Ekonomi

Menteri Perhubungan Minta Jaminan China Terkait Standar Teknologi KA Cepat

Saturday, 23 April 2016 | View : 339

BEIJING-SBN.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta kepastian China terkait standar tekonologi yang akan digunakan pada kereta api cepat Bandung-Jakarta, agar kenyamanan dan keselamatan penumpang benar-benar terjamin.

"Mereka harus benar-benar menerapkan standar teknis, termasuk teknologi yang digunakan di sini (China), pada kereta api cepat Jakarta-Bandung. Jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi mereka, saya tidak akan keluarkan ijin bagi operasional kereta cepat ini," kata Ignasius Jonan kepada Antara Beijing, Jumat (22/4/2016) malam.

Sepanjang Jumat (22/4/2016), Menhub Ignasius Jonan secara terpisah mengadakan pertemuan dengan Menteri Pembangunan Pembangunan dan Reformasi China (The National Development and Reform Commission of the Peoples Republic of China /NDRC) semacam Bappenas di Indonesia, Xu Shaoshi dan Menteri Transportasi China Yang Chuantang, serta Presiden China Railway Sheng Guangzu.

Didampingi Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo, dalam pertemuan dengan Menteri Xu Shaoshi, Menteri Perhubungan Indonesia Ignasius Jonan menegaskan, Kementerian Perhubungan sangat mendukung dengan proyek kereta api cepat Bandung-Jakarta, namun standar teknis dan teknologi yang digunakan, harus jelas.

"Standar teknis dan teknologi yang digunakan sangat berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Karenanya pihak NDRC dan konsorsium harus dapat memastikan standar teknis serta teknologi yang digunakan," katanya.

Menteri Perhubungan Indonesia, Ignasius Jonan menambahkan, "Jika, di China menggunakan lebar rel kereta api 5 meter, untuk kecepatan 350 kilometer per jam, ya itu pula yang digunakan untuk kereta api cepat Jakarta-Bandung. Jangan diubah standarnya, lebar rel 4,6 meter, untuk kecepatan 350 kilometer jam. Selisih 0,4 meter itu sangat berpengaruh".

Dalam proyek senilai Rp 78 triliun tersebut, China semula mencantumkan standar kecepatan 250 kilometer per jam, dengan lebar rel kereta api 4,6 meter. Namun, belakangan tingkat kecepatan ditingkatkan menjadi 350 kilometer per jam, tanpa merubah lebar rel kereta menjadi 5 meter, seperti standar teknis yang digunakan di China.

"Proyek ini dibangun oleh China, menggunakan standar teknis dan teknologi China. Ya itu yang dipakai, jangan menggunakan standar berbeda. Jika, ini dilakukan maka kami akan menggunakan konsultan independen negara lain untuk proyek ini. Tentu pihak China mau kan," kata Ignasius Jonan menegaskan.

Menanggapi itu Menteri Xu Saoshi mengatakan, "kereta api cepat yang dibangun untuk rute Jakarta-Bandung, akan menggunakan standar dan teknologi China, seperti yang digunakan di China dan beberapa negara lain.

Ia menambahkan, "pihak kami sangat berterima kasih atas dukungan Kementerian Perhubungan RI dan perhatiannya terhadap standar serta tekonologi yang digunakan, dan ini akan menjadi fokus kami untuk ditindaklajuti, karena bagaimana pun proyek ini yang pertama bagi Indonesia sehingga harus benar-benar memberikan manfaat. Kami memahami, dan kami akan bicarakan dengan pihak terkait".

Sementara dalam pertemuan dengan Menhub China Yang Chuantang, Ignasius Jonan selain menyampaikan hal serupa, juga meminta agar Kementerian Perhubungan China memberikan jaminan terkait perubahan standar teknis serta teknologi yang digunakan pada kereta api cepat Jakarta-Bandung.

"Jika ada perubahan standar teknis dan teknologi yang digunakan, semisal terkait kecepatan yang berubah dari semula 250 menjadi 350 kilometer per jam, kami harus diberitahu lebih dulu dan itu diketahui serta dijamin oleh Kementerian Perhubungan China, agar kereta api cepat Jakarta-Bandung itu, benar-benar nyaman dan aman digunakan. Jangan perubahan itu dilakukan begitu saja saat pembangunan berjalan, tanpa pemberitahuan dan jaminan dari regulator China," ujar Ignasius Jonan menegaskan.

Terkait itu, Menhub Yang Chuantang menyatakan akan menindaklanjutinya dengan pihak yang berkaitan dengan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Selain masalah standar teknis dan teknologi yang tidak sesuai, dalam pertemuan dengan Menteri NDRC dan Menhub China, Ignasius Jonan juga meminta agar permasalahan pembebasan lahan segera dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemda yang wilayahnya akan digunakan sebagai jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, sekira 150 kilometer.

"Jika persoalan lahan ini tidak dapat diselesaikan, maka pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, sudah dipastikan tidak akan tepat waktu," kata Ignasius Jonan mengingatkan.

Perihal standar teknis serta teknologi KA cepat Jakarta-Bandung, dan pembebasan lahan juga disampaikan Jonan kepada Presiden China Railway selaku operator kereta nasional China, dan kepala konsorsium China untuk pembangunan proyek kereta api cepat, yang ditargetkan operasional pada 2018. (ant)

See Also

Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Saham Wall Street Melemah
Vice President Lotte Gantung Diri Di Pohon
Dandim 0716/Demak Hadiri Demak Expo 2016
Kodim 0716/Demak Siap Dukung Sergap Demi Kedaulatan Pangan
Saham Hang Seng Berakhir Lebih Rendah
Dandim 0716/Demak Tinjau Lokasi Panen Yang Akan Dihadiri Mentan RI
21 Trayek Baru Transjakarta Jabodetabek
Tangerang Reklamasi Pantai Mutiara Seluas 9.000 Ha
BEM UMK Gelar Diskusi Membangun Kedaulatan Petani
Gubernur DKI Jakarta Ingin Ancol Berkelas Internasional
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.847.157 Since: 05.03.13 | 0.2652 sec