Internasional

Arab Saudi Kirim Pesawat Ke Turki Untuk Gempur ISIS

Sunday, 14 Februari 2016 | View : 736

KAIRO-SBN.

Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (13/2/2016), mengonfirmasikan pengiriman pesawat tempur kepada anggota NATO, Turki, di Pangkalan Udara Incirlik, sebelah Tenggara Provinsi Adana di Turki, untuk memerangi kelompok bersenjata teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Penasihat Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri, kepada televisi Pan-Arab Al Arabiyah, Minggu (14/2/2016), mengatakan, mereka berkomitmen meningkatkan perlawanan terhadap kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan sikap tersebut bagian dari beberapa ikhtiar negara kerajaan tersebut.

Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri juga mengemukakan, kehadiran dia akhir-akhir ini di pangkalan tersebut terbatas pada pengiriman pesawat dan tidak mengirimkan pasukan darat di medan tempur.

"Apa yang kami berikan sekarang adalah pesawat bagian dari pasukan Arab Saudi," kata Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri menjawab pertanyaan tentang apakah pengiriman pesawat tersebut termasuk pasukan di medan tempur.

Arab Saudi memulai partisipasinya melakukan serangan menghadapi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) pada beberapa pekan terakhir dan Menteri Pertahanan/Secretary of Defense Amerika Serikat (AS) ke-25 yang mulai menjabat sejak 12 Februari 2015, Ashton Carter, Kamis lalu (11/2/2016), menyambut komitmen Arab Saudi untuk memperluas perannya itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, kepada koran Yeni Safak, Sabtu (13/2/2016), menyatakan, Arab Saudi melakukan inspeksi ke Lanud Incirlik untuk persiapan pengiriman pesawat.

"Jika ada strategi menyeluruh dalam lingkup perang melawan ISIS, kami semua mengatakan bahwa Turki dan Arab Saudi dapat melancarkan operasi darat," kata Menteri itu, yang dikutip oleh harian Turki, Haberturk, setelah ia menghadiri Konferensi Keamanan Munchen.

Turki dan Arab Saudi dapat melancarkan operasi darat di Suriah menghadapi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Saat ini, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis menggunakan pangkalan udara tersebut untuk melancarkan serangan udara terhadap basis kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah.

"Mereka melakukan pengawasan atas pangkalan itu," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, sebagaimana dikutip Xinhua.

Para pejabat Arab Saudi juga mengatakan Riyadh dapat mengirim tentara "jika waktunya tiba bagi operasi darat," papar Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menambahkan Turki dan Arab Saudi telah mendukung operasi darat di Suriah "dari sejak awak".

Saat pasukan Suriah membuat kemajuan belakangan ini di medan tempur, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara lain telah menyuarakan kesediaan untuk meningkatkan campur tangan militer mereka di negara yang dicabik perang itu. (xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.901.750 Since: 05.03.13 | 0.1486 sec