Internasional

Yordania Tutup Markas Pusat Ikhwanul Muslimin Di Amman

Wednesday, 13 April 2016 | View : 432

AMMAN-SBN.

Aparat keamanan Yordania pada Rabu (13/4/2016) hari ini menutup markas pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Yordania, Amman yang merupakan partai oposisi terbesar di negara itu, Reuters melaporkan. Demikian pernyataan pemerintah dan kuasa hukum Ikhwanul Muslimin.

Penutupan markas pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Amman disampaikan oleh seorang pengacara untuk gerakan tersebut. "Aparat Yordania menggeledah markas Ikhwanul Muslimin, mengosongkannya sebelum menyegel pintu masuknya dengan lilin merah," ujar Abdelkaber al-Khatib, kuasa hukum IM kepada AFP. “Aparat keamanan Yordania mencari markas pusat Ikhwanul Muslimin dan mengevakuasi seluruh staf yang ada di dalam markas sebelum akhirnya menyegel pintu masuk dengan lilin merah,” kata pengacara Abdelkader al-Khatib.

"Penutupan ini murni keputusan politik terkait apa yang terjadi di kawasan ini," tambah Abdelkaber Al-Khatib.

Alasan politik yang disebut Abdelkaber Al-Khatib itu adalah pemilihan anggota parlemen yang akan digelar awal tahun depan.

Ikhwanul Muslimin memboikot pemilihan umum 2013 dan 2010 dan menyebut hasil pemilihan umum tersebut telah diatur.

Polisi melakukan penutupan itu atas perintah dari Gubernur Amman namun tidak memberikan alasan atas tindakan mereka tersebut. Seorang sumber aparat keamanan mengatakan, penutupan kantor Ikhwanul Muslimin itu adalah perintah dari Gubernur Amman karena Ikhwanul Muslimin dianggap melakukan kegiatan ilegal.

Pemerintah Yordania menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi ilegal karena izin organisasi itu tidak diperbarui sesuai dengan Undang-undang parpol yang diterbitkan pada 2014.

Ikhwanul Muslimin sendiri telah beroperasi secara legal di negara ini selama puluhan tahun dan memiliki dukungan akar rumput yang cukup besar di pusat-pusat kota besar. Cabang Ikhwanul Muslimin, gerakan yang didirikan di Mesir pada 1928 dan tersebar di seluruh Timur Tengah, memiliki dukungan rakyat yang cukup besar di Yordania.

Tak diusik selama beberapa dekade di Yordania, hubungan Ikhwanul Muslimin dengan Pemerintah memanas sejak gelombang Arab Spring menyapu Timur Tengah pada 2011.

Di Mesir, pemerintahan Presiden Abdul Fattah al-Sisi sudah memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar organisasi teroris.

Lebih jauh, Ikhawanul Muslimin menuding pemerintah Jordania mencoba mengeksploitasi perpecahan yang ada di dalam organisasi itu.

Tahun lalu, pemerintah Yordania mengizinkan pembentukan organisasi tandingan yang dinamai Asosiasi Ikhwanul Muslimin. (afp/reuters)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.189.460 Since: 05.03.13 | 0.2209 sec