Hukum

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Saturday, 17 Agustus 2013 | View : 715

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan keterlibatan pihak penerima lain dalam kasus yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. Termasuk dugaan keterlibatan Menteri ESDM Jero Wacik dan Sekjennya. 

Sebab itu, KPK melakukan penggeledahan di kantor SKK Migas dan Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sejak Rabu (14/8/2013) malam. "Kalau ada dari proses pengembangan informasi dan data, tentu akan kita kembangkan kemana pun," katanya Juru Bicara KPK, Johan Budi Kamis (15/8/2013).

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengaku, saat ini tim penyidik KPK masih melakukan pendalaman perkara dengan menelusuri jejak-jejak yang berhubungan dengan tersangka di kantor-kantor yang digeledah KPK. Karena itu, Johan Budi SP. mengatakan pihaknya tak bisa langsung memanggil Jero Wacik untuk diperiksa.

Juru Bicara KPK Johan Budi pun menegaskan, perkara tersebut tak hanya terbatas kepada Jero Wacik ataupun sekjennya. Menurutnya, siapapun bisa terlibat dan terjerat KPK. "Jangan dibatasi oleh satu dua orang. Tetapi dasarnya adalah apakah ada bukti-bukti, dua alat bukti yang cukup yang kemudian bisa disimpulkan bahwa pihak lain ini terlibat," tegasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan memeriksa Menteri ESDM, Jero Wacik terkait kasus dugaan suap yang telah menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. "Ya kalau dibutuhkan akan kami dipanggil," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Rabu (14/8/2013) sore.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku pihaknya masih mendalami keterlibatan Menteri ESDM Jero Wacik terkait tertangkap tangannya mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), R. yang menerima suap dari Kernel Oil Pte Ltd. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, KPK mengamankan uang dalam jumlah besar yakni senilai US$ 690 ribu dan SIN$ 127 ribu. Apakah motif sebagian uang itu juga akan diberikan kepada orang sekelas Menteri? "Kami akan periksa terus soal (dugaan keterlibatan Menteri ESDM) itu. Kami akan dalami,” ungkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Menurut Ketua KPK Abraham Samad, saat ini pihaknya harus menganalisa dan memverifikasi dokumen yang disita menyusul tertangkapnya R. Kalau nanti ada keterlibatan Jero Wacik dalam kasus ini, KPK tidak segan memanggil dan memeriksanya. "Dulu Menpora saja lebih anak emas (Presiden SBY) banget bos," tukas Ketua KPK Abraham Samad ketika dikonfirmasi apakah ada ketakutan jika harus memanggil Jero Wacik mengingat kedekatannya dengan Presiden SBY sekaligus Ketua Umum Demokrat, di DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Ketua KPK Abraham Samad menambahkan, kalau ada pernyataan R. yang menyebutkan uang suap itu diperuntukkan untuk Jero Wacik, sifatnya masih keterangan sepihak dan berdiri sendiri. Butuh bukti dan keterangan lain agar pernyataan R. tak bertepuk sebelah tangan. "Kalau misalnya dalam hasil verifikasi dokumen klop dengan keterangan lain tidak menutup kemungkinan (memanggil Jero Wacik). Keterangan orang masih bersifat sendiri harus didukung dengan data lain," imbuh Abraham Samad. Sebelumnya, KPK menyatakan akan memeriksa Menteri ESDM Jero Waick, terkait kasus dugaan suap yang telah menjerat R.

KPK sudah memonitor pergerakan suap yang mengalir ke R. bukan dalam hitungan minggu, bahkan bulan. Dan Abraham Samad sendiri mengaku sudah memberi warning ketika beberapa waktu lalu pihaknya sedang konsentrasi menyasari kasus korupsi energi. 

R ditangkap tim penyidik KPK pada Selasa (13/8/2013) malam sesaat menerima sejumlah uang dari petinggi Kernel Oil Private Limited (KOPL) SGT. Uang tersebut diantarkan pelatih golfnya, Devi Ardi alias Ardi yang ikut ditangkap bersama R. Baik R., SGT, dan A. kini sudah KPK tetapkan sebagai tersangka. Ketiganya kini langsung menjalani penahanan di Rutan KPK.

Sementara itu, Menteri ESDM, Jero Wacik siap memberikan keterangan terkait penangkapan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. oleh KPK di rumah dinasnya, Jalan Brawijaya VIII No.30, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2013). “Kita serahkan kepada KPK yah," ujar Jero Wacik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8/2013) malam.

Menteri ESDM, Jero Wacik menyatakan dan mengisyaratkan dirinya siap memenuhi panggilan dan memberikan keterangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. oleh KPK dan uang yang disita dari ruangan Sekjen Kementerian ESDM. "Nah, kalau ada bukti hukum kan, KPK tidak usah diajari. KPK kan sudah tahu. Jadi jangan bilang siap-siap," tegas Jero Wacik seusai menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden jelang Hari Kemerdekaan RI di kompleks Parlemen, Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2013). Jero Wacik mengatakan, persoalan hukum biarlah diserahkan kepada KPK dan meminta kepada media untuk tidak berspekulasi terkait kasus suap tersebut. "Jangan dibelokin. Seperti yang sudah, arah ke Partai Demokrat. Ini uang untuk Demokrat tidak ada itu," ucap Jero Wacik. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menyatakan diriya mendukung KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap Kepala SKK Migas. "KPK lembaga yang kredibel, kita dukung. Kalau apapun tindakanya kita ikut, jangan diintervensi," tandas Jero Wacik.

Mengenai dugaan KPK soal adanya kartel dalam minyak dalam Kementerian ESDM, Jero Wacik malah meminta KPK membongkarnya. "Suruh bongkar aja dia (KPK) kalau ada kartel," tukas Jero Wacik.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik ogah mundur dari jabatannya terkait terungkapnya kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas R. dan ditemukannya uang sebesar US$ 200.000 dari ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM.

Menurut Jero Wacik, kesalahan anak buah seperti R., tidak bisa serta merta dilimpahkan menjadi tanggung-jawabnya. "Kalau ada pemimpin, bawahannya salah. Kenapa mesti mundur? Kan ada ratusan anak buah, satu salah, apa harus mundur!" tegas Jero kepada wartawan seusai menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden jelang Hari Kemerdekaan RI di kompleks Parlemen, Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2013). "Kita lihat nanti. Ngapain saya mesti mundur," sambung Jero, yang juga menjabat Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Jero Wacik juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang telah menjerat sejumlah nama sebagai tersangka. "Saya merasa clear. Saya tidak pernah memerintahkan jajaran saya untuk berbuat curang," tandasnya. Jero Wacik tegaskan pula, bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan jajaran di bawahnya untuk memberikan sejumlah dana ‘setoran’. "Saya kan sudah sembilan tahun menjadi Menteri. Jadi tidak pernah memerintahkan yang aneh-aneh," tuturnya lagi. "Saya biasanya perintah saya jaga integritas, amankan institusi, jaga diri baik-baik. Ini era demokrasi. Saya selalu begitu," jelas Jero Wacik. (tem/tri)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.177.471 Since: 05.03.13 | 0.2619 sec