Politik

Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta

Monday, 21 Maret 2016 | View : 486

JAKARTA-SBN.

Maju melalui jalur independen,bukan berarti Ahok menjauhi partai politik. Gubernur DKI Jakarta dengan nama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu, hadir dalam pelantikan pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) DKI Jakarta, di Istora (Istana Olahraga) Gelora Bung Karno/Istora Senayan, Gelanggang Olahraga Bung Karno, Senayan, Jalan Pintu Gelora 5, Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (20/3/2016).

Mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005 tersebut, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" tiba di Main Hall Istora Senayan, Jakarta sekira pukul 16.08 WIB. Begitu masuk melalui ruang VIP, suara gemuruh mulai terdengar.

Suasana semakin gegap gempita saat pria berkaca mata itu memasuki barisan terdepan. Suara tepuk tangan dan teriakan bersatu dengan musik ala Betawi menyambut Ahok menuju kursi yang disiapkan.

Mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006 itu tampak bingung sambil menggaruk kepala. Sesekali kepalanya mengangguk menyambut sapaan para elite Partai NasDem.

Sampai akhirnya Ahok bertemu dengan Surya Paloh. Pertemuan keduanya di barisan depan membuat Istora Senayan semakin gemuruh. Sebelum duduk, keduanya bersalaman dengan cara 'salam komando'.

Ada pemandangan yang unik pada pelantikan ini, para kader dan simpatisan NasDem kompak mengenakan kaos bertuliskan 'TemanAhok'.

Mereka mengenakan kaos putih bertuliskan 'TemanAhok' berlogo partai NasDem yang menggantikan huruf 'O' pada kata 'Ahok'.

Tak cukup sampai di situ, dukungan NasDem pada Ahok juga terlihat pada bagian belakang kaos itu. Pada bagian belakang tertulis 'Ahok-Heru'. Lalu di bagian bawahnya tertulis 'Pilkada 2017-2022'.

Tak hanya kader, para pengurus yang dilantik juga mengenakan kaos yang sama. Hanya saja, kaos itu dibalut seragam biru khas NasDem.

NasDem merupakan partai pertama yang mendeklarasikan diri sebagai pendukung Ahok. Sejak saat itu, NasDem ikut mengumpulkan KTP dukungan untuk Ahok yang diserahkan kepada TemanAhok sebagai pusat pengumpulan dukungan.

Tak cuma itu, kejutan lain juga diberikan kepada orang nomor satu di Jakarta itu. Ahok diberikan rompi TemanAhok, yang tak lain adalah kelompok relawannya.

"Kami meminta Pak Ahok untuk tetap berada di atas panggung, karena kami akan memberikan kejutan. Yakni berupa rompi 'TemanAhok'," kata sang pemandu acara di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Seorang kader memberikan rompi putih itu kepada Surya Paloh, yang kemudian memakaikan kepada Ahok. Rompi itu bertuliskan 'TemanAhok' dan berlogo NasDem di dada kiri. Logo serupa juga berada di bagian belakang rompi dengan ukuran yang lebih besar.

Prosesi ini disambut tepuk tangan meriah dari para pengurus, kader, dan simpatisan NasDem yang memenuhi seluruh ruang utama Istora Senayan itu.

Kejutan ditutup dengan berfoto bersama dengan Ahok, yang mengenakan rompi 'TemanAhok' itu, yang membalut batik biru yang dikenakan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkap perjalanan dukungan Partai NasDem kepada dirinya untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta.

Mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini menyampaikan hal itu di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem, saat pelantikan pengurus se-DKI Jakarta.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 1 Juni 2014-22 Juli 2014 ini merasa banyak orang yang tidak tahu kedekatan dirinya dengan Partai NasDem, khususnya sang Ketua Umum Surya Paloh.

Perkenalan keduanya itu dilakukan sudah terjadi sejak di Belitung Timur, ketika saat sang ayah bergelut di dunia politik bersama Partai Golongan Karya (Golkar).

Kedekatan itu berlanjut hingga ke dirinya Ahok dan sang adik. Sang adik menyebut memilih NasDem sebagai kendaraan politik di Belitung Timur karena partai ini punya visi, NasDem yang berniat memperbaiki bangsa.

"Saya tanya mama saya, dia bilang, mukanya memang muka penjahat serem, tapi hatinya baik," tutur Ahok di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Awalnya, Ahok pesimistis dengan partai politik, karena biasanya lamban mengambil keputusan. Tapi tidak dengan NasDem. Surya Paloh merupakan orang pertama yang ditemui, untuk membicarakan dukungan pada Pilkada DKI Jakarta.

Tak butuh waktu lama, Surya Paloh pun langsung menyatakan dukungan partainya kepada Ahok. "Sudahlah Hok, kamu mau diusung atau didukung, NasDem dukung," imbuh orang nomor satu di Jakarta mengungkapkan perbincangan dengan Surya Paloh, Basuki Tjahaja Purnama.

Ada satu hal yang paling membuat Ahok tidak enak hati dengan Surya Paloh pada dukungan ini. Pemilik Media Group itu, Surya Paloh rela tidak diingat lagi oleh Ahok bila nanti menang pada Pilkada DKI, sekalipun NasDem merupakan partai pertama yang mendukung.

"Ini yang buat saya enggak enak hati. Kata Pak Surya, kau enggak mau kenal abang lagi juga kalau terpilih enggak negor enggak apa-apa, yang penting Jakarta beres," kata dia.

"Saya enggak ada urusan ini, saya cuma urusan yang bisa beresin Jakarta cuma kamu. Habis itu enggak peduli juga enggak apa-apa," tutup Ahok.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menyatakan partainya siap mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju kembali di Pilkada DKI Jakarta melalui jalur independen. Dukungan akan diberikan sesuai permintaan Ahok dan kemampuan partai.

"Bentuk dukungannya apa saja, tanya Pak Ahok butuh apa, kalau kita bisa memenuhi dan sepanjang kita mampu kita akan lakukan. Kita lakukan sesuai kemampuan kita. Kalau itu di luar kemampuan kita, kita akan bilang kita enggak mampu," papar Surya Paloh di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Surya Paloh mengatakan, partai NasDem tidak meminta syarat apa pun kepada Ahok atas dukungan yang diberikan. Bahkan, bila ada yang lebih dari dukungan tanpa pamrih, itu pun akan diberikan kepada Ahok.

"Apa lagi yang lebih dari memberi tanpa pamrih. Kalau ada yang lebih baik itu kita akan capai bersama. Pertimbangannya itulah barangkali upaya kita untuk meyakinkan bangsa dan negara Ini bahwa institusi partai politik ini tidak semuanya memiliki egoisme terhadap kekuasaan, yang berhenti kepada kepentingan sesaat atau jangka panjang baik terhadap individu, kelompok atau partai politik itu sendiri," tambah Surya Paloh.

"Kita harus mengubah persepsi masyarakat, ada juga semangat partai politik yang menetapkan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan partai politik itu sendiri," imbuh dia.

Saat ini yang bisa dilakukan adalah membantu Ahok mengumpulkan 1 juta dukungan KTP agar bisa maju sebagai calon independen bersama Heru Budi Hartono. Bersama TemanAhok, NasDem akan terus mendukung segala langkah Ahok di Pilkada 2017.

"NasDem akan mendukungnya meski Ahok maju lewat independen. Bentuk apa dukungannya, tentu seluruh daya upaya supaya dia bisa memenangkan kompetisi pada pilkada yang akan datang. Kalau kita dukung bukan karena apa-apa, ada tekad, ada semangat, ada kejujuran bersikap di sana. Seluruh effort kita lakukan," jelas Surya Paloh.

Partai NasDem memutuskan mendukung Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta. Keputusan ini sempat membuat tanda tanya besar karena NasDem bukan berkoalisi malah mendukung calon independen.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh juga ditanya soal itu saat memutuskan mendukung Ahok. Surya Paloh pun ringan saja menjawab pertanyaan banyak pihak itu.

"Jawabnya sederhana. Saya yakin Ahok tetaplah Ahok. Dia tidak akan berubah jadi orang lain. Lugas, terbuka, jujur, bekerja keras, spontan ada pada diri dia. Ahok ya Ahok, sifatnya Ahok, karakternya Ahok, kinerjanya juga Ahok," tutur Surya Paloh.

Surya Paloh sadar, kepercayaan masyarakat kepada partai politik kini tengah menurun. Dengan mendukung calon independen yang diinginkan rakyat, akan memunculkan kembali partisipasi publik dalam menghadapi pesta politik di DKI Jakarta.

"Dia tidak hanya datang dari pencitraan, dan pencitraan ini bukan model Ahok," imbuh Surya Paloh.

Saat ini, Jakarta butuh banyak sosok untuk diteladani. Sosok yang menjadi teladan ini sangat cocok untuk memegang amanah.

"Ahok sebagak kakak saya menitip pada dirimu. Kamu harus lebih hebat dari yang bicara ini. Jiwamu, kejujuranmu, keikhlasanmu harus lebih hebat dari ketum Nasdem yang bicara di depan ini," tegas Surya Paloh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai NasdDm Surya Paloh menyatakan dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama untuk kembali terpilih dalam Pilkada Serentak 2017.

Surya Paloh menilai, pria yang akrab disapa Ahok itu memiliki kemampuan mengelola berbagai persoalan yang ada di Jakarta, salah satunya birokrasi di Pemprov DKI.

"Saya pikir, sampai hari ini walaupun belum terjelaskan, Ahok merupakan prioritas bagi NasDem untuk meneruskan jabatan di DKI," beber Surya Paloh saat ditemui dalam Konsolidasi Fraksi NasDem di Legian, Bali, Kamis (14/1/2016) malam.

Dia mengungkapkan, dalam pertimbangannya, Ahok dinilai memiliki kejujuran dalam bersikap. Ahok dinilai mampu mengelola institusi pemerintahan daerah seperti DKI dengan berbagai kompleksitas persoalan yang terjadi.

"Dia pasti banyak kekurangan, tapi kalau kita dorong dengan pemikiran konstruktif saya pikir akan lebih hebat lagi," ungkap Surya Paloh.

See Also

Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
Kongres Partai Demokrat Akan Habiskan Rp 9,4 Miliar
DPP Partai Demokrat Tantang 161 DPC Tempuh Jalur Hukum
Muladi Keberatan Hadir Di Sidang Lanjutan Sengketa Golkar Di PTUN
jQuery Slider
Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.940 Since: 05.03.13 | 0.2166 sec