Agama & Masyarakat

Wali Kota Jayapura Hibahkan Lahan Untuk Umat Hindu

Tuesday, 08 Maret 2016 | View : 2433
Tags : Hindu, Jayapura

JAYAPURA-SBN.

Wali Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua periode 2011-2016, yang mulai menjabat sejak 2011, Drs. Benhur Tommy Mano, M.M. berjanji menghibahkan sebidang lahan kepada umat Hindu ketika menghadiri upacara Tawur Kesanga di Taman Imbi, Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (8/3/2016).

"Saya akan berikan lahan untuk umat Hindu yang ada di kota ini, agar upacara Ngaben bisa dilakukan disini," kata Benhur Tommy Mano dalam sambutannya di hadapan ratusan umat Hindu Kota Jayapura.

Menurut dia, dengan adanya lahan untuk kegiatan kremasi bagi umat Hindu di Kota Jayapura, tidak perlu lagi melakukannya di kampung halaman.

"Harapannya umat Hindu tidak lagi menggelar kegiatan atau upacara sakral di luar Papua, tetapi bisa disini," ujarnya disambut tepuk tangan oleh ratusan umat Hindu yang hadir.

Drs. Benhur Tommy Mano, M.M. yang akrab disapa BTM, juga mengapresiasi keterlibatan warga Kota Jayapura, khususnya umat Hindu yang ikut serta memberikan sumbangan pembangunan dan menjaga kerukunan umat beragama sehingga tetap terjaga dan terjalin dengan baik.

"Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada umat Hindu Kota Jayapura, karena yang saya tahu, selama ini umat Hindu tidak ada yang berperilaku atau berulah macam-macam atau yang aneh-aneh," ucap BTM.

Usai memberikan sambutan, BTM memberikan bantuan senilai Rp 20 juta kepada panitia pelaksana upacara Tawur Kesanga dan mohon pamit untuk menghadiri kegiatan selanjutnya dengan panitia masuknya Injil di Pulau Mettu Debi, Kampung Tobati-Enggros.

"Ini sumbangan pribadi saya dan keluarga bagi pelaksanaan upacara hari ini," tuturnya yang langsung disambut oleh Mangku Gde IGM Sunarta, Pinandita Pura Agung Surya Bhuvana.

Sementara itu, sehari sebelum perayaan suci Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara "Tawur Agung" sebagai bentuk penyucian alam semesta, khusus di Denpasar pelaksanaannya diselenggarakan di Lapangan Puputan Badung, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Selasa (8/3/2016).

Kegiatan ritual itu dipimpin enam rohaniawan Hindu (Sarwa Sadaka) yakni Ida Pedanda Gede Telaga, Ida Padanda Istri Budha, Ida Resi Bhujangga Waisnawa Putra, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Ida Sri Empu Dharma Sunu, dan Ida Pandita Empu Jaya Putra Pamuteran .

Pelaksanaan "Tawur Agung" terkait pelaksanaan hari raya suci Nyepi tahun saka 1938, dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakilnya IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD serta ribuan umat sedharma.

Tawur Agung ini tergolong upacara "Buta Yadnya" atau kurban suci dalam Agama Hindu, persembahan dalam bentuk upakara sebagai ciri "Tawur" adalah persembahan berbagai macam binatang menjadi korban suci.

Di antaranya lapisan dasar dipersembahkan ayam "manca sata" (lima ayam), untuk arah Timur dipersembahkan angsa, Selatan sapi, Barat Daya "asu blangbungkem", Barat kambing, Utara kucit butuan, di Tengah bebek blangkalung dan paling Atas kerbau. Sedangkan untuk di Depan "sanggar tawang" dipersembahkan kambing.

Semua Korban itu dipersembahkan kepada butha kala, agar buta kala menjadi somia (netral) dan kembali pada akikat dirinya yakni keaspek siwa" (Tuhan) yang penuh cinta kasih, kata ketua panitia kegiatan ritual sekaligus Kabag Kesra Setda Kota Denpasar IGN Bagus Mataram.

Sementara Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan agar pada pelaksanaan "pengerupukan" atau sehari menjelang Nyepi berjalan baik, kondusif, tenang dan lancar.

IB Rai Dharmawijaya Mantra menekankan kepada semua umat agar pada hari raya Nyepi, khususnya masyarakat Kota Denpasar dijadikan ajang mengintrofeksi diri agar menjadi lebih baik ke depannya.

"Dengan melaksanakan semua itu maka pelaksanaan hari raya Nyepi menjadi aman dan nyaman," tandas dia.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni menambahkan "Tawur Agung Kesanga" ini merupakan penyucian alam semesta, sehingga unsur-unsur yang bersifat negatif menjadi netral. Dengan demikian dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat Kota Denpasar.

Komang Sri Marheni berharap agar umat beragama meningkatkan rasa toleransi saling menghormati antarpemeluk agama. Sehingga pada perayaan Hari raya Nyepi tidak terjadi konflik.

"Mari kita junjung tinggi toleransi antaraumat beragama, sehingga terjadi keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (ant)

See Also

Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Selamat Jalan Mike Mohede
Rais Syuriah PB NU KH Mas Subadar Wafat
22 Acara Puncak Satu Abad Qudsiyyah
Kasdim 0716/Demak Hadiri Silaturahmi Bupati, Wakil Bupati Dengan Ulama & Tokoh Masyarakat
Kuatkan Nilai-nilai Aswaja, Iksab TBS Agendakan Silatnas
Dandim 0716/Demak Hadiri Open House Bupati
Marwah Band Semarakkan Halalbihalal UMK
Ibunda Nyai Hajjah Siti Fatmah Berpulang Ke Rahmatullah
Pelantikan PDM & PDA Kudus, Kuatkan Sinergitas Dengan AUM
Launching Rembug Warga NU Dengan Bedah Buku Masterpiece Islam Nusantara
Khosifah Nahkodai Aisyiyah Kudus
Ahmad Hilal Majdi Kembali Pimpin PDM Kudus
Pembukaan Musyda Muhammadiyah Dan Aisyiyah Kudus Periode Muktamar Ke-47
Tektek Kampling
Shalat Gerhana Matahari Ajarkan Kesyukuran Dalam Hidup
Bazar Ramaikan Musyda Aisyiyah Kudus
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.950.724 Since: 05.03.13 | 0.1643 sec