Agama & Masyarakat

Penjelasan Kemlu RI Perihal Alumnus Unisba Gabung ISIS Dan Tewas

Tuesday, 08 Maret 2016 | View : 1864
Tags : Isis, Unisba, Wni

JAKARTA-SBN.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) alumnus pada Universitas Islam Bandung (Unisba), Jl. Tamansari No.1, Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) bernama Rudi Jaelani disebut-sebut bergabung dengan kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan telah tewas.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia adalah Kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan luar negeri memberi penjelasan perihal informasi itu.

Dokumen atas nama Rudi Jaelani alumnus pada Unisba yang disebut gabung kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan tewas.

Semula, muncul dokumen ijazah dan transkrip dari Unisba atas nama Rudi Jaelani yang dipublikasikan pengguna akun Twitter @DrPartizan. Dokumen itu tertulis, Rudi Jaelani lulusan Sarjana Ekonomi (S.E.) program studi (prodi) Manajemen dengan tanda tangan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Dr. dr. M. Thaufiq Siddiq Boesoirie, M.Sc., Sp.THT-KL (K) dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Dikdik Tandika, S.E., M.Sc. pada 11 Maret 2014 lalu.

Pengguna akun itu mengaklaim dokumen tersebut berasal dari kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) yang datang melalui Turki. Pemilik dokumen itu juga dinyatakan tewas.

Pengguna akun Twitter @DrPartizan mengklaim sebagai tentara Kurdi. Dia mengunggah dokumen itu pada 5 Maret 2016.”Kurdish fighters find documents of an Indonesian ISIS fighter, who used to be a policeman. Travelled via Turkey,” tulis pengguna akun Twitter @DrPartizan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus Republik Arab Suriah di Mezzech, Eastern Villas, al-Madina al-Munawar Street, opposite to Omar Bin Abdul Aziz Mosque, Bloc No.270/A Building 26, Damascus, Syria, dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa (8/3/2016), memberikan 4 (empat) poin penjelasan sebagai berikut:

1. KBRI Damaskus belum menerima informasi resmi dari Pemerintah Suriah perihal informasi tersebut. Misi utama KBRI Damaskus adalah perlindungan dan repatriasi WNI dari negara konflik Suriah. Mereka yang bergabung sebagai foreign fighters di Suriah tidak masuk ke dalam fokus repatriasi mengingat mereka dengan sengaja berkeinginan bergabung dengan kelompok teroris di Suriah dalam situasi konflik.

2. Mereka yang bergabung dengan kelompok teroris bisa dipastikan masuk melalui pintu dan prosedur ilegal, biasanya melalui perbatasan Suriah-Turki di Utara Suriah. Dapat dipastikan hampir mustahil masuk melalui pintu Ibu Kota Damaskus, mengingat ketatnya penjagaan dan screening di Damaskus.

3. Adapun sejumlah 25 orang mahasiswa, 30 WNI, dan 40 TKI yang berada di Ibu Kota Damaskus dan shelter KBRI di Kota Latakia dan Aleppo, yang dapat kami jamin tidak bergabung dan bersimpati pada kelompok teroris manapun. Bagi pelajar, concern mereka adalah belajar dan lulus. Bagi TKI, concern mereka adalah aman, digaji majikan, dan pulang.

4. Mereka yang bergabung dengan kelompok teroris dapat kehilangan kewarganegaraannya sesuai dengan Pasal 23 pada UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI. Dengan kata lain, status kewarganegaraan-Indonesia-nya dipertanyakan dan diragukan. (sn)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.614.286 Since: 05.03.13 | 0.1322 sec