Hukum

KPK OTT Anggota DPRD DKI Jakarta

Friday, 01 April 2016 | View : 6194

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Kamis (31/3/2016). Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid keempat, Agus Rahardjo mengatakan, dua tangkap tangan tersebut dilakukan terkait dua kasus yang berbeda.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung Kamis (31/3/2016). Tim lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 6 orang. Ada anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut ditangkap termasuk mobil Jaguar B 123 RX yang diamankan.

Belum ada informasi yang dirilis KPK soal keenam orang yang ditangkap termasuk anggota DPRD DKI. Tak ada keterangan juga soal mobil yang kini terparkir di garasi KPK.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, mobil Jaguar B 123 RX tersebut pernah ditumpangi anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. H. Mohamad Sanusi. Saat itu, Senin (25/8/2014), sebanyak 106 anggota DPRD DKI resmi dilantik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih No.18, Jakarta Pusat. Mobil Jaguar yang bernomor polisi sama juga mejeng di depan lobi Gedung DPRD.

Dikabarkan, salah satu orang yang diamankan merupakan anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ir. H. Mohamad Sanusi.

Ada seorang pria mirip Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ir. H. Mohamad Sanusi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Kamis (31/3/2016) malam.

Dalam acara Headline News Metro TV yang sudah diunggah ulang oleh akun Nurie Martapura di YouTube, pria mirip Ir. H. Mohamad Sanusi itu terlihat keluar dari mobil Jaguar hitam. Tidak terlalu jelas pelat nomor mobil yang ditumpanginya.

Berdasarkan rekaman salah satu TV swasta, tampak Ir. H. Mohamad Sanusi yang menaiki mobil sedan Jaguar berwarna hitam B 123 RX turun di ruang basement Gedung KPK.

Pria mirip Ir. H. Mohamad Sanusi itu menggunakan setelan batik berwarna hijau kecoklatan. Ir. H. Mohamad Sanusi yang mengenakan batik hitam dengan motif kuning tampak dikawal beberapa penyidik untuk dibawa ke ruang pemeriksaan.

Terlihat ada tiga orang lainnya saat itu. Penyidik juga membuka bagasi mobil dan menggeledah.

Kemudian mereka membuka bagasi dan mengeluarkan beberapa tas berukuran besar. Tampak beberapa barang dibawa penyidik dari dalam bagasi.

Setelah mengeluarkan tas, mereka langsung bergegas masuk ke dalam lift.

Ir. H. Mohamad Sanusi kemudian digiring ke lantai atas untuk diperiksa.

Belum dipastikan apakah orang yang berada di gedung KPK itu merupakan Ir. H. Mohamad Sanusi atau bukan.

Hingga saat ini, Ir. H. Mohamad Sanusi yang juga anggota Fraksi Gerindra tidak bisa dihubungi awak media melalui telepon selularnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Mohammad Taufik mengaku belum mendengar kabar adanya OTT KPK kepada anggotanya. Mohammad Taufik pun mengaku baru mendengar kabar itu dari awak media.

"Ini saya mau ngecek ke sana (KPK)," kata H. Mohammad Taufik.

Meski demikian, ia mengaku tidak mendapat jawaban ketika mencoba menghubungi Ir. H. Mohamad Sanusi.

"Belum dijawab-jawab nih. Tapi tadi siang masih ketemu (Sanusi) di fraksi," kata politikus dan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), H. Mohammad Taufik.

Sementara itu, di Gedung DPRD DKI Jakarta tempat Ir. H. Mohamad Sanusi berkantor, penyidik memasang garis KPK berwarna merah hitam. Ada dua ruangan yang disegel, dan belum diketahui ruangan milik siapa saja.

Hingga pukul 01.00 WIB, Jumat (1/4/2016) pemeriksaan masih berlangsung.

Sedangkan, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mendapat informasi ruangan Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI sedang digeledah.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mengatakan dan menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Mohammad Taufik serta ruangan Komisi D DPRD DKI Jakarta.

Komisi D DPRD DKI Jakarta membidangi pembangunan. Komisi ini dipimpin oleh Ir. H. Mohamad Sanusi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ir. H. Mohamad Sanusi saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta.

"Katanya ruang komisi D disegel," kata Prabowo Soenirman.

"KPK menyegel sekitar jam 7-8 malam tadi. Ruang Komisi D dan ruangan Pak Taufik di lantai 9 disegel," kata Prabowo Soenirman kepada awak media, Kamis (31/3/2016).

Saat penyegelan, Prabowo Soenirman mengaku sudah berada di rumah. Ia hanya mendapat laporan dari rekan-rekannya.

Ia belum mengetahui penyegelan itu terkait kasus apa. Ia pun belum mengetahui penyegelan ini dalam kasus apa. Sebab, pihak DPRD DKI pun belum mendapat konfirmasi dari KPK.

"Kalau hari ini (Kamis, 31/3/2016) disegel, biasanya besok (Jumat, 1/4/2016) baru digeledah. Kita tunggu saja kabar dari KPK, mungkin besok baru tahu," kata Prabowo Soenirman.

Tapi, Prabowo Soenirman belum mau memberi keterangan lebih lanjut sebelum ada keterangan resmi dari KPK. Politisi Gerindra itu memilih untuk mendengar konfirmasi resmi dari KPK.

"Kita tunggu saja prosesnya, jangan sampai sudah suudzon (berburuk sangka) duluan," kata Prabowo Soenirman kepada awak media.

Belum diketahui jelas dalam kasus apa Ir. H. Mohamad Sanusi ditangkap karena pimpinan KPK belum memberikan keterangan resmi.

Belum ada pihak pimpinan KPK maupun bagian Humas yang mengonfirmasi soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung sepanjang hari ini. (det/mer)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.476 Since: 05.03.13 | 0.1298 sec