Nasional

Relokasi PKL Tanah Abang Ke Blok G, Haji Ucu Terima Kasih Jokowi Ahok

Saturday, 17 Agustus 2013 | View : 308

JAKARTA-SBN.

Seorang tokoh Tanah Abang, M. Yusuf bin Muhi atau biasa disapa Bang Ucu, pernah menolak ajakan untuk bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama. Namun, hari ini, Jumat (16/8/2013), Bang Ucu nongol di Balai Kota DKI, kantor Jokowi dan Ahok. Bang Ucu menyatakan baru saja bertemu dengan Wakil Gubernur Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Tokoh Tanah Abang Betawi, M. Yusuf bin Muhi atau yang akrab disapa Haji Ucu bersilaturahmi ke kantor Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan soal relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Blok G Pasar Tanah Abang. Didampingi sembilan anak buahnya, Bang Ucu yang mengenakan jaket kulit serta peci hitam itu menemui Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerja wakil gubernur di lantai 2, Balai Kota DKI. Namun, Jokowi tak tampak di sana. Rupanya, Gubernur DKI itu sedang berada di Gedung DPR untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden SBY.

Haji Ucu berterima kasih kepada Jokowi-Ahok yang memikirkan nasib para PKL. Ditambahkan pula, pihaknya siap membantu penataan Tanah Abang. "Warga Tanah Abang mengucapkan terima kasih kepada Jokowi dan Ahok yang mana beliau ada pikiran untuk mengubah nasib PKL yang berjualan di jalan," kata Bang Ucu seusai pertemuan. Menurut dia, kebijakan yang dicetuskan Jokowi-Ahok berdampak pada peningkatan nasib dan kesejahteraan PKL Tanah Abang. "Sekarang anak-anak punya toko sendiri meskipun kecil," tutur pria yang dijuluki jago Tenabang ini. Dengan kedatangannya di Balai Kota DKI Jakarta, Bang Ucu berupaya meluruskan situasi yang sempat menegang antara Jokowi-Ahok dengan PKL.

Ke depannya, pria berdarah Betawi ini berharap agar pendaftaran PKL yang akan direlokasi dilakukan dengan serius. Haji Ucu juga meminta proses seleksi Blok G memprioritaskan pedagang asli Tanah Abang. Hal tersebut menghindari PKL bandel yang bukan mantan PKL dari Tanah Abang. "Saya minta juga dengan Pak Ahok supaya yang mendaftar itu benar-benar asli pedagang kaki lima. Tidak ada benalu-benalu yang lain. Jadi kasian lah mereka yang benar untuk membiayakan nafkah keluarga" kata Haji Ucu. "Semoga tidak ada benalu. Kasianlah mereka PKL yang benar-benar mencari nafkah buat keluarga. Kalau ada orang yang ngebonceng nanti kiosnya dijual lagi," ujar Bang Ucu.

Sebelumnya, sejumlah tokoh Pasar Tanah Abang mendatangi kantor Wakil Gubernyr DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’. Sejumlah tokoh Pasar Tanah Abang tersebut melaporkan dugaan adanya upaya pemohon kios Blok G yang tidak berjualan, tapi hanya bermaksud menyewakan atau menjual kios. “Kami nggak melarang orang daftar, tapi sesuai amanah Pak Wagub yang diutamakan adalah yang tergusur,” ungkap salah satu tokoh bernama Taufik Hidayat di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).

Taufik Hidayat mengaku menerima banyak laporan yang menyebutkan sebagian pemohon tidak berniat berdagang di Blok G, melainkan menyewakan kios. Melihat kondisi itu, Taufik Hidayat menilai proses verifikasi dan pembagian itu mirip pembagian zakat, langsung diserbu masyarakat. “Ya, banyak kayak gitu, siapa pun bisa daftar asal KTP DKI. Ada yang punya kios di pasar lain, tapi dia mau buka di Blok G juga. Jadi kayak pembagian zakat, pada diserbu,” tegas Taufik Hidayat.

Mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama yang menerima para tokoh tersebut menilai temuan ini mirip dengan pembagian Rusun Marunda pada awal tahun. Ada nama pemilik unit rusun, tapi kosong karena untuk disewakan. “Ini ada lagi kayak di Rusun Marunda. Ada orang daftar tapi dia malah jual atau sewakan. Kalau ini ketemu dipidanakan saja,” tegas mantan anggota DPR RI, Basuki Tjahaja Purnama yang langsung memerintahkan Kepala Dinas UMKM Ratna Ningsih mengambil tindakan antisipasi. (sp/id/kj/ant)

See Also

Kasat Lantas Metro Jakut Sebut Hotman Tabrak Bus Bukan Mobil Boks
Kronologi Lamborghini Hotman Paris Hutapea Tabrak Mobil Box Hingga Tewaskan Sang Sopir
Panglima TNI Larang Jajaran TNI Beri Pernyataan Hasil Investigasi Insiden TNI Dan Brimob Di Batam
TNI Ancam Tembak Kepala Pejabat Yang Bicara Soal Insiden TNI Dan Brimob Di Batam
Demo Tolak Ahok Jadi Gubernur DKI, Massa FPI Hajar Seorang Perempuan
Wartawati Salah Satu Media Nasional Dilecehkan Massa Laskar FPI
Aparat Keamanan Siaga Hadapi Demo Front Pembela Islam Tolak Ahok
Perempuan Tepergok Taruh Sesajen Di Pintu Belakang Gedung KPK
Pengunduran Diri Jokowi Sebagai Gubernur Akan Segera Dibahas DPRD DKI
Mabes TNI Rombak Beberapa Jabatan Strategis
Gamawan Fauzi Bilang Jangan Sebut Pilkada Tak Langsung Kemunduran Demokrasi
Asosiasi DPRD Se-Indonesia Bahas Pernyataan Wagub DKI Jakarta
Ahok Tak Takut Tebaran Ancaman Anggota DPRD
Amien Rais Biarkan Bima Arya Sugiarto Dukung Pilkada Langsung
Ketua KPK Sebut Pilkada Mestinya Dilaksanakan Secara Langsung
Bima Arya Sugiarto Dukung Pilkada Langsung
Ridwan Kamil Bilang Saya Berbeda Dengan Ahok
Ridwan Kamil Tolak Pilkada Oleh DPRD
Ahok Mundur Dari Gerindra, Ini Tanggapan Jokowi
Kemendagri Sebut Pengunduran Diri Ahok Tak Pengaruhi Jabatannya
Fadli Zon Ingatkan Ahok Kalau Melawan Harus Berada Di Luar Partai
Disarankan Keluar Gerindra, Ini Tanggapan Ahok
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Persilakan Ahok Keluar Partai
Partai Gerindra Sebut Lembaga Survei Tak Diperlukan Dalam Pemilukada Melalui DPRD
Ahok Sebut Tiap Tahun Kepala Daerah Bisa Diperas DPRD
jQuery Slider
Arsip :20142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 1.014.127 Since: 05.03.13 | 0.1659 sec