Hukum

KPK OTT Anggota DPRD DKI Jakarta

Friday, 01 April 2016 | View : 5957

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Kamis (31/3/2016). Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid keempat, Agus Rahardjo mengatakan, dua tangkap tangan tersebut dilakukan terkait dua kasus yang berbeda.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung Kamis (31/3/2016). Tim lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 6 orang. Ada anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut ditangkap termasuk mobil Jaguar B 123 RX yang diamankan.

Belum ada informasi yang dirilis KPK soal keenam orang yang ditangkap termasuk anggota DPRD DKI. Tak ada keterangan juga soal mobil yang kini terparkir di garasi KPK.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, mobil Jaguar B 123 RX tersebut pernah ditumpangi anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. H. Mohamad Sanusi. Saat itu, Senin (25/8/2014), sebanyak 106 anggota DPRD DKI resmi dilantik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih No.18, Jakarta Pusat. Mobil Jaguar yang bernomor polisi sama juga mejeng di depan lobi Gedung DPRD.

Dikabarkan, salah satu orang yang diamankan merupakan anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ir. H. Mohamad Sanusi.

Ada seorang pria mirip Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ir. H. Mohamad Sanusi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Kamis (31/3/2016) malam.

Dalam acara Headline News Metro TV yang sudah diunggah ulang oleh akun Nurie Martapura di YouTube, pria mirip Ir. H. Mohamad Sanusi itu terlihat keluar dari mobil Jaguar hitam. Tidak terlalu jelas pelat nomor mobil yang ditumpanginya.

Berdasarkan rekaman salah satu TV swasta, tampak Ir. H. Mohamad Sanusi yang menaiki mobil sedan Jaguar berwarna hitam B 123 RX turun di ruang basement Gedung KPK.

Pria mirip Ir. H. Mohamad Sanusi itu menggunakan setelan batik berwarna hijau kecoklatan. Ir. H. Mohamad Sanusi yang mengenakan batik hitam dengan motif kuning tampak dikawal beberapa penyidik untuk dibawa ke ruang pemeriksaan.

Terlihat ada tiga orang lainnya saat itu. Penyidik juga membuka bagasi mobil dan menggeledah.

Kemudian mereka membuka bagasi dan mengeluarkan beberapa tas berukuran besar. Tampak beberapa barang dibawa penyidik dari dalam bagasi.

Setelah mengeluarkan tas, mereka langsung bergegas masuk ke dalam lift.

Ir. H. Mohamad Sanusi kemudian digiring ke lantai atas untuk diperiksa.

Belum dipastikan apakah orang yang berada di gedung KPK itu merupakan Ir. H. Mohamad Sanusi atau bukan.

Hingga saat ini, Ir. H. Mohamad Sanusi yang juga anggota Fraksi Gerindra tidak bisa dihubungi awak media melalui telepon selularnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Mohammad Taufik mengaku belum mendengar kabar adanya OTT KPK kepada anggotanya. Mohammad Taufik pun mengaku baru mendengar kabar itu dari awak media.

"Ini saya mau ngecek ke sana (KPK)," kata H. Mohammad Taufik.

Meski demikian, ia mengaku tidak mendapat jawaban ketika mencoba menghubungi Ir. H. Mohamad Sanusi.

"Belum dijawab-jawab nih. Tapi tadi siang masih ketemu (Sanusi) di fraksi," kata politikus dan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), H. Mohammad Taufik.

Sementara itu, di Gedung DPRD DKI Jakarta tempat Ir. H. Mohamad Sanusi berkantor, penyidik memasang garis KPK berwarna merah hitam. Ada dua ruangan yang disegel, dan belum diketahui ruangan milik siapa saja.

Hingga pukul 01.00 WIB, Jumat (1/4/2016) pemeriksaan masih berlangsung.

Sedangkan, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mendapat informasi ruangan Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI sedang digeledah.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mengatakan dan menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Mohammad Taufik serta ruangan Komisi D DPRD DKI Jakarta.

Komisi D DPRD DKI Jakarta membidangi pembangunan. Komisi ini dipimpin oleh Ir. H. Mohamad Sanusi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ir. H. Mohamad Sanusi saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta.

"Katanya ruang komisi D disegel," kata Prabowo Soenirman.

"KPK menyegel sekitar jam 7-8 malam tadi. Ruang Komisi D dan ruangan Pak Taufik di lantai 9 disegel," kata Prabowo Soenirman kepada awak media, Kamis (31/3/2016).

Saat penyegelan, Prabowo Soenirman mengaku sudah berada di rumah. Ia hanya mendapat laporan dari rekan-rekannya.

Ia belum mengetahui penyegelan itu terkait kasus apa. Ia pun belum mengetahui penyegelan ini dalam kasus apa. Sebab, pihak DPRD DKI pun belum mendapat konfirmasi dari KPK.

"Kalau hari ini (Kamis, 31/3/2016) disegel, biasanya besok (Jumat, 1/4/2016) baru digeledah. Kita tunggu saja kabar dari KPK, mungkin besok baru tahu," kata Prabowo Soenirman.

Tapi, Prabowo Soenirman belum mau memberi keterangan lebih lanjut sebelum ada keterangan resmi dari KPK. Politisi Gerindra itu memilih untuk mendengar konfirmasi resmi dari KPK.

"Kita tunggu saja prosesnya, jangan sampai sudah suudzon (berburuk sangka) duluan," kata Prabowo Soenirman kepada awak media.

Belum diketahui jelas dalam kasus apa Ir. H. Mohamad Sanusi ditangkap karena pimpinan KPK belum memberikan keterangan resmi.

Belum ada pihak pimpinan KPK maupun bagian Humas yang mengonfirmasi soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung sepanjang hari ini. (det/mer)

See Also

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda
Cegah Pelanggaran Kodim 0716/Demak Gelar Suluh Hukum Dari Korem 073/Makutarama
Keluarga Hilang Kontak Dengan Mahasiswa FK Unair Terduga ISIS
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.846.849 Since: 05.03.13 | 0.2442 sec