Internasional

Gempa Bumi Landa Prefektur Kumamoto Jepang

Saturday, 16 April 2016 | View : 536

TOKYO-SBN.

Korban tewas gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang melanda Jepang Selatan, pada Sabtu (16/4/2016) dini hari, bertambah menjadi 11 orang.

Badan penyiaran umum Jepang, NHK, melaporkan 11 orang tewas dan 760 orang sampai saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS), seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/4/2016) siang.

Dikabarkan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) mengguncang Jepang Selatan pada Sabtu (16/4/2016) dini hari dan menewaskan setidaknya enam orang serta meruntuhkan bangunan-bangunan, kata laporan media.

NHK melaporkan ada enam orang meninggal dunia. Sebanyak 760 orang dirawat di rumah-rumah sakit, namun angka itu termasuk "orang-orang yang merasa tidak enak badan". Jadi, belum diketahui secara jelas berapa jumlah orang yang mengalami luka-luka.

Gempa bumi melanda Prefektur Kumamoto di Jepang pada Sabtu 916/4/2016) dini hari waktu setempat, seperti dilaporkan akun twitter resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia di Kumamoto untuk mengikuti instruksi pemerintah setempat dan segera menuju titik-titik evakuasi untuk keamanan," tulis akun @KBRITokyo, seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (16/4/2016) dini hari.

Berdasarkan berita dari "The Japan News" yang disebarkan KBRI Tokyo, gempa dikabarkan berkekuatan sekitar 7,1 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 01.25, Sabtu (16/4/2016) waktu setempat. Getaran gempa dirasakan kuat di wilayah Kyushu.

Belum jelas betul di mana titik gempa tersebut terjadi, namun KBRI Tokyo menyatakan otoritas Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami atas gempa tersebut, namun kemudian dicabut kembali.

"Sebagian warga Indonesia telah berada di beberapa titik evakuasi. Peringatan Tsunami telah dicabut pukul 02.14," tulis akun @KBRITokyo.

Gempa hebat itu terjadi satu hari setelah gempa lainnya, yang hingga menewaskan sembilan orang di wilayah sama.

Gempa ini merupakan gempa kedua di Jepang, setelah sebelumnya bencana yang sama dengan kekuatan 6,4 SR terlebih dahulu mengguncang kota Kumamoto, Pulau Kyushu, pada Kamis (14/4/2016).

NHK juga menyampaikan pihak berwenang Jepang telah memperingatkan masyarakat akan adanya kerusakan besar di wilayah tersebut di antaranya potensi kebakaran, padamnya listrik, jembatan runtuh dan lubang terbuka di jalan.

Selain itu, bendungan di kawasan terjadinya gempa juga berpotensi runtuh, sehingga warga diimbau menghindari kawasan itu.

Seorang pejabat pemerintahan di sana mengemukakan guncangan kedua di Jepang ini tidak mempengaruhi tiga pembangkit listrik tenaga nuklir di daerah tersebut.

Namun, gempa itu sempat memicu peringatan Tsunami, yang kemudian dicabut.

Kendati demikian, setidaknya ada 50 gempa susulan, setelah bencana berkekuatan 7,3 SR itu mengguncang Jepang Selatan.

TV Asahi, salah satu televisi nasional Jepang, menyiarkan upaya penyelamatan 11 orang yang terperangkap di sebuah apartemen Universitas di kota Minami Aso.

Sedikitnya dua orang tewas dan 19 rumah ambruk setelah sebuah gempa kuat mengguncang Selatan Jepang, Kamis (14/4/2016) malam.

Informasi yang dilansir NHK juga menyebutkan letusan api sempat menyasar sebuah apartemen di kota Yatsushiro, serta dilaporkan juga beberapa orang terjebak di sebuah Rumah Sakit (RS) yang terletak di kota Mashiki.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sekitar hampir  80 orang diyakini terperangkap, terjebak, atau terkubur di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa itu.

Beberapa orang yang belum diketahui jumlahnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan Kamis (14/4/2016) malam, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sebagaimana dilaporkan CNN.

Tim-tim tambahan akan dikirimkan untuk membantu. Jumlah petugas penyelamat hingga Sabtu (16/4/2016) diharapkan mencapai 15.000 orang. Selain itu, lebih banyak petugas kepolisian, pemadam kebakaran dan medis, juga akan dikerahkan, ujarnya. Ia menuturkan sebanyak 15.000 pasukan penyelamat tambahan, yang terdiri dari polisi, pemadam kebakaran, dan petugas medis, akan dikirim untuk membantu mengevakuasi korban.

"Kami akan melakukan semua cara untuk menanggapi bencana ini, para pasukan akan disebar menuju rumah-rumah yang rusak untuk menolong korban," kata Yoshihide Suga.

Hampir sekitar 200.000 keluarga kehilangan aliran listrik. Menurut Survei Pertanahan Amerika Serikat, pusat gempa terletak di dekat kota Kumamoto dan berada pada kedalaman dangkal 10 kilometer (6 mil), yang mana sebanyak 200.000 kepala keluarga diperkirakan terdampak oleh bencana ini.

Perdana Menteri Shinzo Abe, ketika saat tiba di kantornya, mengatakan kepada para wartawan bahwa pihaknya, pemerintah akan mengusahakan segala cara dan sedang melakukan berbagai upaya untuk melacak semua kerusakan yang terjadi, menaksir kerusakan, melaksanakan penyelamatan dan pemulihan, serta mengumpulkan meraih informasi yang akurat mengenai para warga negaranya di lokasi gempa.

"Ada kemungkinan kerusakan telah mencakup wilayah yang luas," kata PM Shinzo Abe.

Badan Meteorologi Jepang awalnya mengatakan guncangan gempa kedua ini 22 kali lebih kuat daripada gempa yang terjadi pada Kamis (14/4/2016) lalu.

Badan Meteorologi Jepang pada awalnya menyebut gempa Sabtu (16/4/2016) berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR), namun kemudian memperbaiki data mereka menjadi 7,3 SR.

Media melaporkan jaringan transportasi di wilayah itu mengalami kerusakan. Satu terowongan ambruk, jalanan tertutup longsor dan layanan kereta api terganggu.

Sejumlah media melaporkan, jaringan transportasi di kawasan bencana itu mengalami kerusakan cukup parah dengan satu terowongan ambruk, jembatan jalan raya rusak, jalan terhalang tanah longsor, layanan kereta api dihentikan, dan Bandara Kumamoto juga ditutup. Bandar udara Kumamoto juga ditutup, demikian laporan Reuters.

Kondisi ini diperkirakan dapat menimbulkan tanah longsor dan kerusakan struktur tanah yang lebih parah, dengan adanya prakiraan hujan lebat dalam beberapa hari mendatang, kata badan meteorologi.

Pihak berwenang memperingatkan adanya kerusakan di wilayah tersebut sementara laporan berdatangan soal sejumlah orang yang terjebak di bangunan-bangunan yang runtuh, serta kebakaran dan aliran listrik yang terputus.

Para warga yang tinggal di dekat sebuah bendungan diminta untuk mengungsi karena bendungan dikhawatirkan akan ambruk, kata laporan NHK.

Gempa Sabtu (16/4/2016) memicu dikeluarkannya peringatan tsunami, kendati kemudian dicabut dan tidak ada keanehan yang dilaporkan di tiga reaktor nuklir di wilayah tersebut, kata seorang pejabat tinggi pemerintahan.

Orang-orang, yang masih belum pulih dari kekagetan karena gempa Kamis (14/4/2016), berlarian ke jalanan setelah getaran terjadi pada Sabtu (16/4/2016) pukul 01.25 waktu setempat.

Kebakaran terjadi di sebuah bangunan, yang tampaknya adalah apartemen, di kota Yatshushiro, sementara sejumlah orang terjebak di sebuah rumah panti jompo di kota Mashiki, demikian menurut NHK.

Sejumlah kebakaran juga terjadi di kota di Mashiki itu, lembaga penyiaran Jepang NHK mengatakan.

Dua orang dilaporkan tewas di Mashiki, Kantor Manajemen Bencana Perfektur Kumamoto mengatakan. Satu orang tewas di bangunan yang runtuh, dan seorang lainnya tewas dalam sebuah kebakaran yang dipicu gempa.

Badan Kepolisian Nasional mengatakan ada 12 orang yang terluka.

Gen Aoki, direktur divisi gempa Badan Meteorologi Jepang mengingatkan bahwa gempa susulan kemungkinan akan datang minggu depan.

"Ini sebuah gempa bumi yang akan menguncang dalam waktu lama," ungkap Meteorologis CNN Chad Myers.

Survei Geologi AS (the US Geological Survey) mengatakan gempa 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah dekat Ueki, Jepang. Beberapa gempa susulan terjadi kemudian.

Pusat gempa berada di dekat kota Kumamoto dan tercatat di kedalaman 10 kilometer, kata badan geologi Amerika Serikat, U.S. Geological Survey.

Belum diketahui pula jumlah kerugian serta ada atau tidaknya korban jiwa akibat gempa tersebut. KBRI Tokyo mengimbau masyarakat Indonesia di wilayah gempa agar terus berhati-hati dan waspada serta segera melaporkan diri ke nomor Hotline KBRI Tokyo +81-80-3506-8612.

Tim KBRI memastikan akan membawa bantuan ke Kumamoto pada Sabtu (16/4/2016) pagi. (cnn/reuters)

See Also

Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.969.597 Since: 05.03.13 | 0.2707 sec