapolda Sulawesi Tengah (2006), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Badrodin Haiti saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Solo, Selasa (5/7/2016).

Menurut mantan Seslem Lemdiklat Polri (2005) tersebut, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, Nur Rohman lolos dari operasi penangkapan kepolisian sekitar enam bulan lalu.

"Dia ini termasuk yang pernah belajar bikin bom," ungkap mantan Dir Reskrim Polda Jawa Timur (2003) tersebut, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti dalam jumpa pers.

Nur Rohman, diduga warga yang tinggal di Kelurahan Sangkrah RT001/RW012 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Dia diduga bagian dari jaringan kelompok Bahrun Naim, yang juga berasal dari Sangkrah, Pasar Kliwon.

Nur Rohman, menurut mantan Kadivkum Polri (2010) tersebut, adalah anggota kelompok Arif Hidayatullah alias Abu Mush'ab yang disebut satu jaringan dengan sosok Bahrun Naim, yang kini diklaim berada di Suriah.

Temuan polisi menyimpulkan Bahrun Naim adalah otak pelaku penyerangan ledakan bom di depan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari lalu.

Abu Mush'ab sendiri telah ditangkap di Surabaya bersama dua terduga teroris awal Juni lalu.

Dalam jumpa pers bersama Kapolri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa Abu Mush'ab adalah anggota jaringan Bahrun Naim.

Menurut Kepala BNPT Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Nur Rohman merupakan kepanjangan tangan Abu Musyaf yang memiliki garis komando ke Bahrun Naim.

"Garis komandonya ke sana," ungkap mantan Kapolda Metro Jaya, Jend. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Sebuah sumber menyebutkan, Nur Rohman sebenarnya sudah masuk dalam radar intelijen Densus 88. Dia dicurigai terkait dengan kasus bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Namun yang bersangkutan lolos dan sejak itu tak lagi terlihat di kampung halamannya.

Sementara itu, keluarga Nur Rohman sudah diminta informasi oleh pihak kepolisian. Istri Nur Rohman yang bernama Siti Aminah, dijemput petugas. Kakak ipar Nur Rohman yang bernama Yayuk mengaku Siti Aminah bersama dua anaknya dijemput petugas dari Polsek. “Suami saya tadi ikut menemani,” beber Yayuk.

Yayuk mengakui bahwa Nur Rohman memang memiliki pendirian dan jalan pikiran yang berbeda dengan keluarga lainnya. Namun demikian keluarga tidak berani menegur atau memperingatkannya. Bagi keluarga sebenarnya yang jauh menjadi beban pikiran adalah anak-anak Nur yang kurang perhatian setelah Nur menghilang dan Aminah juga tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Dulu Nur Rohman sempat bekerja jualan bakso ojek keliling. Pernah juga sebagai tukang parkir. Namun setelah mengikuti pemikiran keras itu dia lalu tidak bekerja tetap bahkan kemudian menghilang lama, hingga sekarang ada kabar seperti ini," kata Yayuk. 

Pihak keluarga juga berpikir untuk menemani Siti Aminah dan kedua anaknya. Mul Purwanto, kakak kandung Nur Rohmah, sejak dua bulan terakhir memilih memboyong anak istrinya tinggal di rumah orangtuanya demi bisa menemani dan membantu kondisi kehidupan Siti Aminah dan kedua anaknya.

“Semula saya dan keluarga saya tinggal di Mojosongo. Namun sudah dua bulan ini kami tinggal serumah dengan anak istri Nur Rohman di sini. Pertimbangannya karena ini rumah keluarga dan Aminah serta anak-anaknya hidup sendirian tanpa teman. Apalagi Aminah kan orang Jawa Barat, tidak punya kerabat di sini," tutur Yayuk, istri Mul Purwanto.

Nur Rohman, terduga tunggal kasus peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta pada Selasa (5/7/2016) pagi tadi, tenyata sudah hampir setahun meninggalkan keluarganya. Istri dan kedua anaknya, tidak ada jaminan ekonomi sepeninggal Nur Rohman meninggalkan mereka untuk mengikuti prinsip yang dipegangnya.

Semenjak menikah, pasangan Nur Rohman dan Siti Aminah tinggal di rumah milik orang tuanya di Kampung Sangkrah RT001/RW012, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Bahkan setelah kedua orangtuanya meninggal, Nur Rohman berserta istri dan kedua anaknya tetap tinggal di rumah yang berada persis di bawah tanggul tersebut.

Semenjak bulan Agustus 2015, Nur Rohman memilih meninggalkan keluarganya dengan alasan akan bekerja ke Kalimantan. Namun rupanya dia hanya menghindari penangkapan atas dirinya setelah sejumlah teman-temannya telah ditangkap dalam sebuah operasi penangkapan oleh Densus 88/Anti-Teror terkait dugaan menyimpang bahan peledak dan perencanaan melakukan kekerasan. Nur Rohman tidak benar-benar ke Kalimantan.

Mantan Kabaharkam (2013-2014), Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Badrodin Haiti, menyebut bahwa Nur Rohman pernah lolos dari sebuah penggerebekan di Bekasi pada pertengahan Desember tahun lalu. Saat itu dia lari dengan membawa tiga bom rakitan. Nur Rohman bergabung dalam kelompok Bekasi yang dipimpin Arif Hidayatulloh alias Abu Musab.

Nur Rohman juga disebut dalam terlibat dalam kasus Bom Thamrin. Bahkan terakhir kali jejak Nur Rohman diketahui berada di Jawa Timur pada awal Juni yang lalu. Nama Nur Rohman disebut-sebut saat polisi melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang di Surabaya saat itu. Polisi kehilangan jejaknya hingga kemudian Nur Rohman melakukan aksi bunuh diri, pagi tadi. Selama itu, Nur Rohman, meninggalkan istri anak-anaknya.

Ditanya apakah dengan demikian, serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo terkait dengan kelompok militan Negara Islam atau ISIS, mantan Dir I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2008-2009), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti tidak membantahnya.

"Ini terkait dengan seruan pemimpin ISIS untuk melakukan amaliyah di bulan ramadan," tukas mantan Kapolda Banten (2004), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti.

Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggungjawab terhadap aksi bom bunuh diri di Solo yang menewaskan pelaku dan melukai seorang anggota polisi.

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.813 Since: 05.03.13 | 0.1719 sec