Politik

Komite Konvensi Memiliki Wewenang Mendorong Calon Lain Di Luar 11 Nama

Thursday, 15 Agustus 2013 | View : 793

JAKARTA-SBN.

Seperti banyak diberitakan, ada 11 nama yang diundang Partai Demokrat untuk ikut konvensi. Ke-11 nama yang diundang Partai Demokrat antara lain Marzuki Alie (Ketua DPR), Pramono Edhie Wibowo (mantan Kasad), Irman Gusman (Ketua DPD), Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), Mahfud MD (mantan Ketua MK), Djoko Santoso (mantan Panglima TNI), dan Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI). Dua nama lainnya menyatakan diri ingin mengikuti konvensi, yakni anggota Komisi I DPR RI, Hayono Isman, dan anggota Dewan Pembina Demokrat, Ahmad Mubarok.

Komite Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat harus menemukan calon alternatif dari 11 nama yang sudah diajukan Partai Demokrat. Komite Konvensi memiliki kewenangan mendorong calon-calon lain yang lebih menjanjikan dan melakukan pendekatan informal ke mereka agar mau ikut konvensi. "Komite Konvensi harus berupaya keras menemukan calon yang memiliki kualifikasi diidolakan. Saya melihat nama-nama yang beredar saat ini masih standar," kata peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, saat dihubungi, Rabu (14/8/2013). Peneliti politik LIPI, Siti Zuhro yakin masih banyak calon yang cukup potensial dibandingkan 11 nama yang sudah diajukan. Komite Konvensi capres Partai Demokrat harus menemukan sosok yang diidolakan agar sekaligus meningkatkan elektabilitas Demokrat.

Lebih jauh, Peneliti politik LIPI, Siti Zuhro menyebutkan pihaknya percaya sejumlah nama yang tergabung dalam tim 17 memiliki integritas yang tak perlu diragukan lagi. "Mereka harus membuktikan bahwa mereka benar-benar kredibel," pungkas Siti Zuhro. 

Mantan Anggota Tim Seleksi Komisioner KPU itu juga mengingatkan agar Komite Konvensi sekuat tenaga menghindari dispute atau perselisihan antaranggota. "Apalagi mereka terdiri dari 17 orang yang latar belakangnya beragam. Di dalamnya pun terdapat tokoh internal Demokrat. Dispute pasti mudah terjadi," jelas Siti Zuhro. Perselisihan yang mungkin akan muncul dalam perjalanan Komite Konvensi, sambung Siti Zuhro, adalah tarik-menarik antara independensi dan kepentingan anggota yang berasal dari internal. Pengalamannya sebagai anggota Tim Seleksi Komisioner KPU, dispute kerap terjadi dalam situasi yang dihadapkan pada pilihan. "Saat itu kami yang berdelapan dan cenderung independen saja kencang tarik-menariknya. Apalagi yang berjumlah 17 dan anggotanya beragam," jelas Siti Zuhro. Diharapkan Komite Konvensi bisa mengelola aspirasi dan argumentasi semua anggota. Jika hal tersebut gagal dilakukan, dia yakin tujuan utama mencari capres yang diinginkan Demokrat tak akan tercapai.

"Konvensi bertujuan menjaring calon sebanyak mungkin dengan harapan menemukan sosok pengganti SBY. Jangan sampai para anggota Komite Konvensi justru menjadi alat legitimasi bagi keinginan calon tertentu untuk menjadi capres Demokrat," tutur pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito, saat dihubungi Selasa (13/8/2013). Mekanisme konvensi untuk mencari kandidat calon presiden Partai Demokrat, lanjut Arie Sudjito, akan efektif untuk membangun citra partai. "Mekanisme konvensi sangat bisa mempertahankan citra Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka," tambah dia. Meski begitu, Arie Sudjito mewanti-wanti konvensi akan efektif jika Demokrat mampu meraup banyak suara di pemilu legislatif. "Untuk itu, mesin dan kader partai Demokrat harus benar-benar berjuang keras untuk meraih banyak suara di pemilu legislatif," terang Arie Sudjito.

Direktur Lingkar Madani Nasional, Ray Rangkuti, menegaskan dalam konvensi Demokrat, mesti ada transparansi dalam penggunaan dana operasional. Masalah dana itu diungkapkan kepada masyarakat. Transparansi penggunaan dana merupakan bagian dari kewajiban pertanggungjawaban partai kepada masyarakat. Ray Rangkuti menuturkan jika Partai Demokrat tidak membuka diri terhadap penggunaan dananya, Demokrat akan kehilangan kesempatan untuk mengabdi pada tujuan-tujuan substansial Demokrasi. "Sangat disayangkan terobosan mulia untuk menempuh jalur konvensi justru lemah dalam subatansinya. Proses itu seperti pesta tempat orang menari-nari dan berakhir begitu saja tanpa kenangan yang layak diperbincangkan," jelas Ray Rangkuti.

Sebelumnya, Partai Demokrat telah memercayakan pencarian capres dari Partai Demokrat terhadap 17 orang yang tergabung dalam Komite Konvensi. Anggota komite terdiri dari tujuh orang dari internal partai dan sepuluh dari eksternal partai, termasuk sejumlah tokoh nasional dan pengamat politik.

Manajer riset Pol-Tracking Institute, Arya Budi, mengatakan dibentuknya Komite Konvensi Partai Demokrat yang melibatkan para profesional patut diapresiasi. Apalagi, komposisi para profesional dalam komite lebih dominan. Dengan komposisi seperti itu, calon yang lolos seleksi akan lebih menjanjikan. "Komposisi komite yang melibatkan profesional lebih banyak ini harus kita apresiasi," bilang Arya Budi.

Bagi Partai Demokrat, hajatan konvensi ini cukup menjanjikan karena mampu menciptakan atensi media yang bisa mengirimkan pesan ke publik bahwa Partai Demokrat adalah partai dengan gagasan kandidasi yang lebih demokratis ketimbang partai lain. Partai Demokrat akan merancang tahapan konvensi dengan mengacu tidak hanya pada kalender Pilpres, namun justru mengacu pada tahapan pemilu legislatif.

Peneliti senior Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, mengatakan jika dilihat dari komposisi tim Komite Konvensi, Partai Demokrat ingin menunjukkan konvensi yang transparan.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Saleh Daulay, juga mengapresiasi dilibatkannya para profesional dalam Komite Konvensi yang akan menyeleksi calon yang bakal ikut hajatan penjaringan capres tersebut. Apalagi, bila melihat rekam jejak dari beberapa anggota komite, khususnya yang dari eksternal, konvensi semestinya bisa menghasilkan calon yang menjanjikan. Namun, persoalannya tentu tidak berhenti sampai di situ. Ada proses sebelum tahapan konvensi dimulai, ketika semua orang diundang. "Bila peserta yang ikut terdiri dari orang-orang hebat, konvensi akan menghasilkan orang hebat," tandas Saleh Daulay.

Sebelumnya, anggota Komite Konvensi, Effendi Gazali, mengungkapkan Komite Konvensi saat ini sedang menyeleksi sejumlah nama yang pantas untuk ikut konvensi, baik yang sudah diajukan Demokrat maupun nama-nama yang akan diundang langsung oleh Komite Konvensi. Selanjutnya, pada akhir Agustus, Komite Konvensi akan mengumumkan siapa saja nama peserta yang resmi ikut konvensi. Setelah itu, barulah Komite Konvensi bekerja keras menyaring siapa yang paling pantas menjadi capres Demokrat. Mekanismenya antara lain melalui debat kandidat di media massa hingga kampanye ke daerah-daerah. Di tahap akhir penyaringan, akan dilakukan survei dari tiga lembaga survei. Nama teratas yang muncul otomatis akan menjadi capres yang diusung Demokrat. Diperkirakan nama calon akan diumumkan pada April tahun 2014. (ant/kj)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.312.959 Since: 05.03.13 | 0.1756 sec