Internasional

Korea Utara Umumkan Keberhasilan Uji Tembak Rudal Balistik

Sunday, 24 April 2016 | View : 237

PYONGYANG-SBN.

Korea Utara (Democratic People's Republic of Korea/DPRK) mengumumkan keberhasilan uji tembak bawah air rudal balistik kapal selam yang dipandu pemimpin tertingginya Kim Jong Un menurut laporan kantor berita Korea Utara KCNA, Minggu (24/4/2016).

Uji tembak ditujukan untuk "mengonfirmasi stabilitas sistem peluncuran balistik bawah air di kedalaman air maksimum, fitur terbang kinetik pada sistem penerbangan vertikal rudal balistik dengan bahan bakar mesin solid berkekuatan tinggi, pemisahan panas bertahap, dan akurasi peledakan nuklir perangkat hulu ledak."

Media pemerintah Korea Utara menyebutkan uji tembak itu menunjukkan "keberhasilan di depan mata" dan bahwa Kim Jong Un puas dengan hasil tersebut, namun tidak menyebutkan kapan uji tembak rudal balistik kapal selam itu dilakukan.

Teknologi peluncuran rudal balistik kapal selam gaya DPRK telah memenuhi semua kebutuhan teknis untuk melakukan operasi serangan bawah air menurut laporan KCNA.

Kim Jong Un mengatakan peluncuran rudal balistik kapal selam memperkuat kemampuan operasi bawah air Angkatan Laut dan bahwa militer sekarang bisa menyerang pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat kapan saja.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pada Sabtu (23/4/2016) menyatakan DPRK melakukan peluncuran rudal balistik kala selamnya dari pantai Timur Semenanjung Korea dan bahwa militer memantau lebih dekat gerakan pasukan DPRK untuk provokasi lebih lanjut.

Ini untuk kedua kalinya media pemerintah DPRK mengumumkan keberhasilan uji tembak rudal balistik kapal selam.

Pada 9 Mei 2015, KCNA melaporkan bahwa Kim Jong Un melihat uji tembak rudal balistik kapal selam yang baru dibangun dan menyebutnya berhasil.

Korea Utara diperkirakan akan melaksanakan uji coba nuklir kelima dalam beberapa waktu mendatang, kemungkinan sebelum kongres partai pada awal Mei, sebuah laporan media mengatakan pada Minggu (17/4/2016).

Media itu mengutip sejumlah sumber dari pemerintah Korea Selatan berdasarkan pengetahuan mereka terkait aktivitas yang dilaksanakan di lokasi pengujian Korea Utara.

Berita terkait tanda-tanda yang mengindikasikan Korea Utara sedang bersiap menguji coba nuklir itu datang setelah Pyongyang mempersiapkan diri mengadakan kongres Partai Pekerja yang berkuasa pada awal Mei mendatang.

Kim Jong-un diperkirakan akan mengutarakan keberhasilannya dalam membangun program persenjataan.

Kemungkinan Korea Utara segera mengujicoba nuklir yang kelima, dalam beberapa minggu ke depan, semakin meningkat arena adanya peluncuran misil yang gagal pada Jumat lalu kemunduran memalukan terhadap Kim Jong-un, para pejabat Korea Selatan dan pakar internasional mengatakan.

"Dibandingkan pada bulan lalu, jumlah kendaraan, tenaga dan peralatan yang dikerahkan meningkat dua hingga tiga kali lipat belakangan ini," Kantor Berita Yonhap mengutip sejumlah sumber pemerintah.

Kemungkinan adanya uji coba, jika memang benar akan terjadi, itu akan menyusul uji coba nuklir keempat pada Januari lalu dan sebuah peluncuran roket jarak jauh pada bulan berikutnya, yang mengarah kepada sejumlah sanksi baru dari PBB yang gagal untuk menangkal ambisi senjata Pyongyang.

Militer Korea Selatan telah mengatakan Pyongyang saat ini secara teknis siap untuk melakukan uji coba nuklir tambahan, bergantung kepada keputusan politik dalam kepemimpinannya.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi laporan itu namun menyatakan kembali bahwa Korea Utara dapat melaksanakan uji coba mereka kapan saja.

Korea Utara mencoba dan gagal meluncurkan apa yang diduga para pakar sebagai sebuah misil balistik jarak menengah pada Jumat (15/4/2016), sebuah aksi yang melanggar sejumlah sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Reuters melaporkan, kegagalan itu juga dinilai sebagai sebuah kemunduran yang memalukan untuk pemimpinnya, Kim Jong Un, yang memicu kritik dari sekutu utama Korea Utara, China.

Peluncuran yang gagal itu, dilaksanakan saat negara tertutup tersebut merayakan "Hari Matahari" yang merupakan hari ulang tahun kakek Kim Jong Un, Kim Il-sung, menyusul uji coba nuklir keempat Korea Utara pada Januari dan peluncuran roket pada Februari, yang mengarah kepada sebuah sanksi baru dari PBB.

Meskipun demikian, Korea Utara masih tetap menjalankan program misil mereka, dan diawasi secara langsung oleh Kim Jong Un.

Laman 38 North yang bermarkas di Amerika Serikat, yang mengkhususkan terhadap isu Korea Utara, mengatakan bahwa terdapat sebuah kegiatan di situs nuklir negara itu berdasarkan citra satelit yang ada, dan pada Rabu (13/4/2016) mengatakan bahwa kemungkinan adanya uji coba nuklir kelima "tak dapat dipungkiri".

China yang merupakan pendukung ekonomi dan kegiatan diplomatis Korea Utara yang paling penting, mengutarakan kemarahannya terhadap uji coba nuklir dan peluncuran roket Pyongyang, yang melanggar sanksi PBB yang mana China ikut menandatanganinya.

"Peluncuran sebuah misil balistik jarak menengah pada Sabtu (16/4/2016) oleh Korea Utara, meskipun gagal, menjadi tanda terbaru dalam serangkaian kegiatan penyulutan perang, jika tidak diawasi, tidak akan membawa negara itu kemana pun," kantor berita China Xinhua mengatakan dalam sebuah artikel berbahasa Inggris.

"Persenjataan nuklir tidak akan membuat Pyongyang lebih aman. Sebaliknya, pengeluaran militernya yang sangat mahal akan menyiksa perekonomian mereka," artikel itu menambahkan.

Jumat (15/4/2016) merupakan hari peringatan ulang tahun Presiden pendiri Korea Utara, Kim Il Sung yang dirayakan secara luas. Pada 2012, hari yang sama ditandai dengan sebuah uji coba peluncuran roket yang juga gagal.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peluncuran itu dilakukan pada pukul 05.33 waktu setempat atau 03.33 WIB dan terlacak oleh Komando Strategis Amerika Serikat yang juga menyatakan bahwa uji coba itu gagal.

"Kami meminta kembali kepada Korea Utara untuk menahan diri dari langkah dan retorika yang akan meningkatkan ketegangan di wilayahnya dan lebih berfokus kepada langkah untuk memenuhi komitmen dan kewajiban internasional mereka," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Misil itu diperkirakan sebagai sebuah misil Musudan, kata kantor berita Korea Selatan Yonhap, sebuah misil balistik jarak menengah dengan perkiraan jangkauan sejauh 3.000 kilometer yang dapat diluncurkan dari tempat luncur bergerak di daratan namun belum pernah diujikan.

Amerika Serikat, yang memiliki 28.000 orang prajurit yang ditempatkan di Korea Selatan, mengatakan pada Kamis (14/4/2016) bahwa mereka mengetahui laporan bahwa Korea Utara bersiap untuk menguji misil jarak menengah dan memantau Semenanjung Korea dengan seksama.

"Berdasarkan waktunya, misil hari ini merupakan sebuah tembakan penghormatan pada Hari Matahari, menjelang kongres partai, namun kegagalannya memberikan rasa malu," ujar Chang Gwang Il, seorang pensiunan tentara Korea Selatan.

Korea Utara dijadwalkan akan mengadakan kongres partai yang berkuasa pada awal Mei, menjadi pertemuan pertama dalam 36 tahun terakhir.

Korea Utara tidak dapat benar-benar mengabaikan sanksi yang ada, namun mempertimbangkan itu sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan sebuah peluncuran misil untuk memberikan pesan kepada dunia bahwa "kami tidak tunduk terhadap sanksi," ujar Chang Gwang Il.

Sejumlah pakar mengatakan, Korea Utara kemungkinan memilih untuk mencoba meluncurkan Musudan saat mereka mencoba mengembangkan sebuah misil balistik antarbenua yang didesain untuk menempatkan Amerika Serikat dalam jangkauannya.

Korea Utara, yang seringkali memberikan ancaman untuk menghancurkan Korea Selatan dan Amerika Serikat, seringkali menembakkan misil pada saat adanya ketegangan di wilayah sekitarnya atau saat mereka berada di bawah tekanan yang menuntut mereka untuk menghentikan program persenjataan mereka.

Korea Utara yang tertutup dan Korea Selatan yang kaya dan demokratis secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena konflik 1950-1953 mereka berakhir dengan gencatan senjata, dan bukan dengan perjanjian damai.

PBB pada Jumat (15/4/2016) kembali mendesak Korea Utara (Democratic People's Republic of Korea/DPRK) untuk latihan menahan diri setelah negara itu gagal meluncurkan rudal balistik.

Saat menjawab pertanyaan para pewarta tentang reaksi PBB terhadap peluncuran rudal Korea Utara, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan,"kami tentunya mengetahui laporan terkini tentang aktivitas DPRK, yang mengkhawatirkan. Kami sekali lagi menyeru DPRK untuk latihan menahan diri."

DPRK berusaha meluncurkan rudal balistik, yang diyakini sebagai rudal jarak menengah Musudan, ke perairan bagian Utaranya pada Jumat (15/4/2016) namun upaya itu tampaknya gagal menurut laporan kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Seperti dilansir kantor berita Xinhua, guna mengekang program nuklir dan rudal DPRK, Dewan Keamanan PBB telah menerapkan empat resolusi, yang terakhir disahkan Maret mengenakan sanksi paling berat terhadap DPRK, termasuk pelarangan ekspor dan pembekuan aset. (reuters/xinhua/yonhap)

See Also

Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
Dunia Kutuk Serangan Teror Di Klub Malam Istanbul
Joko Widodo Dinobatkan Pemimpin Terbaik Asia-Australia
Badai Kilat Tewaskan Ratusan Rusa Kutub Di Norwegia
PBB Minta Yunani Lindungi Pengungsi Saat Musim Dingin
Tidak Ada WNI Korban Gempa Myanmar
Gempa Bumi Di Italia Tewaskan 250 Orang
Tiga WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Tetap Terima Upah Perusahaan
Sengketa Laut China Timur Berlanjut
Menteri Hukum Turki Rilis 16 Ribu Tersangka Resmi Ditahan Terkait Kudeta
Pemerintah Turki Rilis 216 Tentara Masih Buron Setelah Upaya Kudeta
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.821.267 Since: 05.03.13 | 0.2605 sec