Hukum

Pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti Sebut Kejaksaan Tidak Tahu Diri

Saturday, 07 Mei 2016 | View : 815

SURABAYA-SBN.

Para pendukung Ketua Umum PSSI yang juga adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti yang tergabung dalam Perkumpulan Pemuda Jawa Timur (Jatim) menganggap Kejaksaan sebagai pihak yang tidak tahu diri, karena terus mengusut La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam kasus korupsi dana hibah Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jatim dan kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian  Uang) karena memakai uang dana hibah Kadin Jatim untuk membeli Initial public offering/IPO (saham) Bank Jatim.

Padahal beberapa waktu yang lalu sudah banyak pihak yang mengingatkan bahwa La Nyalla Mahmud Mattalitti adalah keponakan dari Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia periode 2012-2017, Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. Tindakan Kejaksaan yang terus mengusut kasus korupsi La Nyalla Mattalitti sama saja dengan menunjukkan bahwa lembaga Kejaksaan itu tidak menghargai lembaga Mahkamah Agung (MA).

Bagus Muslimin korrdinator Perkumpulan Pemuda Jatim menyatakan bahwa harusnya Kejaksaan sebagai lembaga yang posisinya di bawah Pemerintah dan DPR RI itu tahu diri.

“Pimpinan pemerintahan bisa dikoreksi dan dilengserkan oleh DPR/MPR RI. Pimpinan atau anggota DPR/MPR RI bisa dikoreksi dan diganti, misalnya seperti yang terjadi pada Setya Novanto, Fahri Hamzah dll. Sedangkan MA dan kekuasaan Kehakiman itu keputusannya tidak bisa dikoreksi dan tidak bisa diganti, karena MA adalah lembaga pemegang kekuasaan Yudikatif yang memegang amanat hukum tertinggi,” ujarnya.

“Sudahlah, mau berapa kali mengusut, mau nambah alat bukti, mau mengusut dengan berbagai dalil landasan hukum dll. Langkah Kejaksaan pasti akan selalu dikalahkan dalam praperadilan oleh para Hakim yang berada dibawah jajaran Mahkamah Agung sebagai kekuasaan Kehakiman. Tidak mungkin Kejaksaan bisa menang melawan kekuasaan Kehakiman, maka sebaiknya Kejaksaan jangan bikin gaduh, dan segera hentikan pengusutan kasus La Nyalla Mattalitti,” tukasnya.

Menurut Bagus Muslimin, jika Kejaksaan nekad, itu artinya sama saja bahwa Kejaksaan melecehkan lembaga MA, karena terus mengganggu keluarga Ketua MA.

Bagus Muslimin meminta Kejaksaan jangan kemudian malah bikin runyam dengan meminta Komisi Yudisial (KY) untuk memantau jalannya sidang pra peradilan kasus La Nyalla Mattalitti. Itu cuma langkah Kejaksaan untuk cari sensasi saja.

“Sebab keputusan Hakim tidak bisa diganggu-gugat, lihat saja kasus keputusan praperadilan yang dibuat oleh Hakim Sarpin Rizaldi. Meski ada catatan dari KY, akan tetapi keputusan Hakim itu tetap berlaku dan tidak bisa dibatalkan atau dikoreksi. Dan rekomendasi KY untuk menindak Hakim Sarpin Rizaldi ditolak oleh MA. Karena kekuasaan Kehakiman tidak bisa dicampuri oleh siapapun,” tambahnya.

“MA beserta jajaran kekuasaan Kehakiman itu penjaga hukum, bahkan ada pameo dalam dunia hukum bahwa Hakim adalah wakil Tuhan untuk menjaga peraturan didunia agar ada ketertiban masyarakat. Tindakan Kejaksaan yang mengganggu kekuasaan Kehakiman berarti sama saja dengan merusak ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (jarak/bt)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.600 Since: 05.03.13 | 0.4046 sec