Redaksi

Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 25 Maret 2016 | View : 488

SBN.

Pada tanggal 12 Maret 2016 dari Tomia pagi hari saya naik kapal cepat jam 6 menuju ke Wangi-Wangi. Kali ini perjalanan memerlukan 3,5 jam. Dermaga kapal ada di daerah Bajo. Lalu saya menuju ke perkampungan Bajo.

Satu bonus di luar dugaan traveling saya ke Wakatobi adalah melihat perumahan suku Bajo. Ternyata suku Bajo paling banyak di Wakatobi terutama di Pulau Wangi-Wangi. Jumlah mereka sekitar 35% tersebar di 5 wilayah di Wangi-Wangi.

Suku Bajo adalah suku hidup dan berumah di atas laut. Karena itu mereka membangun kampung apung di atas laut. Begitu dekatnya mereka dengan laut, anak yang dilahirkan beberapa hari kemudian harus menyentuh air laut. Ari-ari bayi tidak ditanam tetapi diarungkan ke laut. Kalau mau bertetangga maka ada jembatan kayu sebagai penghubung. Setiap keluarga minimal memiliki 1 sampan. Bedak beras sebagai pengganti sun block banyak dipakai kaum perempuan. Di tempat ini telah dibangun tempat pertemuan suku Bajo seluruh dunia bertemu.

Bagi Anda yang hendak wisata budaya dan alam terkait dengan suku Bajo sudah ada paket yang apik di Pulau Wangi-Wangi. Ada beberapa paket yakni:

1. Walking Tour
Paket ini membuat kita bisa melihat: 1) tempat pembuatan alat tangkap ikan, 2) pembuatan bedak beras, 3) pembuatan sampan, 4) pasar malam, 5) pusat kerajinan dan lain-lain.

2. Cerita tentang Bintang
Kita juga akan bisa mendengarkan cerita mereka tentang bintang. Suku yang dekat dengan bintang ketika mereka melaut di malam hari.

4. Wisata Kano
Kita bisa melihat apa yang mereka lakukan di laut seperti melihat keramba apung, keramba tancap, pasar sentral. Paketnya di sore hari sekalian melihat matahari tenggelam.

5. Melihat Dolphin
Paket pagi hari menuju pulau Kapala. Kita akan melihat dolphin yang muncul ke permukaan laut.

6. Wisata kuliner
Di sana juga tersedia makanan khas Suku Bajo seperti nasi jagung, kasuami pepe, dan lain-lain. Makanan ini dijual di pasar malam berada di Mola Selatan.

Wisata Bajo ini dikembangkan oleh British Council bekerja sama dengan Bank Mandiri. Ada larangan bagi wisatawan jika berada di sini yakni menyalakan api, membuang putung rokok sembarangan dan minuman keras serta berjudi.
Wisata ini dirancang menguntungkan penduduk lokal. Transaksi uang langsung terjadi dengan penduduk setempat.

Dari pusat informasi wisata Bajo saya menuju ke Kontamane Gua Air. Begitu banyak anak di sana. Bermain air bersama teman-temannya. Anak-anak dibuat bahagia oleh air jernih. Mudah sekali menyenangkan anak. Sayapun juga tidak keberatan bermain di sana hanya sayang tidak ada kesempatan.

Sebelum saya ke bandara saya ke Pantai Cemara, Sombu Dive Square dan berakhir di resort Patuna yang seharusnya saya menginap di hari pertama di Wakatobi. Selain resort juga ada hotel di tempat ini. Tempat ini dirancang untuk penikmat diving, snorkeling dan perenang. Ada sekitar 1 jam saya di restoran Resort Patuna. Pesan kopi dan daun kelor yang khasiatnya luar biasa. Resort ini konon kabarnya milik bupati Ir. Hugua. Lalu saya kembali ke Kendari dengan hati penasaran untuk lebih jauh mengenal suku Bajo dan menyelam melihat taman laut. (esh)

See Also

Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
Kolaborasi Masyarakat Sipil Dengan Kota Surabaya Untuk Anak
Pernikahan Anak Sartiah Yusran Di Kendari Dan Menulis Tentang Suami Yang Luar Biasa
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.730 Since: 05.03.13 | 0.1701 sec