Hukum

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penculikan Bayi

Tuesday, 01 Maret 2016 | View : 1750

JAKARTA-SBN.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) membongkar sindikat penculikan bayi berusia empat bulan yang merupakan putri dari pasangan suami-istri Dahlan dan Dian Ekawati.

"Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat penculikan bayi," beber Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Markas Polda Metro Jaya (Mapolda), Jl. Jenderal Sudirman Kav 55, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2016).

Petugas Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan penculikan bayi berjenis kelamin perempuan berusia empat bulan di sekitar Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Kami sudah menerima laporan dan sekarang masih proses penyelidikan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Jakarta Selasa (1/3/2016) dinihari.

Mantan Staf perencanaan PBB di New York (2011), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. belum menjelaskan kronologi peristiwa itu, lokasi, dan identitas pelaku jaringan penculikan balita tersebut karena penyidik masih mendalami sindikat itu.

Perwira menengah kepolisian itu menuturkan petugas menemukan bayi bernama Suci Subari dalam kondisi sehat.

Mantan Kapolres Pekalongan (2011) ini, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. menjelaskan petugas Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan penculikan sekitar pukul 20.00 WIB pada 23 Februari 2016.

Diketahui balita itu merupakan putri pasangan Dahlan dan Dian Ekawati.

Penculikan itu berawal saat para pelaku mengawali aksi mereka dengan menawarkan pekerjaan dan menjanjikan membelikan pakaian bayi kepada ibu korban Dian Ekawati di kawasan Pasar Senen Jakarta Pusat.

Saat itu, Dian Ekawati bertemu dengan seorang pelaku yang merupakan perempuan itu saat berjualan kopi di halaman Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia, di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, pada 23 Februari 2016.

Pelaku kemudian mengajak ibu dan bayinya, Dian Ekawati bersama korban yang berusia empat bulan itu ke Pasar Senen menumpang angkutan kota M-12.

Selanjutnya, di Pasar Senen, pelaku menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada Dian Ekawati untuk mengambil uang dan membelikan pakaian untuk Suci Subari di Plaza Atrium Senen, Jl. Senen Raya Blk. A No.135, Senen, Kota Jakarta Pusat.

Mantan Penerjemah Utama Divhubinter (2012), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. mengungkapkan pelaku membawa balita itu saat ibu korban mengambil uang pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sekitar Pasar Senen.

Pelaku menggendong bayi Suci Subari, sedangkan, sementara itu Dian Ekawati mengambil uang di mesin ATM dan hendak membeli bahan untuk membuat kue.

Karena nomor sandi/rahasia ATM yang diberikan salah, Dian Ekawati kembali menemui pelaku namun pelaku dan bayinya, Suci Subari sudah tidak berada di lokasi semula.

Usai pelaku membawa kabur bayi Suci Subari, Dian Ekawati lantas melaporkan tindak pidana penculikan itu ke Polda Metro Jaya.

"Saat ini petugas telah menyebar pada beberapa lokasi untuk memburu pelaku," ujar mantan Penyidik Madya Unit II Dit II/Eksus Bareskrim Polri (2010), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si.

Akhirnya, Petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) meringkus empat wanita yang diduga anggota sindikat penculikan bayi.

"Keempat tersangka diamankan di beberapa lokasi," papar mantan Wakapolres Depok (2006), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Polisi meringkus pelaku bernama Sri Mulyaningsih (39), Mini (56), Kokom (43) dan Uripah alias Dessy (33) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mereka ditangkap karena terlibat penculikan bayi Suci Sobari (4 bulan), anak pasangan Dian Ekawati dan Dahlan, di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 328 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 83 juncto Pasal 76F Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.253.713 Since: 05.03.13 | 0.1859 sec