Internasional

Pejuang Kurdi Bebaskan Gadis Swedia Dari ISIS

Thursday, 25 Februari 2016 | View : 743

IRBIL-SBN.

Para pejuang Kurdi telah membebaskan seorang gadis 16 tahun asal Swedia dari tangan kelompok militan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di wilayah Utara Irak.

Pasukan khusus Kurdi turun tangan menyelamatkan Marlin Stivani Nivarlain di dekat kota Mosul yang masih dikuasai kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), menurut pernyataan Dewan Keamanan Kawasan Kurdi, Selasa (22/2/2016) waktu setempat.

Pernyataan itu tidak menyebutkan sejak kapan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menyekap gadis itu.

Remaja tersebut berasal dari Boras, sekitar 405 kilometer dari Ibu Kota Swedia, Stockholm.

Menurut pernyataan pihak berwenang Kurdi, Nivarlain "dijerumuskan" oleh seorang anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Swedia agar bersedia pergi ke Suriah, dan kemudian menuju Mosul.

Para kerabat gadis itu dan juga otoritas di Swedia telah meminta bantuan Kurdi untuk menyelamatkan dia.

"Dia sekarang berada di Kawasan Kurdistan dan dirawat sesuai dengan hukum internasional," bunyi pernyataan tersebut.

"Dia akan diserahkan kepada otoritas Swedia untuk dibawa pulang segera setelah semua persyaratan dipenuhi."

Remaja putri berusia 16 tahun yang berhasil diselamatkan pasukan Kurdi dari kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) akhirnya buka suara.

Kepada sebuah stasiun televisi, ia berkisah bagaimana hidupnya berubah 180 derajat saat dalam cengkeraman kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Pasukan khusus pejuang Kurdi berhasil menolong Marlin Stivani Nivarlain di kota paling dikuasai kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), Mosul, Irak.

TV Kurdistan 24 (K24) yang bermarkas di Irbil, menyiarkan wawancara mereka dengan Marlin Stivani Nivarlain.

Kendati demikian, tidak diketahui kondisi dan situasi yang dihadapi Marlin Stivani Nivarlain selama wawancara. Apakah ia berada dalam tekanan atau tidak.

Dalam wawancara, Marlin Stivani Nivarlain menggunakan bahasa Inggris. Dia mengaku tengah berada di Irbil. Remaja malang itu menjelaskan bagaimana ia bisa berada di Mosul, sekitar 3.200 kilometer dari kampung halamannya di Boras, Gothenburg, Barat Daya Swedia.

Marlin Stivani Nivarlain berhenti sekolah saat usia 14 tahun, pada pertengahan 2014. Pada saat yang sama, dia bertemu dengan kekasihnnya.

"Awalnya kami baik-baik saja. Namun, dia mulai berulah usai sering menonton video-video ISIS," kata Marlin Stivani Nivarlain kepada K24 seperti dilansir dari CNN, Kamis (25/2/2016).

"Aku tak tahu apapun tentang Islam, ISIS atau apapun. Jadi aku tak mengerti apa yang dia maksud. Lalu dia mengatakan ingin pergi ke ISIS, dan aku bilang, 'Ok enggak masalah,'" lanjut dia.

Pada akhir Mei 2015, pasangan itu memulai perjalanannya ke wilayah kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Perjalanan dengan kereta dan bus dari Eropa ke Gaziantep, Turki. Dari situ, dengan bus, mereka menyeberang ke Suriah.

Sesampai di Suriah, mereka bertemu anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Dengan bus bersama pria dan wanita lainnya, mereka diberangkatkan ke Mosul. Di kota itu, mereka diberi rumah.

"Dalam rumah itu, kami tak dapat apa-apa. Tidak ada listrik, tidak ada air. Tak ada apapun," curhat Marlin Stivani Nivarlain.

"Hidup di bawah ISIS sangat berbeda luar biasa dibanding hidupnya di Swedia. Aku punya apapun yang aku mau," tutur dia.

"Hidup begitu sulit bersama ISIS. Seperti neraka," kenang Marlin Stivani Nivarlain lagi.

Menurut Keamanan Wilayah Pemerintah Kurdistan, mereka mendapatkan notifikasi dari pemerintah Swedia agar remaja itu dipulangkan.

Pada akhir wawancara, Marlin Stivani Nivarlain tersenyum dan mengatakan terima kasih kepada kaum Kurdi.

"Aku ingin mengucapkan terima kasih telah menyelamatkan ku dan mengembalikan ke Swedia kepada keluargaku dan kehidupanku yang bahagia," tutup Marlin Stivani Nivarlain dalam wawancaranya.

Pasukan Kurdi mengklaim telah merawatnya dengan baik sesuai dengan hukum internasional. 

"Pasukan kami telah menyelamatkan remaja 16 tahun minggu lalu di Mosul, Utara Irak. Ia kini aman dan akan dikembalikan pulang," demikian menurut pernyataan Kurdi pada Selasa (23/2/2016).

Kurdi adalah kelompok etnis di Timur Tengah yang terutama mendiami area sepanjang Iran, Turki, Irak, dan Suriah. Beberapa anggota etnis itu sejak lama berjuang membentuk negara sendiri di kawasan tersebut, tindakan yang ditentang oleh negara-negara yang mereka diami.

Hingga berita ini diturunkan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Swedia mengatakan pihaknya tidak mengetahui kasus tersebut. 

Ratusan warga Swedia dilaporkan pergi bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Menurut laporan polisi, lebih dari setengahnya berasal dari Gothenburg. Kota itu menjadi wilayah di Eropa yang paling berkontribusi banyak 'menyumbangkan' warganya kepada kelompok militan teroris tersebut. (cnn)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.605.138 Since: 05.03.13 | 0.1353 sec