Internasional

Militer Suriah Bersiap Bergerak Menuju Ar-Raqqa

Sunday, 14 Februari 2016 | View : 689
Tags : Irak, Isis, Libya, Suriah

DAMASKUS-SBN.

Militer Suriah bersiap untuk bergerak maju ke arah Kota Raqqa/Al-Raqqah/Rakka/Ar-Raqqah, 160 km sebelah Timur Aleppo dan 40 km sebelah Timur Tabqa Dam, Ibu Kota de fakto kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Suriah Utara, kata satu kelompok pemantau pada Sabtu (13/2/2016).

Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia menyatakan militer Suriah berada beberapa kilometer dari perbatasan provinsi Ar-Raqqa.

Belum lama ini militer Suriah membuat kemajuan cepat di jalan gurun di dekat Kota Kecil Athraya, di jalan antara Ar-Raqqa dan Provinsi Aleppo di Suriah Utara.

Sebanyak 506 orang, termasuk puluhan warga, tewas sejak serangan besar-besaran pasukan pemerintah Suriah di Provinsi Aleppo dimulai pada awal bulan ini, kata lembaga pemantau.

Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan, jumlah korban tersebut termasuk 23 anak-anak, yang tewas akibat serangan udara Rusia yang membantu pasukan pemerintah memerangi gerilyawan di kota Aleppo dan sekitarnya sejak 1 Februari.

"Setidak-tidaknya 143 tentara, 274 gerilyawan dan anggota kelompok garis keras, serta 89 warga terbunuh sejak 1 Februari hingga Selasa malam," kata Rami Abdel Rahman, kepala lembaga itu, yang mengumpulkan data dari jaringan di lapangan.

Selain itu, Rami Abdel Rahman juga mengungkapkan, 14 tentara Iran dan tiga gerilyawan dari kelompok asal Lebanon, Hizbullah, tewas saat bertempur bersama pasukan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Dia menambahkan, lebih dari 100 anggota kelompok garis keras yang berasal dari luar negeri, termasuk di antaranya adalah jaringan Al-Qaeda di Suriah, tewas sejak serangan dimulai.

Pada Rabu (10/2/2016), pertempuran sengit terjadi di sekitar Tamura, bagian Utara kota Aleppo. Desa-desa di sekitar tempat tersebut menjadi target bom pesawat tempur Rusia, demikian keterangan lembaga pemantau Observatory.

Pasukan pemerintah dalam bulan ini memperoleh sejumlah kemenangan di Provinsi Aleppo. Mereka juga berhasil memotong jalur suplai gerilyawan sehingga memaksa puluhan ribu warga mengungsi menuju perbatasan Turki.

Sebelumnya, PBB memperkirakan 300.000 orang di kota Aleppo berpotensi tidak lagi dapat menerima bantuan kemanusian jika pasukan pemerintah mengepung wilayah tersebut. Rezim Suriah pernah beberapa kali menerapkan taktik tersebut di wilayah gerilyawan lain.

Gerak maju militer Suriah ke arah Ar-Raqqa akan memberinya tempat berpijak di kota tersebut untuk pertama kali sejak kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) merebut Pangkalan Udara At-Tabaqa pada 2014, kubu terakhir pemerintah di kota itu.

Di Aleppo, tempat militer Suriah membuat kemajuan melawan gerilyawan dukungan pihak asing, stasiun televisi resmi Suriah melaporkan pasukan militer merebut Kota Kecil Tamura pada Sabtu (13/2/2016), demikian laporan Xinhua.

Dengan begitu, militer Suriah bisa mengawasi seluruh Kota Kecil Hayan, yang dikuasai gerilyawan, dan beberapa bagian Kota Andan di bagian Barat-Laut negeri tersebut.

Secara terpisah, Observatorium yang mengandalkan jaringan pegiat di lapangan, menyebutkan jumlah korban jiwa di pihak tentara Suriah yang disergap pekan lalu di dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus, sebanyak 76.

Pada Minggu lalu (7/2/2016), personel Tentara Islam yang didukung oleh Arab Saudi menyergap sekelompok prajurit Suriah di Kota Kecil Tal Sawan di pinggiran Timur Damaskus, kata Observatorium. Ditambahkannya, 100 prajurit dan perwira masih belum ditemukan.

Perkembangan baru di lapangan tersebut terjadi saat Arab Saudi dan Turki mempertimbangkan campur tangan militer di Suriah dengan dalih memerangi Daesh, sebutan teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dalam Bahasa Arab.

Campur tangan semacam itu akan memicu kekacauan lain di negara yang sudah dicabik pertempuran tersebut, terutama setelah Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al-Moallem mengatakan setiap tentara asing yang memasuki Suriah tanpa izin Pemerintah Suriah "akan dikirim pulang ke negaranya di dalam peti mati". (xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.600.689 Since: 05.03.13 | 0.1278 sec