Internasional

Al Azhar Kutuk Demonstrasi Berujung Anarkis

KAIRO-SBN.

Al Azhar, Institusi akademisi paling bergengsi di Mesir tidak mau dilibatkan dalam tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap demonstran, khususnya pendukung yang loyal terhadap Presiden terguling Mohamed Moursi dari kelompok Persaudaraan Muslim dan Ikhawanul Muslimin (IM).

Lembaga Al Azhar itu hanya menegaskan bahwa pihaknya menentang penggunaan kekerasan dalam demo dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Imam Besar Ahmed al Tayyeb, pemimpin Al Azhar, Rabu (14/8/2013) mengatakan lembaganya tidak mengetahui bagaimana protes bisa meluas dan hanya mengetahui itu melalui saluran televisi.

Pemimpin Al Azhar, Imam Besar Ahmed al Tayyeb mengutuk penggunaan kekerasan dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Imam Besar Ahmed al Tayyeb juga mendesak pihak-pihak terkait agar mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. “Penggunaan kekerasan tidak pernah menjadi alternatif untuk sebuah solusi politik,” nasihat Imam Besar Ahmed al Tayyeb.

Pemimpin Al Azhar, Imam Besar Ahmed al Tayyeb kembali mengulang desakan agar dilakukan negosiasi sebagai solusi krisis yang melibatkan massa pro dan anti-Moursi. Ketegangan dua pihak ini telah membawa Mesir menuju jurang perpecahan yang semakin dalam. Militer dalam hal ini memihak massa anti-Moursi dan bertanggung jawab atas tergulingnya Presiden yang terpilih secara demokratis tersebut.

Al Azhar, institusi akademis paling prestisius di Mesir, membuat marah pendukung Mohamed Moursi dari kelompok Ikhawanul Muslimin (IM) karena cenderung memihak militer dalam kudeta militer pada 3 Juli silam.

Dalam perkembangan terbaru demo di Mesir, pasukan keamanan pada Rabu (14/8/2013)  kembali bergerak menghadapi demonstran pro-Moursi yang menggelar demo besar di dua titik. Personel Kepolisian Mesir menggusur dua kamp besar pendukung presiden tergulir Mesir Mohamed Moursi di Kairo, memakai buldoser, Rabu (14/08/2013). Kedua kamp itu ialah Kamp Rabaa al-Adawiya di timur Kairo, dan Kamp Bundaran Al-Nahda di pusat kota Kairo.

Tindakan tegas yang diambil aparat setempat setelah menunggu dengan sabar demonstran para pendukung Moursi dari kelompok Ikhawanul Muslimin yang sudah menjalankan aksinya selama enam pekan terakhir, langsung berubah menjadi aksi berdarah yang menewaskan lusinan orang dan melukai puluhan lainnya. Penggusuran paksa kamp demonstran pro-Moursi dari kelompok Ikhawanul Muslimin (IM) itu, mengakibatkan puluhan massa aksi meninggal dunia dan luka-luka. Demikian seperti diberitakan Asiaone.com.

Kurang dari tiga jam setelah gas air mata disemprotkan ke kamp demonstran di Timur Kairo, setidaknya 43 mayat ditemukan di ruangan darurat yang dibangun oleh tim medis, sebagaimana laporan koresponden AFP.

Semua yang tewas berjenis kelamin laki-laki. Kebanyakan tewas karena tertembak,” kata AFP.

Sebelum operasi penggusuran itu terjadi, aparat kepolisian terlebih dulu mengepung dua kamp tersebut sejak Rabu (14/8/2013) subuh. Operasi militer ini dimulai saat subuh ketika aparat keamanan mengelilingi Masjid Rabaa al-Adawiya yang menjadi kamp demonstran.

Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata ke kamp tersebut di mana massa langsung bubar begitu terkena. Saksi mata dan koresponden AFP mengatakan, aparat kepolisian menghujani para demonstran dengan tembakan gas air mata sebelum memasuki kedua kamp tersebut. 

Demonstran bukannya tanpa perlawanan. Pendukung Moursi membalas dengan lemparan batu dan bom molotov. Para pengunjuk rasa dari kelompok Ikhawanul Muslimin, merespons tembakan gas air mata polisi dengan memakai masker gas. Sejumlah orang juga menggunakan kain basah untuk menangkal gas air mata. Sejumlah orang yang sudah menggunakan masker mendekati kendaraan aparat keamanan, langsung melempari kendaraan itu dan meneriakkan kata-kata ‘Allahu Akbar’. Sementara demonstran yang berada di atas panggung orasi sekitar kamp, pun terus meneriakkan kalimat ‘Allahu Akbar’.

Setelah itu, bentrok langsung tak terhindarkan. Bentrokan meletus antara demonstran dengan polisi, di satu sisi kamp. Tembakan peluru juga terus terdengar. Namun, belum bisa dipastikan, tembakan itu berasal dari demonstran atau polisi. Tembakan senjata otomatis terdengar, tapi tidak jelas siapa menembak siapa. Namun, perlawanan demonstran itu berakhir sia-sia.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan operasi dua jam oleh aparat keamanan telah berhasil ‘mengendalikan keadaan secara penuh’ di Lapangan Al Nahda, pusat demo lain selain di Rabaa al-Adawiya. Kementerian Dalam Negeri Mesir, menjelang siang, mengonfirmasi bahwa polisi sudah dapat mengontrol secara mutlak kedua kamp demonstran tersebut. “Pasukan polisi telah berhasil menghapus sebagian besar tenda di alun-alun,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir. “Aparat telah berhasil mengatasi dan memindahkan kamp demonstran,” ujar Kementerian Dalam Negeri Mesir. “Lapangan Al-Nahda kini sepenuhnya terkendali dan aparat polisi telah berhasil membongkar sebagian besar tenda-tenda di lapangan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir Rabu (14/8/2013).

Polisi mengatakan kepada AFP bahwa lusinan massa pro-Moursi telah ditahan dengan bantuan warga sekitar. Kamp-kamp itu telah didirikan sejak Mohamed Moursi terguling pada awal Juli 2013 silam. Gambar-gambar di TV memperlihatkan demonstran duduk di jalanan dengan tangan terikat dan dikelilingi oleh aparat keamanan. Keluarga dan anak-anak demonstran yang datang membawa tas-tas plastik tampak dijaga oleh aparat keamanan Mesir. (afp/asiaone.com)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.224 Since: 05.03.13 | 0.1631 sec