Opini

Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 25 Maret 2016 | View : 343

SBN.

Hari ini adalah Jumat Agung untuk mengenang kematian Yesus Kristus. Paskah bagi saya lebih penting ketimbang natal. Membahas kematian yang berujung pada kebangkitan. Topik kematian adalah salah satu topik favorit saya karena kunci untuk transformasi.

Saya belajar bahwa ternyata banyak sekali versi tentang kematian. Menurut saya banyak kematian kecil dan hanya ada satu kematian besar yakni tercabutnya nyawa di tubuh kita.

Di level pribadi ada kematian hati dan spirit. Banyak orang yang hatinya menjadi mati (dying) karena sengaja dimatikan atau tidak sengaja. Kalau dihidupkan maka akan membuat susah. Banyak orang konsentrasi menghidupkan aspek fisik dan rasionya saja. Hatinya tidak digunakan sehingga nampaknya seperti mati. Kalau mau dihidupkan kembali masih bisa (ini berita yang menggembirakan).

Contoh orang yang bekerja di lingkungan yang tidak memberi tempat hati beroperasi. Orang tersebut kalau mau bertahan maka harus menyesuaikan diri yakni tidak menggunakan hatinya ketika bekerja. Ketika melihat teman setimnya yang baik sekali padanya dipecat karena dianggap performancenya jelek; dia memilih tidak terlibat sama sekali karena jika terlibat maka dia akan terseret jauh.

Soal jiwa dan spirit. Banyak yang menganggapnya satu. Dari yang saya pelajari ternyata ini dua hal yang berbeda. Karena itu banyak yang tidak menghidupkan spiritnya. Pelajaran dari Yesus dari percakapannya dengan Nikodemus, menyatakan bahwa SESUNGGUHNYA JIKA SEORANG TIDAK DILAHIRKAN KEMBALI, IA TIDAK DAPAT MELIHAT KERAJAAN ALLAH”. Siapapun yang mau melihat kerajaan Allah harus mengalami kelahiran spiritual. Jadi ada kelahiran fisik dan ada kelahiran spiritual. Kelahiran spiritual merupakan kunci lahirnya inner power.

Relasipun bagi saya adalah kehidupan bersama. Itupun ada yang kita hidupkan dan ada yang kita matikan dengan sengaja maupun tidak. Banyak sekali drama soal ini. Ada satu pihak ingin menghidupkan relasi yang ada namun pasangannya bersikeras mematikannya. Keduanya menjadi menderita karena relasi keduanya hidup dalam relasi yang sekarat. Hubungan tidak bertumbuh tetapi justru melakukan perusakan perlahan-lahan.

Bagi saya jangan setengah-setengah jika ingin berelasi. Kalau mau dihidupkan maka hidupkanlah dengan sepenuh hati tetapi kalau mau dimatikan maka dimatikan saja. Selesai. Hubungan dalam hasrat sepihak bukan hidup yang mudah. Bagi saya lebih baik merelakan mati ketimbang harus menderita dalam penantian sadarnya pasangan untuk menghidupkan relasi yang ada.

Jadi kematian bagi saya bukan sesuatu yang buruk. Diperlukan mati untuk bisa naik kelas atau mendapatkan yang baik. Karena itu di ceritera Hindu ada Syiwa yang menghancurkan untuk lahirnya sesuatu yang baru. Kematian dan kelahiran dengan dimensi dan level yang begitu banyak. Karena itu kita tidak perlu takut dengan kematian. Kalau kita melakukan kesalahan dalam melangkah jika berujung menyakitkan maka relakan saja lepas dan mati. Kita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik karena kita telah berpengalaman untuk memulai dan menjalankannya dengan baik.

Kematian selalu bergandengan dengan kehidupan. Karena itu kalau mau hidup, kita perlu mati terlebih dulu. Begitu bergulir seterusnya. Kematian besar yakni tercabutnya nyawa juga berceritera tentang kehidupan di tempat lain.

Hari ini saya diingatkan tentang mematikan ego untuk bisa bertemu dengan Tuhan dalam RohNya. Selamat paskah. Semoga kita semua yang percaya dengan cerita ini, mendapatkan pengalaman kebangkitan. Kebangkitan spiritual untuk bisa bersama-sama Tuhan, menjalani hidup yang tidak menentu dan berubah terus. Dia tidak pernah berubah. Selalu hadir. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Jadilah Pemenang
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.439 Since: 05.03.13 | 0.1811 sec