Olah Raga

Piala Eropa 2016, Wales-Belgia 3-1

Saturday, 02 Juli 2016 | View : 338
Tags : Belgia, Wales

LILLE-SBN.

Kejutan terus dibuat tim debutan Wales di Piala Eropa 2016. Pasukan Chris Coleman memastikan langkahnya ke semifinal usai mengkandaskan impian tim bertabur bintang Belgia dengan skor 3-1 di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, 261 Boulevard de Tournai, 59650 Villeneuve-d'Ascq, dekat kota Lille, Prancis, Jumat (1/7/2016) atau Sabtu (2/7/2016) dini hari WIB.

Tiga gol Wales yang menjadi “kuda hitam” di turnamen ini masing-masing dicetak Ashley Williams di menit 31, Hal Robson-Kanu di menit 55 dan Sam Vokes di menit 86. Belgia sebenarnya sempat unggul terlebih dulu lewat gol Radja Nainggolan di menit 13.

Lolos ke semifinal menjadi rekor tersendiri buat Wales pada debutnya di Piala Eropa. Kini, mereka mampu melewati rekor tebaik di turnamen besar yakni ketika lolos ke perempat-final di Piala Dunia 1958, mana kala mereka ditundukkan sang kampiun Brasil 1-0 lewat gol tunggal Pele.

Selanjutnya di semifinal, Wales akan menghadapi Portugal yang sebelumnya menyingkirkan Polandia di perempat final.

Kemenangan diraih dengan tidak mudah oleh Gareth Bale dan kawan-kawan. Kedua tim bergantian menyerang sepanjang 45 menit pertama. Wales sedikit unggulan dalam penguasaan bola dan juga peluang.

Belgia sempat unggul terlebih dulu lewat gol yang dicetak Radja Nainggolan di menit 13. Sepakan keras pemain beradarah Indonesia dari luar kotak penalti meluncur deras ke gawang Wales.

Setelah keunggulan itu, Wales mendapat tekanan. Namun, beberapa kali peluang untuk menyamakan skor didapat.

Akhirnya kebuntuan Wales berakhir di menit 30. Berawal dari tendangan Aaron Ramsey, Ashley Williams berhasil menyundul bola yang bersarang ke gawang Belgia. Skor 1-1. Wales mendapat beberapa peluang setelah itu diantaranya tendangan kanan Gareth Bale yang masih dengan mudah ditangkap penjaga gawang Thibaut Courtois di menit 33.

Skor 1-1 bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, Belgia langsung menekan Wales. Dua peluang didapat melalui Romelo Lukaku dan Kevin De Bruyne. Pertama, sundulan Romelu Lukaku di depan gawang Wales masih melebar di menit 48. Lalu, dua menit berselang sepakan Kevin De Bruyne di depan mulut gawang melambung jauh di atas mistar gawang Wayne Hennessey.

Namun Wales tetap bermain tenang. Dan, mereka berbalik unggul setelah Hal Robson-Kanu menjebol gawang Thibaut Courtois.

Baru 10 menit babak kedua dimainkan, Wales berhasil berbalik unggul atas Belgia. Keunggulan Wales terjadi setelah Hal Robson Kanu sukses menjebol gawang Thibaut Courtois di menit 55.

Aaron Ramsey bergerak dari sisi kanan, mengoper bola kepada Hal Robson-Kanu yang menunggu di kotak penalti. Mendapat umpan, Kanu dengan cerdik mengelabui dua bek Belgia dan melesakkan tendangan keras yang bersarang ke gawang Belgia. Dengan cerdik dia membalikkan badan, mengelabui dua bek Jason Denayer dan Thomas Meunier, hingga dengan mudahnya menceploskan bola ke gawang Thibaut Courtois. Skor sementara 2-1 untuk Wales.

Tertinggal, Belgia makin mengintesifkan serangan. Mereka mampu menekan lini pertahanan Wales. Namun lini depan mereka tidak tampil efektif lantaran banyak peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Malahan, Wales yang bermain dengan penuh kepercayaan diri. Meski tertekan, mereka secara mengejutkan berhasil menambah gol di menit 86. Tiket ke semifinal semakin dekat didapat Wales. Mereka memperbesar keunggulan atas Belgia lewat gol Sam Vokes di menit 86. Gol dicetak Sam Vokes lewat sundulan menyambut umpan silang. Sundulan striker Sam Vokes itu mengarah mulus ke sudut tiang jauh gawang Belgia. Skor sementara 3-1 untuk Wales. Skor 3-1 bertahan sampai laga berakhir.

Pelatih Wales Chris Coleman yang lagi dimabuk kemenangan, menyanjung "serdadu-serdadunya" setelah secara mengejutkan menang 3-1 atas Belgia pada Euro 2016 untuk membuat negara ini mencapai semifinal turnamen besar pertamanya. Mereka kini sesumbar bisa mengimbangi siapa pun, andai mereka tidak takut gagal.

"Saya tahu tim saya cukup bagus untuk tampil melawan siapa pun. Kami bertahan laksana para serdadu, penampilan kami fantastis," kata Chris Coleman. "Semua pengalaman ini tidak dicarter."

Kemenangan meyakinkan melawan tim nomor dua dunia itu adalah hasil terbesar dalam sejarah sepak bola Wales dan akan membuat para pemain Wales makin berani saat melawan Portugal Rabu (6/7/2016) pekan depan demi memperebutkan satu tempat di final.

"Saya kira Anda memimpikan malam-malam seperti ini, dan Anda tak pernah tahu apakah Anda akan cukup beruntung untuk menghidupkannya," kata Chris Coleman.

Dia menambahkan bahwa dia sudah sangat yakin Wales bisa menciptakan kejutan dan pantas menang.

"Saya sudah bilang sebelum kami menendang bola hari ini, kami tidak datang ke sini untuk berleha-leha, kami di sini untuk bersaing. Tantangan besar adalah bukan dari lawan, melainkan diri kami sendiri. Tak perlu khawatir menampilkan yang terbaik kami walaupun nanti gagal," kata dia.

Dua gol pada babak kedua dari Hal Robson-Kanu dan Sam Vokes memastikan kemenangan Wales setelah sundulan kapten Ashley Williams menyamakan gol yang diciptakan Radja Nainggolan.

"Kami underdog yang bahkan lolos namun tahu kualitas kelompok kami. Penampilan hari ini kredit untuk semua orang. Kami patuh pada perencanaan bermain kami. Kami memiliki para pemain kelas dunia, kami bisa sekeras  batu dalam bertahan. Dengan kombinasi keduanya kami memiliki peluang bagus," kata Hal Robson-Kanu.

Hal Robson-Kanu membawa Wales ke semifinal turnamen besar yang pertama dalam sejarah mereka dengan menciptakan gol luar biasa hebat Sabtu (2/7/2016) dini hari lalu namun dia kini menghadapi tantangan selain dari Portugal, yakni mendapatkan klub baru.

Pada hari ketika kontraknya dengan klub divisi dua Liga Inggris Reading berakhir, striker berusia 27 tahun itu malah mendapatkan suntikan segar bagi curriculum vitaenya yang sebulan lalu sepertinya akan buntu karena dia tengah berjuang melawan cedera pergelangan kaki saat seleksi masuk skuad Euro 2016.

"Saya sudah di Reading selama 12 tahun, telah memberikan banyak pengabdian dan telah begitu loyal," kata Hal Robson-Kanu, yang menciptakan gol kedua Wales saat menang mengejutkan 3-1 atas Belgia, kepada wartawan mengenai keputusannya meninggalkan klub yang sudah dia masuki sejak masih anak-anak itu.

"Selama perjalanan musim, saya telah membuat keputusan untuk mengakhiri kontrak saya dan menentukan sendiri masa depan saya," kata dia seraya mengatakan kepindahan dari Reading akan baik bagi masa depan keluarganya.

Masa depan itu pastinya bisa lebih megah ketimbang Stadion Madejski milik Reading.

Pencetak gol kedua Wales, Hal Robson-Kanu meluapkan kegembiraan usai timnya meraih kemenangan 3-1 atas Belgia di perempat final, Sabtu (2/7/2016) dini hari WIB.

"Ini fantastis. Kami melakukannya dengan baik untuk kembali ke dalam permainan babak pertama. Kami tahu jika bermain di babak kedua, kita akan mendapatkan kemenangan. Ini (lolos ke semifinal) adalah hasil kerja keras kami selama enam, tujuh tahun. Salut buat semua orang yang terlibat dan ini akan terus berlanju," ujar Hal Robson-Kanu usai pertandingan.

Kemenangan ini melanjutkan catatan Wales yang belum pernah kalah dari Belgia dalam tiga pertemuan terakhir.

"Kami telah bertemu dengan Belgia beberapa kali beberapa tahun terakhir dan kami tahu cara melawan mereka. Kami kecewa setelah tertinggal terlebih dulu tetapi kami mampu merespons dan menyamakan kedudukan. Kami akan menikmati malam ini dan kemudian mempersiapkan untuk pertandingan berikutnya," tambah Hal Robson-Kanu yang menjadi man of the match.

Dia adalah man of the match pada pertandingan Sabtu (2/7/2016) dini hari itu lewat penampilan yang di dalamnya berisikan gaya memutar badan ala Johan Cruyff untuk menciptakan gol yang membuat Wales memimpin 2-1 pada babak kedua setelah mereka tertinggal lebih dulu dari Belgia. Gol luar biasa Hal Robson-Kanu terjadi setelah dia membuat mati langkah tiga pemain Belgia lewat gerakan memutar ala "Johan Cruyff' dan dengan tenang melepaskan tendangan ke arah gawang yang membuat Wales memimpin 2-1 pada menit 55.

"Bola itu mendatangi kaki saya," kata warga kota London ini menyangkut umpan yang dia terima dari Aaron Ramsey itu. "Saya bisa berputar di kotak penalti dan lalu memasukkannya ke belakang gawang."

Pelatih Wales Chris Coleman tak bisa berkata apa-apa selain memuji pemain yang sebulan lalu sepertinya tidak akan lolos ke Prancis setelah seketika menderita cedera pergelangan kaki.

Setelah berjuang untuk bugar, Hal Robson-Kanu membayar tuntas kepercayaan pelatih Chris Coleman, dengan mencetak gol penentu kemenangan 2-1 melawan Slowakia yang membuat si kuda hitam meretas jalannya.

"Saya senang dia menciptakan gol karena dia hampir tidak bisa masuk turnamen ini. Dia menantikan pertempuran. Dia mimpi buruk para bek," kata Chris Coleman seperti dikutip Reuters.

Pemberhentian dia berikutnya adalah bek Portugal Pepe di Lyon Rabu (6/7/2016) pekan depan ketika Hal Robson-Kanu merasa Wales akan terus melanjutkan mimpinya untuk mencapai final di Paris.

Mantan pemain timnas Inggris Gary Lineker, dalam kapasitasnya sebagai komentator BBC,  menyebut kemenangan Wales itu sebagai salah satu penampilan terbesar dalam sejarah sepak bola Britania Raya.

Para pendukung Wales yang datang ke Prancis melintasi Selat Channel atau lewat titik-titik lain di Prancis, sejak awal menyemangati timnya dengan gemuruh bak paduan suara yang heroistis.

Kendati pertandingan Sabtu (2/7/2016) dini hari tadi hampir sebagai pertandingan kandang bagi Belgia yang perbatasannya hanya berjarak lima mil dari Stadion Pierre-Mauroy di Lille, yang terus terdengar di stadion justru nyanyian dukungan tanpa henti dari para pendukung Wales, yang menyanyikan lagu-lagu "Land of my Fathers" sampai "Men of Harlech", serta lagu wajib mereka selama Euro 2016, "Please Don't Send Me home".

Namun, pada semifinal di Lyon Rabu (6/7/2016) pekan depan nanti, Wales tak akan diperkuat gelandang inspirasional Aaron Ramsey karena Sabtu (2/7/2016) dini hari tadi dia terkena kartu kuning yang kedua yang membuatnya tidak boleh diturunkan pada laga berikutnya.

"Saya berduka cita untuk Aaron. Dia telah menjadi salah seorang pemain terbaik dalam turnamen ini," kata Chris Coleman.

Laporan khusus olah raga The London Times menurunkan sehalaman penuh foto Hal Robson-Kanu merayakan golnya dengan judul "Hal-lelujah", sedangkan The Sun menulis, "Kanu believe!Gr iteatest ever win!".

Pelatih Wales, Chris Coleman, mengungkapkan timnya tersengat setelah tertinggal dan kemudian bangkit dan menakukkan Belgia, 3-1, dalam laga perempat final Piala Eropa 2016, Jumat (1/7/2016) atau Sabtu (2/7/2016) dini hari WIB. 

Radja Nainggolan membawa unggul lebih dulu saat pertandingan memasuki menit ke-13. Namun Wales kemudian bangkit dan berbalik unggul melalui gol-gol Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Voakes. Namun, Chris Coleman mengaku dirinya sempat khawatir saat Belgia yang berisi pemain-pemain papan atas memimpin.

"Anda pasti tak ingin tertinggal oleh tim seperti Belgia pada 10 menit pertama. Mereka akan membuat Anda frustrasi, mereka akan terus menguasai bola, dan Anda tahu (Eden) Hazards bisa membuat sesuatu," kata Chris Coleman.

"Anda tahu mereka bisa membuat Anda terluka. Mereka banyak mencetak gol dari serangan balik," tutur mantan pelatih Fulham ini.

"(Saat kebobolan) ini seperti hal terburuk yang Anda takutkan terjadi. Kami pun berpikir, "Ini sudah terjadi, mari kita melangkah ke depan menghadapi kenyataan," kata Chris Coleman lagi. 

Dan Wales ternyata melakukannya. Setelah Ashley Williams menyamakan skor pada menit ke-31, Wales kemudian menambah melalui aksi Hal Robson-Kanu pada menit ke-55 dan Sam Voakes (86).

"Setelah kebobolan kami menguasai permainan pada babak pertama. Mereka tak bisa mengatasi rotasi permainan kami. Kami menguasai bola dengan sangat baik. Tak banyak yang bisa melakukan itu melawan Belgia," ujar Chris Coleman lagi.

"Kami menguasai permainan dalam waktu yang lama. Kami mendominasi bola dan saat harus bertahan kami bertahan layaknya prajurit," imbuhnya.

Delapan hari setelah Inggris Raya memilih keluar dari Uni Eropa, Perdana Menteri David Cameron menyelamati Wales atas aksi heroik mereka pada Euro 2016.

"Penampilan yang luar biasa, hasil yang luar biasa. Hasrat dan kebanggaan yang telah ditunjukkan tim Wales dan pendukung Wales adalah hal luar biasa untuk disaksikan. Ungguli Portugal!," cuit Chris Cameron via Twitter seperti dikutip Reuters.

Sukses mengalahkan Belgia, Wales mencatatkan sejarah dengan melenggang ke semifinal untuk pertama kalinya dalam debut mereka di Piala Eropa. Ini adalah pencapaian terbaik Wales di turnamen besar setelah menjadi perempat final di Piala Dunia 1958.

Kini, Wales berkesempatan untuk membuat sejarah yang lebih menggetarkan lagi.

“Jangan takut untuk memiliki impian karena empat tahun lalu saya jauh dari ini karena Anda bisa bayangkan. Jangan takut untuk gagal. Saya sudah merasakan lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan dan saya menikmatinya,” ujar Chris Coleman usai pertandingan.

Soal jalannya pertandingan, Chris Coleman mengakui timnya penuh pengorbanan di laga ini. Gawang mereka sempat tertinggal terlebih dulu lewat gol Radja Nainggolan di menit 13.

"Kami tahu itu akan sulit. Sebelum menendang bola, saya sudah katakan kepada pemain untuk menikmati permainan. Kami di sini untuk bersaing dan kami merasa punya sesuatu untuk ditawarkan,” lanjutnya.

Chris Coleman yakin pemainnya masih bisa menunjukkan yang lebih baik lagi setelah ini. “Saya merasa ada lagi yang akan datang dari mereka. Kami berkompetisi dan itu semua yang kami minta dari para pemain.”

Kemenangan Euro 2016 Wales dari Belgia yang merupakan tim sepak bola terbaik kedua di dunia, membuktikan bahwa Belgia boleh saja memiliki semua bakat menyerang di dunia tetapi jika Belgia lemah di belakang maka Belgia akan terekspos pada tingkat tertinggi.

Cedera dan larangan bermain sementara telah memaksa pelatih Belgia Marc Wilmots menurunkan Jason Denayer sebagai starter dalam posisi bek tengah dan pemain berusia 21 tahun yang tidak berpengalaman itu telah melewati malam mengerikan yang akan terus menghantui dia selama sisa karirnya.

Belgia masuk ke turnamen ini tanpa disertai pemain Manchester City Vincent Jean Mpoy Kompany yang lagi cedera, yang bisa jadi merupakan bek tengah paling lengkap di Liga Utama Inggris, namun kemudian kehilangan Thomas Vermaelen akibat terkenan larangan bermain dan Jan Vertonghen yang cedera pergelangan kaki sewaktu berlatih, untuk laga delapan besar itu.

Bakat serang dan kreatif Belgia memang memenuhi lapangan, bahkan ketika mereka mendominasi saat-saat awal pertandingan dan memimpin dini lewat gol jarak jauh Radja Nainggolan, Jason Denayer dan bek kiri Jordan Lukaku kepayahan sehingga menjadi dorongan besar untuk Wales.

Jason Denayer menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman dari Manchester City untuk klub Turki Galatasaray, menyusul status sama di klub Skotlandia Celtic. Namun pada pertandingan Sabtu (2/7/2016) dini hari itu dia sepertinya sebaiknya terus berada di Manchester City untuk belajar banyak dari Vincent Jean Mpoy Kompany.

Ketika empat bek pertama kali turun bermain sebagai starter, maka tidak mengejutkan jika mereka berantakan dan dibingungkan oleh pendekatan cerdas Wales lewat tendangan penjuru manakala kapten Ashley Williams dengan mudah mengecoh Jason Denayer guna melepaskan tandukan yang menyamakan kedudukan.

Semestinya kapten Timnas Wales ini menciptakan gol keduanya beberapa saat setelah itu dengan trik yang sama dan dengan respon sama membingungkannya dari para pemain yang seharusnya menjaga dia.

Titik terendah pertahanan Belgia dan masa yang akhirnya mengakhiri perjalanan mereka pada turnamen ini terjadi pada menit 55 ketika Hal Robson-Kanu, pemain yang tidak memiliki klub karena baru saja dilepas klub divisi dua Inggris Reading, mengolah bola dengan gerakan badan dan kaki untuk kemudian meluncurkan tendangan menusuk ke dalam gawang Belgia.

Sebuah gerakan berkelit telah mengecoh Thomas Meunier dan Marouane Fellaini, sedangkan Jason Denayer malah mematung tidak melakukan tindakan apa-apa dengan membiarkan Hal Robson-Kanu mengendalikan waktu dan ruang yang diperlukannya untuk melesakkan bola ke gawang Belgia.

Jason Denayer melakukan blunder lagi setelah membiarkan umpan silang Chris Gunter melewatinya tanpa tersentuh kepalanya sehingga pemain pengganti Wales Sam Vokes bebas memainkan kepalanya untuk mengantarkan Wales mengubah kedudukan menjadi 3-1.

"Kami telah menghadapi sebuah tim yang sangat bagus dan sulit sekali menambal kekosongan akibat hilangnya Vermaelen dan Vertonghen, yang keduanya pemain berbakat dan berpengalaman, sangat sulit bermain tanpa kehadiran mereka," kata pelatih Marc Wilmots. "Anda kadang-kadang harus mengambil risiko dan menurunkan para pemain muda. Anda belajar dari masa-masa sulit sehingga ini hanya soal kekalahan."

Pupus sudah peluang terbaik Belgia mengangkat trofi kejuaraan besar untuk pertama kalinya. Sebaliknya Wales kini menatap ke depan untuk menghadapi Portugal pada semifinal, demikian Reuters.

Susunan Pemain:

Wales:

Wayne Hennessey, Chris Gunter, Neil Taylor, Ben Davies, James Chester, Joe Allen, Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Gareth Bale, Joe Ledley (78 Andy King).

Pelatih: Chris Coleman.

Belgia:

Thibaut Courtois, Toby Alderweireld, Radja Nainggolan, Axel Witsel, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Eden Hazard, Yannick Ferreira Carrasco, Jason Denayer, Thomas Meunier, Jordan Lukaku (74 Dries Mertens).

Pelatih: Marc Wilmots. (reuters/jos)

See Also

SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
Jaga Kebugaran Tubuh, Persit Kodim 0721/Blora Gelar Senam Aerobic
Owi/Butet Selamatkan Muka Indonesia Dengan Raih Emas Olimpiade Rio 2016
Eko Yuli Irawan Raih Perak Kedua Bagi Indonesia
Posisi Rio Haryanto Di Manor Racing Digantikan Esteban Ocon
Michael Phelps Sabet Emas Ke-21
Mahasiswi Universitas Bhayangkara Sri Wahyuni Rebut Medali Perak Olimpiade
Victoria Fyodorovna Azarenka Umumkan Dirinya Sedang Hamil
Setelah Lebaran Kodim 0716/Demak Gelar Latihan Yongmoodo
Portugal Lolos Ke Final Setelah Tundukkan Wales 2-0
Prancis Ke Semi Final Setelah Kalahkan Islandia 5-2
Jerman Menang Adu Penalti Atas Italia 6-5
Zinedine Zidane Tak Yakin Bertahan Di Real Madrid
Nico Rosberg Juara GP F1 Rusia
Valentino Rossi Juara MotoGP Spanyol
Mahasiswa UMK Raih Perunggu Di Kejuaraan Internasional PSHT
Nico Rosberg Menang GP F1 Shanghai Samai Rekor Michael Schumacher
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.068.040 Since: 05.03.13 | 0.1899 sec