Politik

Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB

Saturday, 06 Februari 2016 | View : 590

JAKARTA-SBN.

Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Partai Kebangkitan Bangsa (Mukernas PKB) di Jakarta Convention Center (JCC)/Balai Sidang Jakarta, Kompleks olahraga Stadion Utama Gelora Bung Karno/SUGBK, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016) malam dihadiri oleh Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa " Jokowi" dan Wakil Presiden (Wapres) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla atau JK saja serta Menteri Kabinet Kerja.

Sejumlah petinggi negara dan para pemimpin serta petinggi partai politik hadir memeriahkan perhelatan tersebut.

Sejumlah tokoh politik yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto.

Selain itu hadir pula Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Harian Partai Demokrat Syarif Hasan, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Mukhtamar Jakarta Djan Faridz, Sekretaris Jenderal/Sekjen PPP kubu Djan Faridz Ahmad Dimyati Natakusumah, politikus PPP yang adalah Ketua Umum PPP versi Mukhtamar Surabaya Romahurmuziy, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) hasil Munas Riau Agung Laksono dan lainnya. Di antara tamu undangan itu, juga tampak Wali Kota Tangerang Selatan terpilih Airin Rachmi Diany.

Adapun para tamu yang datang tampak dari sejumlah petinggi negara seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Sedangkan pimpinan lembaga yang hadir antara lain seperti Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman dan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie.

Musyawarah Kerja Nasional Partai Kebangkitan Bangsa (Mukernas PKB) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC)/Balai Sidang Jakarta, Kompleks olahraga Stadion Utama Gelora Bung Karno/SUGBK, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5-6 Februari 2016 menghasilkan tujuh rekomendasi eksternal partai yang berkaitan dengan isu saat ini. Pada Sabtu (6/2/2016) hari ini Mukernas PKB akan membahas sinergi program Kementerian dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan mengundang sejumlah Menteri Kabinet Kerja, serta membahas isu-isu internal kepartaian.

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding dalam konferensi pers seusai penutupan Mukernas di Jakarta, Sabtu (6/2/2016), menjabarkan hasil rekomendasi tersebut menyangkut keberadaan DPD, pemilihan Gubernur (pilgub), dan sikap serta aksi terhadap isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender), narkoba, dan terorisme.

Rekomendasi pertama mengenai sikap PKB yang merekomendasikan agar DPD dibubarkan jika kewenangan dan tugas pokok lembaga negara tersebut masih seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Bagi PKB, sepanjang kewenangan dan tugas pokok DPD masih seperti yang tertuang dalam pasal undang-undang seperti hari ini, maka kami merekomendasikan untuk dihilangkan," kata Abdul Kadir Karding.

Rekomendasi kedua mengenai pemilihan Gubernur dipilih oleh DPRD Provinsi dan tidal lagi dipilih secara langsung oleh rakyat.

PKB beranggapan bahwa Gubernur secara tidak langsung tidak memiliki rakyat dan terbatas oleh kewenangan. Gubernur hanya sebagai kepanjangan tangan presiden dengan melakukan koordinasi.

Sementara yang ketiga ialah PKB memutuskan untuk membantu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mensukseskan gerakan pembangunan Indonesia dari pinggiran desa.

PKB melalui DPC dan DPW masing-masing daerah akan membentuk kelompok kerja dalam mendukung gerakan tersebut.

Yang keempat, PKB dengan tegas menolak adanya perkawinan sejenis di Indonesia karena tidak sesuai dengan prinsip Pancasila.

Kelima, PKB meminta kepada pemerintah untuk mengupayakan pembangunan institusi demokrasi yang disebut partai politik. PKB mendorong agar bantuan dana partai politik tetap ditingkatkan.

Keenam, PKB juga mendorong upaya pemberantasan narkoba secara riil sekaligus membantu penguatan Badan Narkotika Nasional. Dalam waktu dekat, seluruh anggota dprd dan pejabat kader PKB akan melaksanakan tes urin sebagai bentuk komitmennya.

Sedangkan yang ketujuh yakni merekomendasikan untuk mengirim 1000 kyai kampung ke seluruh Indonesia guna mendampingi dan meluruskan paham-paham warga Indonesia yang diaangap melenceng dari ajaran agama.

"Mendampingi dan mendakwahkan agar orang-orang yang pahamnya salah terhadap agama kembali lurus, kembali ke masyarakat dengan baik," kata Abdul Kadir Karding.

Celoteh Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si. atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin saat memberikan pidato politik di pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Partai Kebangkitan Bangsa, Jumat (5/2/2016) malam mengundang senyum dan tawa para tamu undangan.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun sempat memberi sepatah dua kata sebelum pembukaan dilakukan Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menyentil sana-sini. Dengan gaya bahasa yang "ceplas-ceplos" khas politikus PKB, Cak Imin berkali-kali melontarkan canda terhadap sejumlah petinggi negara, Menteri, dan petinggi partai politik yang hadir. Kena ke sejumlah tamu undangan.

Pertama-pertama yang diledek pria yang akrab disapa Cak Imin itu adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Terima kasih pak Luhut (Menko Polhukam) sudah hadir. Luhut, kalau tidak hadir saya laporkan Gus Dur (Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid) juga nih, karena beliau sahabat baik Gus Dur," ucap Cak Imin dalam sambutannya, Jumat (5/2/2016) malam.

Ledekan Cak Imin itu membuat para peserta tertawa. Luhut Binsar Pandjaitan pun turut tertawa lebar. Mungkin tak menyangka akan diledek seperti itu oleh Cak Imin.

Seusai Luhut Binsar Pandjaitan, Cak Imin gantian meledek Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Kali ini kehadiran Tjahjo Kumolo sebagai Mendagri dikaitkan oleh Cak Imin ke anggota DPRD Fraksi PKB dari berbagai daerah yang hadir di Mukernas PKB tersebut. Cak Imin juga melontarkan canda terhadap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang disebutnya sebagai idola para anggota DPRD dari Partai PKB.

Cak Imin menyiratkan, gara-gara Mendagri urung menyetujui kenaikan gaji anggota DPRD, kini DPRD menjadi orang paling menderita.

"Kalau boleh jujur, pertanyaan terbesar siapa yang menderita sekarang, ya DPRD. DPRD senang kalau Tjahjo ke sini. Mereka ke mana-mana dikira duitnya banyak, padahal ongkosnya cekak, tahunya rakyat mereka uangnya banyak. Padahal cekak. Makanya pak Tjahjo jangan lah dibikin menderita DPRD ini. Ini mis persepsi," seloroh Cak Imin dalam pidato politiknya di Mukernas PKB, di JCC, Jakarta, Jumat (5/2/2016) malam, yang disambut tawa tamu undangan.

"Jadi mereka favoritnya Pak Tjahlo Kumolo. Pak Tjahjo itu favoritnya anggota DPRD. Utang pemilu belum tersalur, yang baru sudah datang. Pokoknya pak Tjahjo datang, yang berbinar DPRD," imbuh Cak Imin sembari tertawa yang disambut gelak semua peserta. Termasuk Tjahjo Kumolo sendiri yang sampai geleng-geleng kepala.

Selanjutnya, setelah dua Menteri Kabinet Kerja, giliran Sekjen Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani yang menjadi pusat perhatian, lantaran Cak Imin menitipkan salam untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melalui Ahmad Muzani. Ahmad Muzani juga turut kena tembak oleh Cak Imin. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu disindir Cak Imin.

"Pak Muzani ini sahabat saya di Komisi I DPR. Salam ya untuk pak Prabowo (Ketum Partai Gerindra), ayo lah, mari kita bareng-bareng lagi," ujar mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, Cak Imin.

Tidak ketinggalan pula canda dilontarkan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat yang juga merupakan anak Presiden RI ke enam Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Pria bernama panggilan Ibas yang datang ditemani Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan juga kena 'peluru' dari Cak Imin.

Kata Cak Imin, Ibas sudah beberapa kali keluar sebagai anggota DPR RI, namun beberapa kali masuk lagi jadi anggota dewan. Bahkan terakhir, suara PKB di Pacitan tergerus karena keberadaan Ibas. Kata Cak Imin, Ibas lah yang berjasa menggerus perolehan suara anggota legislatif PKB di dapil Pacitan.

"Selamat malam mas Ibas, untuk anak bos saya dulu (Presiden SBY) yang luar biasa. Bolak-balik masuk DPR terus. Mengundurkan diri terus masuk lagi, terus mundur lagi, masuk lagi. Suara PKB digerus di daerah mas Ibas, Pacitan, PKB nggak kebagian nih," seloroh Gus Imin yang disertai tawa seluruh peserta dan tamu undangan memecah formalitas acara.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si. mengatakan, tidak khawatir ada Menteri dari PKB yang diganti dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) pascadukungan Partai Golongan Karya (Golkar) terhadap pemerintah.

"Ndak, ndak. Kita sudah komit dengan Pak Presiden bahwa menteri adalah hak prerogatif Presiden. Kita serahkan kepada Presiden," katanya di sela-sela Musyawarah Kerja Nasional PKB di Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengemukakan, senang dengan bergabungnya Partai Golkar ke pemerintah untuk menyukseskan dan memperlancar program-program nasional.

Namun, Cak Imin menekankan, agar dukungan tersebut tidak dijadikan sebagai politik transaksional, melainkan lebih kepada politik substantif dan kebersamaan.

"Saya kira kebersamaan itu lebih mulia daripada tercerai berai," demikian Muhaimin Iskandar. (ant/jos)

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
Kongres Partai Demokrat Akan Habiskan Rp 9,4 Miliar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.066.246 Since: 05.03.13 | 0.1629 sec