Hukum

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin, Ratusan Massa Ormas Rusak Rumah Dinas Kajati Jatim

Sunday, 20 Maret 2016 | View : 6482

SURABAYA-SBN.

Akankah negara akan kalah dan takut pada teror dan premanisme?

Nyali Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mengaku tidak surut setelah insiden perusakan rumah dinas Kepala Kejati Jatim, Jalan Jimerto Nomor 16, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (18/3/2016) siang.

Instansi pimpinan E.S. Maruli Hutagalung, S.H., M.H. yang adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim) itu tetap akan mengusut dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim kepada Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim), La Nyalla Mahmud Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah Kadin Jatim.

Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim), Rommy Arizyanto, S.H., M.H.

Pria asal Jambi yang adalah mantan Kasubsi Penuntutan Tahun 2004 di Kejaksaan Negeri Jambi ini mengatakan, penyidik tetap akan melanjutkan kasus ini. Bahkan penyidik tidak berniat menghentikan kasus ini.

Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Jaksa Rommy Arizyanto, S.H., M.H. menegaskan, penyidik kasus korupsi dana hibah Kadin akan tetap akan berjalan. Menurutnya, penyidik tidak berniat menghentikan kasus ini sedikit pun. "Kasusnya tetap jalan. Tidak kaitannya dengan perusakan," tegas mantan Kasi Pidum Tahun 2006 di Kejaksaan Negeri Malinau, Kalimantan Timur (Kaltim) itu, Jaksa Rommy Arizyanto, S.H., M.H.

Setelah insiden perusakan rumah dinas, Kejati Jatim sudah melaporkan hal itu ke Polrestabes Surabaya.

Pihaknya menyerahkan kasus perusakan ini kepada Polrestabes Surabaya. Setelah insiden perusakan tersebut, pihaknya sudah lapor ke Mapolrestabes.

“Kami serahkan penyelesaian kasus ini kepada polisi. Semoga polisi segera menindaklanjuti laporan kami,” tambah Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim yang pernah bertugas di Kejaksaan Tinggi Jambi, periode tahun 2011 lalu, Jaksa Rommy Arizyanto, S.H., M.H.

Menurutnya, pelapor kasus perusakan ini adalah Hariyandi.

Saat kejadian, Hariyandi sedang menjaga rumah dinas di Jalan Jimerto Nomor 16 tersebut. Pegawai Kejaksaan ini sedang piket bersama rekannya yang bernama Yanis.

Menurut mantan Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Tahun 2011 di Kejaksaan Tinggi Jambi tersebut, Yanis juga ikut ke Mapolrestabes sebagai saksi. Selain itu ada juga anggota polisi bernama Tri Widodo yang menjadi saksi. Tri Widodo juga sedang berada di lokasi saat perusakan itu.

Mantan Kasi Pidsus Tahun 2009 di Kejaksaan Negeri Muara Tebo tersebut, Rommy Arizyanto, S.H., M.H. tidak menjawab detail terkait terlapor dalam kasus ini. Dia hanya menyebut ormas Pemuda Pancasila (PP) sebagai terlapor dalam kasus perusakan rumdin Kajati. Sebab, mayoritas massa yang merusak rumdin tersebut mengenakan seragam PP.

Jaksa Rommy Arizyanto, S.H., M.H. menyebut massa ormas PP sebagai terlapor dalam kasus perusakan rumah dinas tersebut karena saat kejadian terlihat pelaku mengenakan seragam ormas PP.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. panggilan akrabnya Nette Boy mengaku sudah menerima laporan perusakan rumdin tersebut.

Pelapornya adalah pegawai Kejati, tapi Perwira lulusan Akpol 1998 penggemar motor gede ini, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.IK., M.H. lupa nama pelapornya. Sedangkan terlapornya adalah orang yang beratribut PP.

Menurut Perwira dengan Dua Melati di pundak tersebut, pihaknya sudah datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya menyita beberapa Barang Bukti (BB), seperti bendera PP, poster, dan sebagainya.

“Kami usahakan pelakunya sudah terungkap dalam waktu 1x24 jam,” pungkas pria kelahiran Bugis, Makassar tahun 1976 ini, AKBP Takdir Mattenete, S.H., S.IK., M.H. alias Nette Boy yang juga menyandang lulusan Internasional Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok dan Amerika Serikat (AS). (jarak/bt)

See Also

Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.067.987 Since: 05.03.13 | 0.1835 sec