Internasional

Arab Saudi Kirim Pesawat Ke Turki Untuk Gempur ISIS

Sunday, 14 Februari 2016 | View : 711

KAIRO-SBN.

Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (13/2/2016), mengonfirmasikan pengiriman pesawat tempur kepada anggota NATO, Turki, di Pangkalan Udara Incirlik, sebelah Tenggara Provinsi Adana di Turki, untuk memerangi kelompok bersenjata teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Penasihat Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri, kepada televisi Pan-Arab Al Arabiyah, Minggu (14/2/2016), mengatakan, mereka berkomitmen meningkatkan perlawanan terhadap kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan sikap tersebut bagian dari beberapa ikhtiar negara kerajaan tersebut.

Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri juga mengemukakan, kehadiran dia akhir-akhir ini di pangkalan tersebut terbatas pada pengiriman pesawat dan tidak mengirimkan pasukan darat di medan tempur.

"Apa yang kami berikan sekarang adalah pesawat bagian dari pasukan Arab Saudi," kata Brigadir Jenderal Ahmed Al Assiri menjawab pertanyaan tentang apakah pengiriman pesawat tersebut termasuk pasukan di medan tempur.

Arab Saudi memulai partisipasinya melakukan serangan menghadapi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) pada beberapa pekan terakhir dan Menteri Pertahanan/Secretary of Defense Amerika Serikat (AS) ke-25 yang mulai menjabat sejak 12 Februari 2015, Ashton Carter, Kamis lalu (11/2/2016), menyambut komitmen Arab Saudi untuk memperluas perannya itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, kepada koran Yeni Safak, Sabtu (13/2/2016), menyatakan, Arab Saudi melakukan inspeksi ke Lanud Incirlik untuk persiapan pengiriman pesawat.

"Jika ada strategi menyeluruh dalam lingkup perang melawan ISIS, kami semua mengatakan bahwa Turki dan Arab Saudi dapat melancarkan operasi darat," kata Menteri itu, yang dikutip oleh harian Turki, Haberturk, setelah ia menghadiri Konferensi Keamanan Munchen.

Turki dan Arab Saudi dapat melancarkan operasi darat di Suriah menghadapi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Saat ini, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis menggunakan pangkalan udara tersebut untuk melancarkan serangan udara terhadap basis kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah.

"Mereka melakukan pengawasan atas pangkalan itu," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, sebagaimana dikutip Xinhua.

Para pejabat Arab Saudi juga mengatakan Riyadh dapat mengirim tentara "jika waktunya tiba bagi operasi darat," papar Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menambahkan Turki dan Arab Saudi telah mendukung operasi darat di Suriah "dari sejak awak".

Saat pasukan Suriah membuat kemajuan belakangan ini di medan tempur, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara lain telah menyuarakan kesediaan untuk meningkatkan campur tangan militer mereka di negara yang dicabik perang itu. (xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.605.164 Since: 05.03.13 | 0.1385 sec