Hukum

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penculikan Bayi

Tuesday, 01 Maret 2016 | View : 1694

JAKARTA-SBN.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) membongkar sindikat penculikan bayi berusia empat bulan yang merupakan putri dari pasangan suami-istri Dahlan dan Dian Ekawati.

"Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat penculikan bayi," beber Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Markas Polda Metro Jaya (Mapolda), Jl. Jenderal Sudirman Kav 55, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2016).

Petugas Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan penculikan bayi berjenis kelamin perempuan berusia empat bulan di sekitar Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Kami sudah menerima laporan dan sekarang masih proses penyelidikan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Jakarta Selasa (1/3/2016) dinihari.

Mantan Staf perencanaan PBB di New York (2011), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. belum menjelaskan kronologi peristiwa itu, lokasi, dan identitas pelaku jaringan penculikan balita tersebut karena penyidik masih mendalami sindikat itu.

Perwira menengah kepolisian itu menuturkan petugas menemukan bayi bernama Suci Subari dalam kondisi sehat.

Mantan Kapolres Pekalongan (2011) ini, Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. menjelaskan petugas Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan penculikan sekitar pukul 20.00 WIB pada 23 Februari 2016.

Diketahui balita itu merupakan putri pasangan Dahlan dan Dian Ekawati.

Penculikan itu berawal saat para pelaku mengawali aksi mereka dengan menawarkan pekerjaan dan menjanjikan membelikan pakaian bayi kepada ibu korban Dian Ekawati di kawasan Pasar Senen Jakarta Pusat.

Saat itu, Dian Ekawati bertemu dengan seorang pelaku yang merupakan perempuan itu saat berjualan kopi di halaman Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia, di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, pada 23 Februari 2016.

Pelaku kemudian mengajak ibu dan bayinya, Dian Ekawati bersama korban yang berusia empat bulan itu ke Pasar Senen menumpang angkutan kota M-12.

Selanjutnya, di Pasar Senen, pelaku menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada Dian Ekawati untuk mengambil uang dan membelikan pakaian untuk Suci Subari di Plaza Atrium Senen, Jl. Senen Raya Blk. A No.135, Senen, Kota Jakarta Pusat.

Mantan Penerjemah Utama Divhubinter (2012), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. mengungkapkan pelaku membawa balita itu saat ibu korban mengambil uang pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sekitar Pasar Senen.

Pelaku menggendong bayi Suci Subari, sedangkan, sementara itu Dian Ekawati mengambil uang di mesin ATM dan hendak membeli bahan untuk membuat kue.

Karena nomor sandi/rahasia ATM yang diberikan salah, Dian Ekawati kembali menemui pelaku namun pelaku dan bayinya, Suci Subari sudah tidak berada di lokasi semula.

Usai pelaku membawa kabur bayi Suci Subari, Dian Ekawati lantas melaporkan tindak pidana penculikan itu ke Polda Metro Jaya.

"Saat ini petugas telah menyebar pada beberapa lokasi untuk memburu pelaku," ujar mantan Penyidik Madya Unit II Dit II/Eksus Bareskrim Polri (2010), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si.

Akhirnya, Petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) meringkus empat wanita yang diduga anggota sindikat penculikan bayi.

"Keempat tersangka diamankan di beberapa lokasi," papar mantan Wakapolres Depok (2006), Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Krishna Murti, S.IK., M.Si. di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Polisi meringkus pelaku bernama Sri Mulyaningsih (39), Mini (56), Kokom (43) dan Uripah alias Dessy (33) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mereka ditangkap karena terlibat penculikan bayi Suci Sobari (4 bulan), anak pasangan Dian Ekawati dan Dahlan, di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 328 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 83 juncto Pasal 76F Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.891.724 Since: 05.03.13 | 0.2102 sec