Hukum

2 Anggota Ormas Perusak Rumah Dinas Kajati Jatim Diciduk

Sunday, 20 Maret 2016 | View : 1362

SURABAYA-SBN.

Kepolisian Polrestabes Surabaya pun saat ini tengah memburu pelaku perusakan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur di Jalan Jimerto Nomor 16, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) perusakan pagar rumah dinas Kepala Kejati Jatim tersebut. "Saat ini masih kami selidiki, siapa pelaku perusakan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, tim sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Namun beruntung polisi berhasil menemukan barang bukti diantaranya, bendera berlogo ormas PP dan poster bertuliskan: Hentikan Kriminalisasi La Nyalla. "Tim identifikasi sudah olah TKP," kata polisi berambut gondrong itu.

Namun, lanjut AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H., pihaknya sudah mengantongi sejumlah petunjuk yang berhasil diamankan timnya. Nanti rencananya petunjuk itu akan dijadikan sebagai barang bukti. "Tetapi masih akan dianalisis lagi secara hukum," terangnya.

AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. berjanji pelaku perusakan rumah dinas itu sudah bisa diamankan timnya tak kurang dari waktu satu hari. "Kami usahakan pelakunya sudah terungkap dalam waktu 1x24 jam," tegasnya.

Ternyata, petugas kepolisian Polrestabes Surabaya tidak membutuhkan waktu lama menangkap pelaku perusak rumah aset milik negara tersebut.

Pelaku merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP).

Dua anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) menjadi tersangka dalam kasus perusakan rumah dinas (Rumdin) Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H., Jumat (18/3/2016).

Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan rumah dinas Kajati Jatim, Jumat (18/3/2016).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. mengatakan, penetapan status kedua tersangka itu berdasarkan sejumlah faktor. Antaranya dengan melihat rekaman CCTV, serta pemeriksaan sejumlah saksi.

"Kedua tersangka terlihat jelas di rekaman CCTV yang ada di rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” beber Perwira lulusan Akpol 1998 penggemar motor gede ini, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H., Sabtu (19/3/2016).

Kedua tersangka yang ditangkap itu adalah Erwanto, warga Jalan Tambak Langon, Surabaya, dan Samsul Anang, warga Jalan Tambak Oso Wilangun, Surabaya.

"Jumlah saksi yang kami periksa ada 10 orang, dan akhirnya kami tetapkan yang menjadi tersangka adalah dua orang ini (Erwanto dan Samsul)," ungkap AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. panggilan akrabnya Nette Boy di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (19/3/2016).

Kedua pelaku ditangkap berdasarkan alat bukti yang dimiliki polisi.

Dalam kasus ini Satreskrim menyita rekaman CCTV, pagar rumah yang rusak, dan bendera Pemuda Pancasila (PP), serta poster. Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti poster, bendera ormas PP, dan tongkat yang digunakan untuk memasang bendera.

Pengerusakan dilakukan kedua tersangka dengan cara menarik pagar rumah dinas Kajati Jatim. Keduanya saat itu bersama rombongan Pemuda Pancasila melintas dan berhenti, untuk melakukan orasi di depan rumah dinas Kajati Jatim.

Kedua tersangka dan rombongannya, minta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim) E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H. keluar dari rumah dinasnya.

Ternyata terpancing emosi, ketika Hariyadi Purnomo petugas dari Kejati yang menjaga rumah dinas mengaku, kalau atasannya tidak ada di tempat.

"Awalnya mereka bertujuan mendatangi Kejati Jatim, namun saat melewati rumah dinas itu mereka berhenti, lalu mendorong-dorong pagar, dan memukuli mika pagar hingga lepas," papar AKBP Takdir Mattenete, S.H., S.IK., M.H.

"Tersangka langsung mendekat pagar dan menariknya hingga rusak," imbuhnya.

Dari kejadian tersebut, petugas yang menjaga kediaman Kajati langsung melaporkan ke Polrestabes Surabaya. Kemudian, anggota Satreskrim Polrestabes langsung menangkapnya.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 7 tahun. “Karena kedua tersangka telah melanggar Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Pengrusakan Barang."

"Kedua tersangka kita tangkap setelah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan yang dilakukan beramai-ramai atau dilakukan bersama-sama lebih dari satu orang, ancaman hukuman 5 tahun penjara," terang pria kelahiran Bugis, Makassar tahun 1976 ini, AKBP Takdir Mattenete, S.H., S.IK., M.H. alias Nette Boy yang juga menyandang lulusan Internasional Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok dan Amerika Serikat (AS).

Perwira dengan Dua Melati di pundak tersebut, AKBP Takdir Mattenete, S.H., S.IK., M.H. alias Nette Boy mengungkapkan, kedua tersangka telah mengakui perbuatannya. Namun, keduanya masih berkelit jika perbuatan perusakan itu dilakukan secara spontan.

Sampai sekarang dua orang ini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, Sabtu (19/3/2016).

Seperti diketahui, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah, Rabu (16/3/2016) lalu.

Massa pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti terus melayangkan protes. Mereka mengepung Kantor Kejati Jawa Timur di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.54-56, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (17/3/2016) siang.

Massa pendukung La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menggelar aksi di Kantor Kejati Jawa Timur itu, mengenakan atribut Pemuda Pancasila (PP).

Ratusan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan aksi di depan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim) E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H. di Jalan Jimerto Nomor 16, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (18/3/2016).

Mereka tidak terima dengan keputusan Kejati Jatim yang menjadikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai tersangka dalam kasus IPO Bank Jatim. Massa dari ormas Pemuda Pancasila (PP) menuntut agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim) E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H. mencabut penetapan tersangka terhadap Ketua Umum PSSI tersebut. Mereka menuntut Kajati Jawa Timur, E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H. mundur dari jabatannya, karena telah mengeluarkan Sprindik baru penetapan La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai tersangka.

Demo itu berujung pengerusakan.

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.599 Since: 05.03.13 | 0.1701 sec