Ekonomi

Nilai Yuan China Melemah Terhadap Dolar AS

Wednesday, 09 Maret 2016 | View : 383

BEIJING-SBN.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan melemah 65 basis poin menjadi 6,5106 terhadap dolar AS pada Rabu (9/3/2016) menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, jatuh 108 basis poin menjadi 6,5273 terhadap dolar AS pada Selasa (23/2/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Menurut Xinhua, di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atau Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System, Janet Louise Yellen mengatakan pada Rabu (10/2/2016) bahwa kebijakan tidak jelas China atas mata uangnya, yuan, memicu turbulensi di pasar global dan memperburuk kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Penurunan yuan baru-baru ini "telah meningkatkan ketidakpastian tentang kebijakan nilai tukar China dan prospek ekonominya," terang ekonom Amerika Serikat (AS) tersebut dalam kesaksiannya di Kongres, lapor AFP.

"Ketidakpastian ini menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan global dan, dengan latar belakang pelemahan terus-menerus di luar negeri, memperburuk kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global," papar mantan Vice Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System (2010-2014), Janet Louise Yellen.

Meskipun, alumnus Yale University pada tahun 1971 tersebut menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian China tidak sedang menghadapi penurunan mendadak, Gubernur Bank Sentral AS itu mengatakan ketidakpastian secara keseluruhan berasal dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu, di balik beberapa penurunan tajam dalam harga-harga komoditas global, yang pada gilirannya menekankan ekonomi para eksportir.

"Indikator-indikator ekonomi baru-baru ini tidak menunjukkan pelambatan tajam dalam pertumbuhan China," jelas alumnus Brown University dalam teks kesaksian yang disiapkan.

Tetapi dampak negatif ketidakpastian kebijakan yuan pada ekonomi global "berkontribusi terhadap penurunan baru-baru ini dalam harga minyak dan komoditas lainnya".

Pada gilirannya, alumnus Pembroke College ini berujar, "harga komoditas rendah bisa memicu tekanan keuangan di negara-negara pengekspor komoditas" serta di perusahaan-perusahaan penghasil komoditas di seluruh dunia.

Jika masalah-masalah tersebut terwujud, ekonom kelahiran Brooklyn, New York itu menambahkan, "kegiatan dan permintaan luar negeri untuk ekspor AS bisa melemah dan kondisi pasar keuangan bisa mengetat lebih lanjut."

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat lima basis poin menjadi 6,5528 terhadap dolar AS pada Kamis (28/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat 15 basis poin menjadi 6,5557 dolar AS pada Senin (25/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja. (afp/xinhua)

See Also

Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Saham Wall Street Melemah
Vice President Lotte Gantung Diri Di Pohon
Dandim 0716/Demak Hadiri Demak Expo 2016
Kodim 0716/Demak Siap Dukung Sergap Demi Kedaulatan Pangan
Saham Hang Seng Berakhir Lebih Rendah
Dandim 0716/Demak Tinjau Lokasi Panen Yang Akan Dihadiri Mentan RI
21 Trayek Baru Transjakarta Jabodetabek
Menteri Perhubungan Minta Jaminan China Terkait Standar Teknologi KA Cepat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.954.060 Since: 05.03.13 | 0.4204 sec