Opini

Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Saturday, 26 Maret 2016 | View : 851

SBN.

Menurut saya hidup di jaman modern tidak lagi dikembangkan aspek natural melulu. Aspek natural adalah titik awal yang kemudian terjadi proses rekonstruksi yang kemudian menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi kebudayaan.

Sebagai contoh soal judi. Judi dalam konsep sederhana dan formal adalah berspekulasi dengan mempertaruhkan uang yang ada untuk mendapatkan kelipatan berganda besar. Itu dilakukan wadah yang diorganisir. Judi dalam agama apa saja dikecam keras. Selama kita tidak masuk ke dalam sistem yang mempertaruhkan uang kita maka kita merasa bukan menjadi penjudi.

Menurut saya sadar tidak sadar banyak orang berjudi mempertaruhkan kebahagiaan hidupnya. Hal ini banyak saya amati dalam urusan berpartner. Masuk ke hubungan dengan begitu ceroboh dengan pertimbangan dangkal. Ketika konflik besar terjadi sulit keluar karena telah ada anak yang dilahirkan.

Lalu banyak yang bertahan juga dengan alasan yang ceroboh. Demi anak, demi keyakinan tidak boleh berpisah, takut mandiri.
Saya selalu bertanya:”Benarkah perempuan yang bertahan tidak mau berpisah ketika suaminya berpaling ke perempuan lain dan punya anak dari perempuan lain ini?”. Tidak ada hubungan lagi namun perkawinan dipertahankan. Yang ada adalah penderitaan karena bertahan melawan hukum psikologi. Perempuan ini bertahan dalam perkawinannya untuk menerima suaminya yang nantinya kembali dalam keadaan sakit dan hancur. Ini kemenangan yang dinantikan.

Saya bertanya terus. Jawabannya memang tidak tunggal dan belum selesai. Pertama saya belajar bahwa soal relasi intim jangan sekali-kali kita berjudi. Memberi toleransi pada hal yang akan membuat sengsara nantinya adalah kesalahan. Lalu kalau muncul konflik yang disebabkan oleh masuknya pihak ketiga maka jawabannya ada beberapa. Pertama apakah pasangan kita mau memenangkan hubungan yang ada? Kalau dia memilih memenangkan hubungan yang ada dengan tegas maka layak dipertahankan.

Namun kalau pasangan tersihir oleh perasaan euforia dari jatuh cinta yang diperkental oleh relasi seks yang telah terjadi maka putuskan saja hubungan yang ada. Lalu alasan apa yang membuat dia layak bertahan di tengah penghinaan dan pelecehan suaminya? Alasan yang layak adalah kalau dia mampu menanggung secara positif penderitaan yang ditimbulkan oleh pasangannya. Kalau tidak mampu lebih baik lepaskan total.

Di titik ini sering terjadi bertahan dengan mau menanggung penderitaan namun menyeret orang-oran lain terdekatnya dengan cerita dan keluhan-keluhannya. Kalau hal ini yang terjadi maka sebenarnya tidak ada yang layak dipertahankan. Hubungan sudah dirusak total ketika pembicaraan negatif tentang pasangannya disebarluaskan.

Itu menurut saya. Setiap orang berhak berbahagia. Mengapa harus menyiksa diri demi namanya cinta yang didefinisikan secara keliru. Hidup seharusnya diisi dengan keceriaan, tanpa beban berat masa lalu dan bermakna. Menunda semua itu untuk kemenangan berupa mendapat seseorang yang hancur total, lalu apa artinya.

Barangkali masalahnya terletak pada ketidakberanian untuk memulai sesuatu yang baru. Kalau sudah hancur maka seolah-olah tidak layak lagi mendapatkan kebahagiaan dan keceriaan lagi? Sering kesempatan berikutnya justru memberi yang terbaik kepada kita. Mengapa tidak mengikuti jalan yang membuat kita menjadi ceria dan bermakna? Kalau harus menempuh kegagalan terlebih dulu ya begitulah jalannya. Jangan berjudi dalam urusan pasangan. Setiap orang layak hidup ceria dan bermakna. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
Jadilah Pemenang
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.419 Since: 05.03.13 | 0.2387 sec