Ekonomi

Pemerintah Turunkan Tarif Tol Suramadu

Tuesday, 01 Maret 2016 | View : 713

JAKARTA-SBN.

Pemerintah menggratiskan sepeda motor atau golongan VI di Jembatan Tol Suramadu mulai 1 Maret 2016, sedangkan untuk golongan I-IV diturunkan tarifnya sebesar 50 persen dari tarif sebelumnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura.

Demikian, salah satu isi dari Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) Nomor 60/KPTS/M/2016 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Pengurangan Besaran Tarif Tol Pada jalan Tol Jembatan Surabaya-Madura yang salinannya diterima awak media di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Kepmen yang ditetapkan dan ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia ke-1 pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. pada tanggal 24 Februari 2016 tersebut menetapkan bahwa tujuh hari sejak ditetapkan yaitu Selasa (1/3/2016), besaran tarif tol pada jalan tol Jembatan Suramadu mengalami pengurangan untuk golongan I sampai dengan V, sedangkan golongan VI atau kendaraan bermotor roda dua tidak diwajibkan untuk membayar atau gratis.

Berikut rincian tarif baru untuk jenis kendaraan golongan I adalah Rp 15 ribu, sebelumnya Rp 30 ribu, golongan II menjadi Rp 22.500 sebelumnya Rp 45 ribu, golongan III menjadi Rp 30 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu, golongan IV Rp 37.500 dari sebelumnya Rp 75 ribu, golongan V menjadi Rp 45 ribu dari sebelumnya Rp 90 ribu dan golongan VI gratis dari sebelumnya Rp 3 ribu.

Hal tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" untuk percepatan pengembangan dan pembangunan wilayah terutama di Pulau Madura, berkaitan dengan tujuan dibangunnya Jembatan Suramadu.

"Dengan adanya Jembatan itu, maka mobilitas orang dan mobilitas barang akan lebih efisien, akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan transportasi laut atau kapal," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Joko Widodo (Jokowi) pada rapat terbatas (ratas) awal Februari lalu.

Presiden RI ke-7 tersebut, Ir. H. Joko Widodo menegaskan, tujuan utama pembangunan Jembatan Suramadu adalah menggerakkan perekonomian di Jawa Timur, serta mempercepat pengembangan dan pembangunan wilayah terutama di Pulau Madura sehingga akan mengurangi ketimpangan antar wilayah dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.

Dalam ratas tersebut diputuskan agar tarif tol Suramadu dipotong hanya menjadi 50 persen saja. Alasannya, tingginya harga tol selama ini membuat harga barang yang berasal dari Surabaya dan Madura menjadi mahal. Maka, Kepala Negara meminta diturunkan dengan harapan dapat membantu masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) ke-14 Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. atau yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan, pembebasan tarif Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) untuk roda empat atau lebih tinggal menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

"Sekarang keputusannya tinggal menunggu petunjuk dari Presiden Joko Widodo. Semoga secepatnya disahkan," ungkap mantan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Provinsi Jawa Timur ini kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (30/1/2016).

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (2003-2008) ini, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengakui sudah dua kali mengirimkan surat ke pemerintah pusat terkait pembebasan tarif jembatan sepanjang 5,4 kilometer yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura tersebut.

Sama seperti pembebasan tarif Jembatan Suramadu bagi roda dua atau sepeda motor yang sudah diberlakukan sebelumnya, yakni pada Juni 2015, Pemerintah Pusat menghapus biaya melintas yang semula senilai Rp 3.000 bersamaan dengan kebijakan potongan 35 persen masuk tol selama musim angkutan Lebaran 2015.

Sebenarnya, sambung mantan Komisaris Utama Bank Jatim sejak tahun 2005 hingga 2008 itu, usulan tersebut sudah pernah diajukan sebelum digratiskannya tarif masuk Jembatan Suramadu bagi kendaraan roda dua, namun untuk roda empat belum disetujui.

"Usulan resminya sudah dua kali dan sepertinya memang lampu hijau. Tapi saya tidak tahu alasan belum disetujuinya secara resmi dari Presiden. Sambil menunggu, Pemprov juga akan kembali bertanya," papar Gubernur Jawa Timur periode jabatan tahun 2009 hingga tahun 2014 tersebut, Soekarwo.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini, usulan tersebut sebagai langkah untuk menekan biaya distribusi barang, khususnya produk asal Madura yang akan dikirim ke daerah lain karena selama ini produk unggulan "Pulau Garam" selalu kalah bersaing akibat biaya produksi lebih tinggi dampak dari ongkos angkut yang mahal.

Tarif melintas Jembatan Suramadu untuk jenis kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/truk kecil dan bus) senilai Rp 30 ribu, kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar) Rp 45 ribu, kendaraan golongan III (truk tiga gandar) Rp 60 ribu, dan golongan IV (truk empat gandar) Rp 75 ribu.

Usulan Gubernur Jawa Timur (Jatim) yang menjabat sejak 12 Februari 2009 itu mendapat dukungan dari berbagai pihak, misalnya anggota DPD RI Ahmad Nawardi yang menegaskan siap menggalang dukungan ke rekan-rekannya di Senayan agar usulan tersebut terealisasi.

Hal sama dikatakan anggota DPR RI asal Pamekasan, K.H. Kholilurrahman, yang mendukung usulan itu dan mendesak pemerintah pusat megratiskan penggunaan Jembatan Suramadu.

"Saya berharap teman angggota DPR dari Dapil XI Madura juga ikut memperjuangkannya. Usulan itu sebenarnya sudah lama dan harus didukung," pungkasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sebesar Rp 30 ribu untuk kendaraan roda empat dinilai kemahalan. Mahalnya tarih tol menjadi salah satu penghambat masuknya investasi ke Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.

Menurut anggota Komisi Pembangunan DPRD Bangkalan, Mahmudi, tarif tol Suramadu yang wajar adalah sebesar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu.

“Kalau investor dari Surabaya mau meninjau Madura, butuh biaya Rp 60 ribu di luar bensin, ini mahal, makanya investor pilih investasi di Gresik karena biaya transportasi lebih murah,” terangnya memaparkan hasil kajian DPRD Bangkalan, Jumat (5/8/2011).

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyatakan hal yang sama. “Ini salah strategi untuk menarik investor ke Madura,” tukas Sekertaris Daerah Bangkalan, Syaiful Djamal.

Dia menambahkan, pihaknya sudah melayangkan usulan ke pemerintah pusat agar tarif Suramadu diturunkan.

Sejak Suramadu diresmikan pada 10 Juni 2009, jelas Syaiful Djamal, Bangkalan sudah menyiapkan kawasan khusus industri, kemudahan perizinan dan jaminan keamanan. Namun, sampai kini belum belum ada investasi yang masuk. “Kalau biaya transportasi murah, akan meringankan biaya transportasi pengiriman barang milik investor,” imbuh dia.

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.664.616 Since: 05.03.13 | 0.1461 sec