Olah Raga

Menpora Minta Polisi Tegas Terkait Keributan ILC

Wednesday, 02 Maret 2016 | View : 5930

JAKARTA.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia ke-12 pada Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014 menggantikan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau disingkat KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau lebih dikenal sebagai Roy Suryo, H. Imam Nahrawi, S.Ag. meminta polisi bertindak tegas terkait keributan seusai acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di Jakarta, Selasa (1/3/2016) malam, apalagi salah satu korbannya adalah istri pejabat pemerintah yang menjadi narasumber pada diskusi tersebut.

"Keributan apalagi diduga pengeroyokan merupakan cara premanisme yang memalukan. Saya mendukung penuh jika peristiwa ini dilaporkan ke polisi dan meminta segera menyelidikinya," kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Berdasarkan data dari pihak Kemenpora, keributan terjadi setelah diskusi pada acara ILC dengan tema "PSSI, Antara Hidup dan Mati".

Diduga ada oknum suporter yang melakukan pengeroyokan yang korbannya adalah istri Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto yang menjadi narasumber diskusi tersebut.

"Apalagi ada istri pejabat Kemenpora yang mewakili pemerintah di acara tersebut yang ikut menjadi korban. Ini tentu tidak bisa ditolerir. Kami meminta pihak kepolisian menyelidiki peristiwa ini. Jika terbukti segera tangkap pelakunya," katanya menambahkan.

Seharusnya, tutur dia, pihak pelaksana kegiatan menjamin perlindungan keamanan yang optimal kepada seluruh peserta diskusi yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional itu. Terlebih lagi, tema yang diangkat adalah masalah sepak bola Indonesia yang lagi hangat-hangatnya.

Acara Indonesia Lawyers Club disingkat ILC yang sebelumnya bernama Jakarta Lawyers Club adalah acara talkshow yang disiarkan di tvOne setiap hari Selasa pukul 19.30 WIB dan hari Sabtu pukul 19.00 WIB dipandu oleh Sukarni "Karni" Ilyas tersebut memang menghadirkan banyak narasumber mulai dari perwakilan pemerintah dalam hal ini Kemenpora, anggota Komisi X DPR RI PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti, pengamat olahraga, perwakilan suporter hingga dua mantan Menpora yaitu Roy Suryo dan Dr. H. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si.

Pada diskusi tersebut salah satu pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) Partoba Pangaribuan berbicara cukup keras dalam mengkritisi persepakbolaan nasional maupun PSSI dan bahkan menyerukan kepada pemerintah untuk membentuk federasi baru. Setelah diskusi usai, diduga keributan dan berlanjut dengan pengeroyokan terjadi.

Adanya pengeroyokan juga diakui oleh Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto.

Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto kecewa atas aksi pemukulan oknum suporter usai acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng Selatan No.1, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016) malam.

Gatot S. Dewa Broto mengatakan istrinya ikut terkena aksi pemukulan tersebut saat mencoba melerai.

Menurut dia, dugaan upaya pengeroyokan terjadi tidak jauh dari Partoba Pangaribuan. Namun, justru istrinya yang menjadi korban karena terkena pukulan pada bagian lengan.

Gatot S. Dewa Broto yang berada di lokasi menceritakan, awalnya oknum tersebut mengejar salah satu pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) Partoba Pangaribuan.

Istrinya berada di dekat Partoba mencoba melerai

Tapi oknum tersebut tetap saja berusaha mengeroyok Partoba Pangaribuan.

"Yang dikejar itu awalnya Pak Partoba, istri saya pas di dekatnya. Memang saya tidak diganggu, tapi saya kecewa karena istri saya kena. Saya sangat kecewa," ketus Gatot S. Dewa Broto.

Beruntung polisi mengamankan aksi tersebut.

Mantan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu juga membantah rumor jika salah satu pendiri FDSI tersebut memancing keributan dengan mencekik salah satu suporter.

Gatot S. Dewa Broto mengaku kru televisi yang mengadakan acara tersebut langsung mengamankannya dan istri.

"Tidak ada kejadian Partoba nyekik. Saya saksi mata. Saya sangat kecewa. Untung kru tvOne langsung mengamankan kami ke dalam lagi," kata Gatot S. Dewa Broto menegaskan.

Di akun twitternya @gsdewabroto juga menuliskan rasa kecewanya.

"Jelas ada seorang wanita (istri saya) yang berusaha lindungi narsum tsb dr upaya pemukulan, ttp mereka tetap emosi. Dan tangan istri saya terkena," tulis Gatot S. Dewa Broto. (ant/jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.503.790 Since: 05.03.13 | 0.2808 sec