Keluarga

Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby

Wednesday, 08 Juni 2016 | View : 463

KUDUS-SBN.

Masih tingginya tingkat kematian pada bayi akibat hipotermia. Hipotermia merupakan kondisi yang terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C.

Tingginya angka kematian pada bayi akibat hipotermia ini, rata-rata terjadi di daerah yang jauh dari akses kesehatan, khususnya di daerah pedalaman. Untuk menekan angka kematian bayi karena masalah ini, lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (FT UMK) membuat alat untuk menghindarkan bayi dari hipotermia.

Lima mahasiswa FT UMK yang telah berhasil merancang alat yang diberi nama ‘’Pup Baby’’ (Pupa Incubator Portable for Baby) itu adalah Rahmawan Wijaya, Raditya Rifky Herdiansyah, Mufti Mubarok, Syafiq Bullah Amin, dan Ryan Andika.

‘’Pup Baby ini lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2016 melalui pengajuan tahun 2015,’’ ujar Rahmawan Wijaya, ketua tim PKM-KC dari FT UMK tersebut.

Syafiq Bullah Amin, anggota tim PKM-KC, menyampaikan, ide pembuatan ini berdasarkan pengalaman, ada bayi saudaranya di salah satu desa di Pegunungan Muria di Kudus, meninggal karena mengalami hipotermia.

‘’Sewaktu saudara Saya membawa anaknya ke rumah sakit, namun akhirnya tidak tertolong karena akses ke rumah sakit terlalu jauh melalui naik turun jalanan pegunungan yang cukup berbahaya,’’ terangnya, Rabu (8/6/2016).

Dengan pengalaman itu, Syafiq Bullah Amin dan teman-temannya kemudian mendiskusikan untuk mencari solusi, agar permasalahan serupa tidak menimpa orang lain yang memiliki anak bayi. ‘’Pada 2015, setelah melalui diskusi panjang, akhirnya kami mengajukan Pup Baby ini dalam seleksi PKM-KC,’’ jelasnya.

Dikemukakan, Pup Baby ini merupakan peralatan yang simpel dan bisa dibawa ke mana-mana. ‘’Yang banyak dikenal masyarakat umum selama ini untuk penghangat bayi yaitu incubator yang ada di rumah sakit atau klinik-klinik kesehatan. Itu sangat mahal dan tidak praktis,’’ lanjut Syafiq Bullah Amin diamini Mufti Mubarok.

Tim pembuat Pup Baby dari FT UMK ini berharap, alat yang telah dirancangnya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas di Indonesia, khususnya di wilayah pinggiran dan pedalaman yang akses ke klinik kesehatan atau rumah sakit, sangat sulit.

‘’Harapan kami sederhana, semoga alat ini bisa membantu pemerintah dalam mengatasi atau menekan angka kematian bayi karena hipotermia,’’ kata Syafiq Bullah Amin didampingi Rahmawan Wijaya dan Mufti Mubarok.

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
Tiga Gaya Hidup Cegah Kanker
jQuery Slider
Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.846.855 Since: 05.03.13 | 0.2306 sec