Redaksi

Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 23 Maret 2016 | View : 492

SBN.

Mengapa kunjungan saya ke Wakatobi begitu berkesan? Selain aspek rekreatif yang saya dapatkan. Saya juga senang melihat perkembangan masyarakat yang ada. Dampak buruk dari kehadiran pariwisata tidak nampak menyolok. Perbedaan kaya miskin di Tomia tidak terlalu nampak. Sebenarnya ideal melakukan studi longitudinal terhadap pembangunan pariwisata. Studi ini bisa digunakan untuk pengembangan pariwisata di Indonesia. Sungguh saya prihatin dan khawatir dengan pembangunan pariwisata di Indonesia yang dilakukan secara parsial dan tidak melakukan pencegahan dampak buruknya.

Berdasarkan observasi sepintas. Saya merasakan dan melihat bahwa Wakatobi bisa berkembang dengan arah yang baik karena membangun pariwisata dengan memperhatikan kepentingan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu ada jiwa entrepreneur orang-orang yang membangun. Bupati bernama Ir. Hugua yang telah menjabat 2 periode ini salah satu tokohnya (2006-2016). Dia adalah putra daerah berasal dari Tomia. Katanya Pak Hugua insinyur kelautan dengan latar belakang aktivis LSM dengan beberapa kali studi jangka pendek ke luar negeri.

Menurut saya pemerintahpun juga harus dikelola oleh jiwa entrepreneur. Harus ada banyak entrepreneur pemerintah. Presiden Jokowi,Gubernur DKI Ahok, Walikota Bandung Ridwan Kamil memiliki jiwa entrepreneur. Diberkatilah Indonesia jika orang-orang yang berjiwa entrepreneur yang berorientasi pada masyararakat mau masuk ke pemerintah.

Pada awalnya saya skeptis dengan bisnis person masuk ke dalam pemerintah. Praktek yang ada menunjukkan adanya konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan bisnisnya sendiri. Keberatan saya yang lain adalah praktek pragmatisme yang bisa meninggalkan urusan etika, moral dan nilai-nilai lain. Yang terpenting lain adalah bagaimana tidak memunculkan dan menggerakkan kerakusan ke dalam masyarakat. Kerakusan inilah yang menghancurkan peradaban dan mengancam keberlangsungan hidup bersama. Kelemahan dari liberalisme adalah jiwa rakus yang diangkat dan dikembangkan. Jadi bagaimana pragmatisme dan kerakusan itu tidak mengendalikan pembangunan yang berjalan itu yang terpenting dijalankan entrepreneur pemerintah.

Pandangan saya sedikit bergeser. Jika kelemahan yang ada seperti munculnya konflik kepentingan, penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri dan pragmatisme bisa diatasi dan disadari oleh para pemimpin tersebut maka mengapa tidak? Karena itu prinsip transparansi, anti korupsi dan memasukkan orang-orang yang teruji sebagai penjaga nilai masyarakat dan bangsa yang bebas dari kepentingan diri sebagai pengimbang nampaknya itulah yang akan membuat perubahan mendasar Indonesia.

Di tangan Ir. Hugua Wakatobi menjadi terkenal dan menjadi perhatian dunia. Tidak hanya urusan pariwisata, tetapi juga urusan lingkungan. Di tangannya Wakatobi terpilih oleh UNESCO menjadi Biosfer Dunia. Pariwisata yang hendak dikembangkan bisa mendatangkan berkat bagi lingkungan alam dan manusia yang ada tetapi juga bisa jadi kutukan kalau salah kelola.

Wakatobi telah membangun seperangkat perlindungan untuk menjaganya melalui ditetapkannya sebagai konservasi alam tahun 1966, sebagai biosfer dunia, dan tata cara investor masuk (ada atau tidak?, ini urusan yang maha penting). Menurut pengamatan saya masih diperlukan banyak program-program perlindungan yang lain yang pada prinsipnya berfokus pada pemberdayaan individu dan masyarakat lokal dengan tidak merusak lingkungan. Tantangan yang luar biasa di tengah pertambahan penduduk yang bersaing berebut sumberdaya.

Kalau tidak ada tanggung jawab moral maka rusaklah apa yang begitu baik. Jelas jiwa entrepreneurnya telah mengubah wajah Wakatobi begitu cepat. Wajahnya menjadi cantik dan menyenangkan. Hanya sayang dia tersandung isu korupsi. Mungkin bisa diproses mungkin tidak, barangkali menunggu bukti cukup.

Entrepreneur lain yang saya lihat adalah investor yang masuk. Resort Onemobaa dibangun oleh orang Swiss dengan sistem sewa selama 30 tahun. Dia salah satu yang membangun Tomia layak huni untuk wisatawan berduit yang datang. Dia memberi lapangan pekerjaan orang lokal sebanyak 200 orang. Tenaga kerja non lokalnya ada sekitar 50 orang. Beberapa orang yang saya ajak bicara tentang dia, menerima kehadirannya. Malah dia dipuji sebagai pembangun Tomia.

Pada awalnya saya curiga dan skeptis. Lalu saya berubah setelah melihat dan bercakap dengan penduduk lokal. Ternyata masalahnya bukan terletak pada orang asingnya tetapi terletak pada kerakusan, penipuan dan eksploitatif. Sifat ini ada pada semua orang, baik pada orang asing maupun pada orang Indonesia. Karena itu peran kebijakan yang baik yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal yang dijalankan dengan konsekwen adalah kuncinya. Ada kekhawatiran atas perkembangan Wakotobi. Gambarannya bisa dilihat dengan jelas. Yang bisa saya berikan adalah berdoa untuknya agar bisa berkembang ke arah yang baik dan menjadi contoh untuk daerah lainnya. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.727 Since: 05.03.13 | 0.1765 sec