Hukum

Ketua DPR Minta Menteri ESDM Jelaskan Ke Publik Tidak Terlibat

Friday, 16 Agustus 2013 | View : 849

JAKARTA-SBN.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Marzuki Alie, S.E., M.M. meminta Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjelaskan kepada publik apakah dirinya terlibat atau tidak kasus suap yang dilakukan oleh salah satu tersangka kasus dugaan suap dalam pengelolaan kegiatan hulu migas di lingkungan SKK Migas yang adalah mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. dan ditemukannya uang sebesar US$ 200.000 dari ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM.

Dijelaskan oleh Ketua DPR RI yang kelahiran Palembang 57 tahun silam tersebut, klarifikasi Jero Wacik sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang benar terhadap masyarakat mengenai kasus yang berada di bawah pengawasannya. “Harus di-counter. Bicara ke publik,” ungkap Marzuki Alie kepada Wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Ketua DPR RI, Marzuki Alie juga mengajak semua pihak untuk tidak beropini dan berspeklulasi terkait kasus ini. Apalagi dikaitkan dengan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. “Kita tunggu proses hukumnya. Kita tunggu proses hukum. Kita jangan bicara seolah-olah, kita tunggu saja, kita dukung KPK dalam rangka melakukan tidank pidana untuk menyelesaikan persoalan migas,” paparnya sekali lagi.

Kasus dugaan penyuapan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S., hingga kini masih menjadi pembicaraan hangat di dalam dan luar negeri.

Berdasarkan informasi dari sumber Tempo di KPK, dalam pemeriksaan, R. mengaku uang suap yang diterimanya akan diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik. Penyerahan itu bakal R yang alumnus Technische Universitaet Clausthal Jerman lakukan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Waryono Karno.

Namun, R. yang adalah Doctor of Engineering Bidang Teknik Perminyakan dari Technische Universitaet Clausthal Jerman ini bungkam ditanya apakah uang yang diduga diterimanya itu sebenarnya ditujukan kepada Menteri ESDM Jero Wacik. Saat memasuki kantor KPK untuk diperiksa perdana sebagai saksi oleh KPK, Jumat (16/7/2013), R. hanya banyak tersenyum kepada wartawan. “Punten, punten,” ucap R. menerobos kerumunan wartawan. Mantan Wakil Menteri ESDM terlihat sempat melambaikan tangan ke arah kerumunan wartawan ketika tiba di lobi plaza Gedung KPK.

Waryono Karno menyangkal telah menerima suap dari petinggi Kernel Oil Pte Ltd. Ketika diminta konfirmasi, Waryono Karno membantah tudingan itu. “Ya, Allah, ya, Rabi, enggak ada itu. Demi Allah, demi Allah, enggak mungkin itu. Kernel juga baru dengar" tukas Waryono Karno seusai menghadiri Pelantikan Pejabat Eselon I dan II Kementerian Energi, Kamis (15/8/2013). Waryono Karno lantas buru-buru pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun sebelumnya, Waryono Karno mengaku bahwa KPK sempat menggeledah ruang kerjanya. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno mengaku tidak mengerti apa yang membuat KPK melakukan penggeledahan terhadap kantornya. Soal alasan penggeledahan itu, Waryono Karno menyatakan tidak mengetahuinya. “Tidak ada kaitannya soal tender dengan Kementerian dan Sekretariat Jenderal, makanya saya bingung, kok, ada kaitannya dengan kami,” tegas Waryono Karno.

Setelah menangkap R., tim penyidik KPK menduga guru besar Institut Teknologi Bandung itu menerima suap dari SGT, petinggi di perusahaan migas PT Kernel Oil Pte Ltd (PT KOPL Indonesia). Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R) ditangkap tangan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika ke luar rumah pada Selasa (13/8/2013) malam sesaat setelah diduga menerima uang dari petinggi Kernel Oil Private Limited (KOPL) SGT. Uang tersebut diduga diantarkan pelatih golfnya, D. alias A. yang juga ditangkap oleh tim penyidik KPK di kediaman R. Dari kediaman R. yang pernah dinobatkan sebagai dosen teladan ITB kelahiran Tasikmalaya 51 tahun silam ini, tim penyidik KPK menyita uang US$ 400 ribu, US$ 90 ribu, Sin$ 127 ribu, dan sepeda motor mewah merek BMW hitam berpelat nomor B 3946 FT. Baik R., SGT, dan D. alias A pun kini resmi berstatus menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam di gedung KPK dan telah menjalani penahanan di Rutan KPK. (tri/tem)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.272.017 Since: 05.03.13 | 0.181 sec