Redaksi

Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 23 Maret 2016 | View : 625

SBN.

Di meja makan di hotel Asri Jaya Inn ketika niat untuk melihat taman laut tidak kesampaian maka saya berusaha menutupi kekecewaan dengan meminta foto, video dan cerita mereka. Mereka baru saja dari bawah laut. Pergi pagi pulang malam. Apa saja yang dilakukan. Mukanya pada gosok berat.

Bagi yang tidak bisa berenang, tidak pernah snorkeling dan diving TIDAK ADA HALANGAN untuk melihat taman laut. Pemandu profesional yang kita bayar (di Tomia Rp 600.000,- persetengah jam) akan membantu. Teman yang saya temui di Tomia ada yang tidak bisa berenang. Dia mampu masuk ke kedalaman sedalam 9 meter. Videonya yang saya lihat dengan perasaan ngiler mampu masuk 16 meter.

Saya pernah menyelam sekalipun tidak belajar diving dan snorkeling. Hal ini pernah saya lakukan di Bunaken beberapa tahun lalu. Hanya tidak bisa mendadak untuk bisa melihat taman laut yang ada di Wakatobi. Ada perencanaan dan persiapan hati. Bagi yang takut dengan sinar matahari maka hal seperti ini perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Risikonya terbakar habis. Penggunaan sunblock yang benar harus diperhatikan.

Moga-moga saya ada kesempatan untuk bisa melihat sendiri taman laut Wakatobi. Mengapa saya semakin penasaran ingin melihat? Ini gara-gara pernyataan orang Yunani bernama Andros. Dia sudah menyelam sebanyak 750 kali selama 20 tahun di seluruh dunia dan dia sudah 8 kali ke Indonesia, menyatakan bahwa Wakatobi adalah taman laut terbaik di dunia. Hah, aduh mak baru tahu.

Bayangan indah saya tentang Yunani dengan rumah putih di pinggir pantai menjadi rusak. Padahal gambar yang saya lihat di foto begitu menggoda saya untuk melihat langsung. Kata Andros, kalau untuk berenang di laut Mediterian, okelah.

Lalu Wakatobi terbaik di dunia? Dia menyukai coral dan ikan masih banyak (tkarena tidak overfishing). Memang Wakatobi adalah kawasan coral seluas 118.000 hektar. Ada soft dan hard coral. Di pulau Kaledupa atolnya sepanjang 48 km. Hal itu menjadikannya sebagai atol terpanjang di dunia. Ada 25 gugusan terumbu karang dan pantai putihnya seluas 600 km. Di Wakatobi ada 750 spesies karang laut dan 942 jenis ikan. Untuk urusan karang, atol dan ikan katanya terbanyak di dunia. Aduh banyak istilah yang harus saya pelajari. Bicara kehidupan bawah laut termasuk wisatanya sungguh o`on saya ini. Pasti pasang wajah bingung mendengar istilah-istilah. Saya catat dn cari artinya supaya jadi pintar.

Begitu bergairahnya saya mendengar bahwa Wakatobi adalah daerah penyelaman terbaik di dunia lalu saya minta ijin dia untuk memotretnya. Dia kaget atas permintaan saya lalu mengijinkan. Mau tanya situasi Yunani, saya batalkan. Tidak perlu ngomong yang tidak enak.

Jadi informasi yang saya tahu soal wisata bawah laut sebagai berikut: ada 3 resort dan hotel yang nyaman. Di resort ini menyediakan pelayanan menyelam (diving dan snorkeling). Di pulau Wangi-Wangi bernama Patuna, di pulau Kaledupa ada Hoga Dive Resort (ini nampaknya juga keren) dan di pulau Tomia ada resort Onemobaa. Harga hotel Patuna ketika saya mau menginap adalah Rp 400.000,-.Pasti ini tidak termasuk biaya penyelaman dan makan siang serta malam. Di resort Onemobaa harga semalam seorang adalah $330 (sudah termasuk semua) dan tidak bisa langsung masuk resort ini. Harus pesan dari Bali. Jadi yang borjuis bisa melalui jalan resort dan hotel dengan segala fasilitasnya. Tempat tidurnya nyaman sekali dengan menghadap laut dan bisa berenang di air bening kehijauan.

Sedangkan di luar resort masih ada banyak site. Seluruh site diving dan snorkeling ada 30 lokasi. Di luar resort ada wisata budaya dan manusia. Menarik bertemu dan bercakap dengan manusia. Jadi kalau Anda mau memutuskan melakukan wisata bawah laut, saran saya pelajarilah dengan teliti lalu putuskan memilih yang mana. Di luar resort dan hotel ada banyak yang melakukan bisnis ini. Harga sekali melihat taman laut Rp 600.000,- adalah harga di luar resort. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.725 Since: 05.03.13 | 0.82 sec