Internasional

Yordania Tutup Markas Pusat Ikhwanul Muslimin Di Amman

Wednesday, 13 April 2016 | View : 375

AMMAN-SBN.

Aparat keamanan Yordania pada Rabu (13/4/2016) hari ini menutup markas pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Yordania, Amman yang merupakan partai oposisi terbesar di negara itu, Reuters melaporkan. Demikian pernyataan pemerintah dan kuasa hukum Ikhwanul Muslimin.

Penutupan markas pusat kelompok Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Amman disampaikan oleh seorang pengacara untuk gerakan tersebut. "Aparat Yordania menggeledah markas Ikhwanul Muslimin, mengosongkannya sebelum menyegel pintu masuknya dengan lilin merah," ujar Abdelkaber al-Khatib, kuasa hukum IM kepada AFP. “Aparat keamanan Yordania mencari markas pusat Ikhwanul Muslimin dan mengevakuasi seluruh staf yang ada di dalam markas sebelum akhirnya menyegel pintu masuk dengan lilin merah,” kata pengacara Abdelkader al-Khatib.

"Penutupan ini murni keputusan politik terkait apa yang terjadi di kawasan ini," tambah Abdelkaber Al-Khatib.

Alasan politik yang disebut Abdelkaber Al-Khatib itu adalah pemilihan anggota parlemen yang akan digelar awal tahun depan.

Ikhwanul Muslimin memboikot pemilihan umum 2013 dan 2010 dan menyebut hasil pemilihan umum tersebut telah diatur.

Polisi melakukan penutupan itu atas perintah dari Gubernur Amman namun tidak memberikan alasan atas tindakan mereka tersebut. Seorang sumber aparat keamanan mengatakan, penutupan kantor Ikhwanul Muslimin itu adalah perintah dari Gubernur Amman karena Ikhwanul Muslimin dianggap melakukan kegiatan ilegal.

Pemerintah Yordania menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi ilegal karena izin organisasi itu tidak diperbarui sesuai dengan Undang-undang parpol yang diterbitkan pada 2014.

Ikhwanul Muslimin sendiri telah beroperasi secara legal di negara ini selama puluhan tahun dan memiliki dukungan akar rumput yang cukup besar di pusat-pusat kota besar. Cabang Ikhwanul Muslimin, gerakan yang didirikan di Mesir pada 1928 dan tersebar di seluruh Timur Tengah, memiliki dukungan rakyat yang cukup besar di Yordania.

Tak diusik selama beberapa dekade di Yordania, hubungan Ikhwanul Muslimin dengan Pemerintah memanas sejak gelombang Arab Spring menyapu Timur Tengah pada 2011.

Di Mesir, pemerintahan Presiden Abdul Fattah al-Sisi sudah memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar organisasi teroris.

Lebih jauh, Ikhawanul Muslimin menuding pemerintah Jordania mencoba mengeksploitasi perpecahan yang ada di dalam organisasi itu.

Tahun lalu, pemerintah Yordania mengizinkan pembentukan organisasi tandingan yang dinamai Asosiasi Ikhwanul Muslimin. (afp/reuters)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.472 Since: 05.03.13 | 0.1265 sec