Olah Raga

Sony Dwi Kuncoro Rebut Titel Juara Singapura Terbuka 2016

Monday, 18 April 2016 | View : 786

SINGAPURA-SBN.

Pebulutangkis Indonesia asal Kota Pahlawan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sony Dwi Kuncoro meraih gelar super series perdananya di 2016.

Pebulutangkis Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, 31 tahun berhasil merebut titel juara tunggal putra turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2016. Sony Dwi Kuncoro secara luar biasa mampu menjadi juara Singapura Terbuka 2016.

Di partai final, Sony Dwi Kuncoro yang merangkak dari babak kualifikasi ini sukses menuntaskan perlawanan pemain Korea Selatan (Korsel), Son Wan Ho (27). Pebulu tangkis berperingkat 56 dunia itu, Sony Dwi Kuncoro mampu mengkandaskan impian wakil Korea Selatan di final, Son Wan Ho pada turnaman Super series Singapura Terbuka 2016, Minggu (17/4/2016) sore WIB.

Tunggal putra Indonesia itu menjuarai Singapore Open Super Series 2016 setelah menang atas Son Wan Ho dari Korea Selatan (Korsel) lewat rubber gim 21-16, 13-21, dan 21-14 dalam waktu satu jam tiga menit. Sony Dwi Kuncoro yang tidak diunggulkan tersebut harus berjuang selama lebih dari satu jam untuk menundukkan Son Wan Ho dengan kemenangan tiga gim 21-16, 13-21, 21-14 di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Kemenangan tersebut membuat Sony Dwi Kuncoro, peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004, unggul 2-1 dalam rekor pertemuan dengan pemain peringkat 10 dunia tersebut.

Sony Dwi Kuncoro pun menyambut baik kemenangannya di ajang Singpaura Terbuka 2016. Ini menjadi gelar kelima di ajang Super Series dan kedua di Singapura.

Ia mengaku sangat bangga bisa menjuarai ajang yang digelar di Singappre Indoor Stadium ini. "Saya sangat senang dan bangga bisa juara. Apalagi saya juara di sini tidak mudah. Saya mampu menang dari pemain-pemain yang lebih baik dari saya," ujar Sony Dwi Kuncoro sesaat selepas pertandingan.

Berhasil menjadi juara di Singapura Terbuka tampaknya membuat pria berusia 31 tahun itu melupakan cedera punggung yang selama ini menggangunya. Ia kini tak mau berlarut-larut dalam cedera dan siap menjadi juara lagi.

"Saya rasa tak usah bicarakan cedera lagi. Saya malah ingin mengucapkan terima kasih kepada masayarakat Indonesia dan juga kepada istri saya yang menjadi pelatih, manajer, dan penyemanagat saya. Cedera ini tak ada lagi, sekarang saya hanya harus berjuang," sambungnya.

"Ini sesuatu yang besar, saya belum pernah juara Super Series di 2016. Sekarang saya akan menikmati juara-juara lagi dan melakukan sesuatu yang lebih besar," pungkas Sony Dwi Kuncoro

Sukses Sony Dwi Kuncoro di Singapore Indoor Stadium, Singapore Sports Hub, 2 Stadium Walk, Kallang, Singapore, Minggu (17/4/2016), bisa dikatakan mengejutkan. Tanpa ditargetkan, Sony Dwi Kuncoro berhasil menyelamatkan muka Indonesia di ajang super series.

Dengan menjadi juara, Sony Dwi Kuncoro berhak atas hadiah uang sebesar US$ 26 ribu atau sekitar Rp 340 juta. Menariknya, Sony Dwi Kuncoro berhasil menjadi juara setelah mengikuti ajang ini dari babak kualifikasi.

Lama absen dari pentas bulu tangkis dunia, Sony Dwi Kuncoro kembali menunjukkan tajinya. Berangkat dari babak kualifikasi, pemain klub Tjakrindo Masters itu meraih tiket final Singapore Open Super Series 2016.

Lebih mengejutkan lagi, di semifinal pemain asal Surabaya itu berhasil menjungkalkan pemain top China, Lin Dan. Sony Dwi Kuncoro melaju ke final usai menyingkirkan unggulan kedua asal China, Lin Dan.

Si Perunggu Olimpiade Athena 2004, Sony Dwi Kuncoro (31) ternyata berhasil menaklukkan Lin Dan (32 tahun) asal China di Singapura Open Super Series.

Perolehan score pertandingan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (16/4/2016) ini adalah sebagai berikut 21-10 17-21 22-20. Mantan pemain Pelatnas PB PBSI itu menang 21-10, 17-21, serta 22-20 dalam waktu satu jam sembilan menit di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (16/4/2016) malam WIB.

Lin Dan merupakan pebulutangis dunia yang berada di peringkat 4, sedangkan Sony Dwi Kuncoro menduduki posisi 56 dunia.

Laga Sony Dwi Kuncoro melawan Lin Dan menyedot perhatian penonton satu stadion Singapore Indoor Stadium, Singapore Sports Hub, 2 Stadium Walk, Kallang, Singapore.

Sebagaimana dilaporkan, duel keduanya memang sangat berkelas, menarik untuk ditonton.

Sony Dwi Kuncoro menang dengan relatif mudah di game pertama, dimana Lin Dan begitu banyak menyia-nyiakan bola dan melakukan kesalahan sendiri.

Pada awal game pertama, Sony Dwi Kuncoro dan Lin Dan saling berbalas meraih angka. Namun setelah skor 3-3, perolehan angka Sony Dwi Kuncoro tak mampu dibendung Lin Dan. Pebulu tangkis berusia 31 tahun itu memimpin 11-4, 17-5, hingga akhirnya menang 21-10.

Seperti sudah diduga, Lin Dan mulai bangkit di game kedua.

Sambaran-sambaran tajam terus dihujankan Lin Dan ke arah pertahanan Sony Dwi Kuncoro.

Kedua pemain ini juga beberapa kali mengajukan challenge untuk menguji akurasi keputusan hakim garis.

Di game kedua, Lin Dan mengubah taktik bermain. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 tersebut lebih banyak melancarkan pukulan drive dan permainan net yang menyulitkan Sony Dwi Kuncoro.

Sempat mengejar ketertinggalan, Sony Dwi Kuncoro akhirnya mesti merelakan game kedua. Lin Dan pun memenangi game ini.

Kedua pemain tampil mati-matian di game penentuan.

Pada game penentuan, Sony Dwi Kuncoro sempat memimpin 5-0. Sony Dwi Kuncoro yang sudah unggul 5-1, kembali dikejar Lin Dan dan kedudukan jadi imbang 5-5. Kedudukan imbang berkali-kali terjadi pada laga penentuan, hingga membuat penonton diselimuti aura ketegangan, menanti hasil akhir laga ini.

Tapi, Lin Dan meraih tujuh angka beruntun dan berbalik unggul 7-5. Pertandingan pun berjalan ketat dan seru. Kedua pebulu tangkis tak ingin begitu saja kehilangan poin.

Usai interval kedua, Sony Dwi Kuncoro sempat tertinggal 10-3. Namun, pebulu tangkis asal Surabaya ini bermain sabar dengan menerapkan permainan net dan reli untuk kemudian melancar smes. Taktik Sony Dwi Kuncoro berjalan baik dan mampu menyamakan skor 14-14.

Saling berkejaran angka dari 14-14 sampai 20-20, Sony Dwi Kuncoro dan Lin Dan saling balas serangan namun tetap berhati-hati dan tak mau membuat kesalahan.

Berbekal prinsip nothing to lose dan bermain tanpa beban, Sony Dwi Kuncoro akhirnya mampu mengatasi Lin Dan dan melaju ke final.

“Intinya saya bermain lepas saja, saya tidak punya strategi khusus. Saya lihat di di lapangan bagaimana, dan saya lawan dengan bagaimana. Saya mau menyusahkan dia, saya mau dia jadi tidak enak mainnya. Pokoknya saya tidak mau terbawa permainan Lin,” terang Sony Dwi Kuncoro.

“Di game kedua saya akui kalau saya sering ragu-ragu. Saat game ketiga, saya pikir ini adalah saatnya, ini kesempatan terakhir karena sudah game penentuan. Saya lalu bermain agresif dan konsentrasi satu demi satu poin,” papar Sony Dwi Kuncoro.

Dikatakan Sony Dwi Kuncoro, ini kemenangan ini menandakan kebangkitannya sebagai pemain yang sempat dirundung cedera dan kini sudah tak muda lagi.

Sony Dwi Kuncoro berhasil membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level super series melawan pemain-pemain kelas dunia.

“Menurut saya pertandingan malam ini sungguh luar biasa, ini adalah buah dari kerja keras saya di latihan. Saat menang, saya langsung berpikir kalau saya ternyata masih bisa menang dari Lin Dan,” tutur Sony Dwi Kuncoro yang terakhir kali berjumpa Lin Dan pada tahun 2012 di Thailand Open Grand Prix Gold dan memetik kemenangan straight game, 21-17, 21-16.

Sony Dwi Kuncoro berpeluang memenangi game penentuan setelah unggul 20-19. Tetapi, Lin Dan dapat menyamakan skor untuk memaksa deuce. Hingga akhirnya pengembalian tanggung Lin Dan dituntaskan dengan smes tajam Sony Dwi Kuncoro untuk memenangi game ini.

Setelah pertandingan sempat berjalan dramatis, Sony Dwi Kuncoro akhirnya mampu memenangkan game ketiga dengan skor 22-20.

Hasil ini pun mengantarkan Sony Dwi Kuncoro maju ke partai final dan akan berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Son Wan Ho (27). Sony Dwi Kuncoro pun melenggang ke final dan akan melawan tunggal putra Korea, Son Wan Ho, di final Singapore Open Super Series 2016. Sony Dwi Kuncoro sudah ditunggu Son Wan Ho, pemain asal Negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel) yang lolos ke final dengan menyingkirkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 22-20, 21-16.

Sony Dwi Kuncoro mampu menembus babak semifinal kejuaraan Singapura Terbuka Super Series 2016 setelah menundukkan Wang Zhengming asal Negeri Panda, China, dengan skor 24-22, 12-21, 21-16.

Pada pertandingan ini, Sony Dwi Kuncoro tampil begitu percaya diri, walaupun ia belum pernah menang satu kali pun dalam tiga pertemuan dengan Wang Zhengming.

“Saya mainnya lepas dan bisa menemukan ritme permainan saya. Saya juga bisa menjaga konsentrasi dan terus berpikir apa saja yang kurang dari diri saya. Saya juga tidak telalu menggebu-gebu, yang penting fokus satu demi satu pertandingan,” jelas Sony Dwi Kuncoro.

Sempat kehilangan gim kedua, Sony Dwi Kuncoro mengaku salah menerapkan permainan. Sony Dwi Kuncoro terpaksa masuk kedalam ritme permainan Wang Zhengming.

“Pada awal gim kedua poinnya agak mepet, saya terlalu banyak mengangkat bola, padahal serangan lawan cukup bagus. Di gim ketiga saya tidak mau ikut permainannya dia. Saya juga mencoba untuk lebih agresif,” kata Sony Dwi Kuncoro yang pernah menjadi kampiun di turnamen ini pada tahun 2010.

“Banyak yang beranggapan masa kejayaan saya sudah lewat, tidak apa-apa. Orang kan punya pendapat masing-masing. Saya merasa masih punya kemampuan, teknik saya luar biasa, tinggal jaga kemauan saya saja,” pungkas Sony Dwi Kuncoro.

Hasil kemenangan atas Lin Dan itu terjadi memberikan kepercayaan diri tampil di laga pamungkas melawan Son Wan Ho. Lewat perjuangan tak kenal Sony Dwi Kuncoro berhasil mempersembahkan gelar setelah menang lewat pertarungan tiga game, 21-16, 13-21, 21-14.

Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Singapore Sports Hub, 2 Stadium Walk, Kallang, Singapore, Minggu (17/4/2016) siang WIB, Sony Dwi Kuncoro mendapat perlawanan ketar pada awal game pertama.

Perolehan angka pun berlangsung ketat hingga skor 4-4. Mengawali pertandingan Sony Dwi Kuncoro dan Son Wan Ho langsung terlibat kejar mengejar angka sampai posisi 5-5.

Namun Sony Dwi Kuncoro berhasil melepaskan tekanan hingga bisa lepas dan merebut angka 11 dan membuat interval di game pertama. Setelah itu, Sony Dwi Kuncoro mendominasi permaninan dan unggul 11-5 di interval pertama.

Perolehan angka Sony Dwi Kuncoro terus menjauh hingga memimpin 15-7. Namun, Son Wan Ho tidak menyerah. Son Wan Ho sempat memberikan perlawanan. Angka ketat pun langsung tersaji ketika Sony Dwi Kuncoro menyentuh angka 16. Son Wan Ho mencoba menepis ketinggalannya dengan meraih angka 14. Dia mampu memperkecil skor menjadi 14-16.

Di sinilah kematangan Sony Dwi Kuncoro ditunjukkan dengan kembali meninggalkan lawannya dengan terus menjaga margin sampai akhirnya menutup game pertama dengan angka 21-16.

Sony Dwi Kuncoro tidak ingin permainan Son Wan Ho terus berkembang. Lewat pukulan dropshot silang dan permainan net, Sony Dwi Kuncoro akhirnya sukses mengakhiri perlawanan Son Wan Ho di game pertama dalam 20 menit dengan skor 21-16.

Permainan ketat langsung terjadi di game kedua. Di babak kedua, Son Wan Ho mengubah taktik permainan. Ia menerapkan permainan cepat yang membuat Sony Dwi Kuncoro sedikit kewalahan.

Tapi kali ini Son Wan Ho mampu memberikan perlawanan sehingga meninggalkan perolehan angka Sony Dwi Kuncoro di angka 7-11. Sejak awal game kedua, Son Wan Ho terus memimpin perolehan angka, mulai dari 4-1, 6-3, hingga 11-7.

Usai interval game kedua, Sony Dwi Kuncoro mencoba memancing Son Wan Ho dengan bermain reli dengan kombinasi pukulan dropshot dan permainan net.

Tapi, kali ini Son Wan Ho sudah siap mengantisipasi pukulan Sony Dwi Kuncoro. Son Wan Ho pun terus menjaga stabilitas permainannya dan berhasil meraih angka hingga 13-9.

Sony Dwi Kuncoro sempat menambah satu angka, tapi di sisi lain Son Wan Ho pun menambah pundi poinya sampai 16-11, 17-11. Sony Dwi Kuncoro hanya bisa menambah dua angka sebelum akhirnya Son Wan Ho menuntaskan perlawanan di game kedua dengan skor 21-13. Dalam waktu 20 menit, Son Wan Ho menyudahi perlawanan Sony Dwi Kuncoro dengan skor 21-13.

Di game penentu, Sony Dwi Kuncoro bisa dibilang langsung tancap gas. Di game penentuan, Sony Dwi Kuncoro langsung melancarkan permainan cepat dengan melancarkan smes-smes keras. Sony Dwi Kuncoro pun unggul 6-1. Delapan angka langsung diperoleh dan hanya kehilangan tiga poin saja.

Sony Dwi Kuncoro kembali bisa meneruskan permainan apiknya dan bisa mencapai angka 11 lebih dulu untuk interval. Tetapi, secara perlahan Son Wan Ho mampu meladeni permainan pemain 31 tahun itu dan memperkecil skor menjadi 10-11.

Sony Dwi Kuncoro sempat kembali memimpin 14-10. Namun, setelah itu beberapa kali smes-smes keras Sony Dwi Kuncoro keluar. Selepas itu, kedua pemain kembali berseteruan mengejar angka sampai kedudukan 14-14. Son Wan Ho pun bisa menyamakan skor menjadi 14-14.

Meski demikian, Sony Dwi Kuncoro tidak mengubah pola permainan. Setelah unggul 15-14, Sony Dwi Kuncoro merebut enam angka beruntun. Hingga akhirnya smes keras Sony Dwi Kuncoro tak mampu dikembalikan oleh Son Wan Ho. Sony Dwi Kuncoro pun menang 21-14 usai menyelesaikan game penentuan dalam 23 menit. Beruntung Sony Dwi Kuncoro lebih menjaga konsentrasi dan memenangkan duel yang berlangsung dalam durasi satu jam tiga menit. (jos)

See Also

SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
Jaga Kebugaran Tubuh, Persit Kodim 0721/Blora Gelar Senam Aerobic
Owi/Butet Selamatkan Muka Indonesia Dengan Raih Emas Olimpiade Rio 2016
Eko Yuli Irawan Raih Perak Kedua Bagi Indonesia
Posisi Rio Haryanto Di Manor Racing Digantikan Esteban Ocon
Michael Phelps Sabet Emas Ke-21
Mahasiswi Universitas Bhayangkara Sri Wahyuni Rebut Medali Perak Olimpiade
Victoria Fyodorovna Azarenka Umumkan Dirinya Sedang Hamil
Setelah Lebaran Kodim 0716/Demak Gelar Latihan Yongmoodo
Portugal Lolos Ke Final Setelah Tundukkan Wales 2-0
Prancis Ke Semi Final Setelah Kalahkan Islandia 5-2
Jerman Menang Adu Penalti Atas Italia 6-5
Piala Eropa 2016, Wales-Belgia 3-1
Zinedine Zidane Tak Yakin Bertahan Di Real Madrid
Nico Rosberg Juara GP F1 Rusia
Valentino Rossi Juara MotoGP Spanyol
Mahasiswa UMK Raih Perunggu Di Kejuaraan Internasional PSHT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.072.550 Since: 05.03.13 | 0.2095 sec