Ekonomi

Indonesia Butuh 1,2 Juta Ton Beras Hingga Akhir Maret 2016

Monday, 25 Januari 2016 | View : 1400

JAKARTA-SBN.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. mengatakan Indonesia memerlukan 1,2 juta ton beras untuk memenuhi kekurangan stok beras nasional hingga akhir Maret 2016 akibat perubahan musim tanam padi di Indonesia.

"Oleh sebab itu, salah satu idenya merealisasi apa yang telah diputuskan supaya cadangan nasional selalu harus ada paling sedikit 1,2 juta ton pada Maret," ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. di Jakarta, Senin (25/1/2016).

Dia menjelaskan jika Indonesia telah memiliki cadangan itu, ketertundaan panen beras lokal di Tanah Air tidak mengancam ketersediaan pangan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D.  dan sejumlah pejabat negara yang antara lain Menteri Koordinator/Menko Bidang Perekonomian Indonesia ke-16 saat ini yang mulai menjabat sejak 12 Agustus 2015, Dr. Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke-7 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Rini Mariani Soemarno Soewandi, dan Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. telah melakukan rapat tentang ketahanan pangan di rumah dinas Wakil Presiden, Senin (25/1/2016) pagi ini.

"Jadi tadi melaporkan saja kepada Wapres tentang perkembangan dan policy apa yang telah diadopsi dalam bidang pangan," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D.

Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. menyatakan stok beras nasional aman hingga memasuki masa panen raya yang diprediksi jatuh pada bulan Maret mendatang di Jawa, Sulawesi dan Sumatera.

"Beras kita masih cukup, ada stok 1,2 juta ton di Bulog (Badan Urusan Logistik)," kata Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. selepas melakukan inspeksi Operasi Pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. mengatakan jumlah tersebut akan didistribusikan ke setiap daerah di Indonesia terutama wilayah yang membutuhkan stok beras melalui Operasi Pasar.

"Itu kan kita distribusikan ke seluruh Indonesia terutama bagi daerah yang membutuhkan pasokan beras," ujar Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Dia memprediksi jumlah 1,2 juta ton tersebut akan cukup untuk memenuhi kebutuhan beras secara nasional hingga masa panen raya tanpa menyertakan beras impor.

"Insyaallah cukup, bahkan tanpa menyertakan beras luar negeri yang kita impor, karena kita juga akan panen bulan Febuari 1 juta hektare artinya ada 6 juta ton yang dipanen dan di antaranya beras sebesar 3,5 juta ton pada saat itu," ujar dia.

Terkait dengan kegiatan Operasi Pasar di Pasar Induk Beras Cipinang yang akan dilaksanakan hingga awal masa panen raya, Kementan dan Bulog mendistribusikan 150 ribu ton untuk bulan Januari ini.

Pemerintah siap untuk melakukan operasi pasar beras ketika harga bahan pokok tersebut cenderung mengalami kenaikan, di mana harga beras kualitas medium saat ini berada pada kisaran Rp 10.856,27 per kilogram.

"Intinya, operasi pasar akan dilakukan manakala (kenaikan harga) beras itu cenderung lebih dari dua persen. Karena untuk beras, jika lebih dari dua persen itu termasuk cukup tinggi," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, di Jakarta, baru-baru ini, Kamis (21/1/2016).

Srie Agustina yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan itu mengatakan bahwa jika harga beras sudah mengalami kenaikan sebesar dua persen, pemerintah sudah bersiap untuk melakukan operasi pasar karena beras merupakan komoditas yang berbeda dari lainnya.

"Beras itu agak berbeda dengan komoditas lain, harus mencukupi, tersedia dan terdistribusi dengan baik," ucap Srie Agustina.

Menurut dia, sesungguhnya sesuai dengan ketentuan batasan toleransi untuk kenaikan harga beras mencapai 10 persen, namun, pemerintah tetap khawatir meskipun kenaikan tersebut belum mencapai besaran persentase yang ditentukan.

"Jika sudah terbentuk harga dan kecenderungan meningkat dalam waktu dua minggu berturut-turut, dan kecenderungannya sudah sampai lebih dari persen persen itu sudah khawatir. Ini dalam enam bulan sudah 4,8 persen," tutur Srie Agustina.

Berdasarkan data Perkembangan Harga Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat Kemendag, pasokan rata-rata beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pada 2016 hingga 18 Januari tercatat sebesar 3.186 ton per hari. Pasokan tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,61 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebanyak 2.709 ton per hati.

Stok beras yang ada di PIBC pada 18 Januari 2016 mencapai 48.278 ton, yang mencukupi untuk kebutuhan DKI Jakarta selama kurang lebih 16 hari kedepan. Stok tersebut mengalami kenaikan sebesar 60,93 persen apabila dibandingkan dengan stok normal pada hari biasa.

Perkembangan harga beras di PIBC pada 19 Januari 2016 dibandingkan dengan satu minggu yang lalu, untuk harga beras jenis Muncul I dan II mengalami kenaikan harga berkisar antara 1,82 persen hingga dua persen. Sedangkan beras Muncul III masih stabil dibandingkan dengan minggu lalu.

Untuk beras Muncul I, dari sebelumnya Rp 11.000 per kilogram naik menjadi Rp 11.200 per kilogram, sementara beras Muncul II juga naik dari Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 10.200 per kilogram.

Sementara untuk beras jenis IR 64 I dan II dalam harga stabil yakni Rp 10.200 dan Rp 9.500 per kilogram, dan untuk beras IR 64 III mengalami penurunan sebesar 3,37 persen dibandingkan dengan harga minggu sebelumnya, dari Rp 8.900 per kilogram menjadi Rp 8.600 per kilogram.

Namun, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, untuk harga rata-rata beras medium di tingkat nasional, tercatat pada Rabu (20/1/2016), mencapai Rp 10.856,27 per kilogram, yang mengalami kenaikan jika dibandingkan pada Rabu (23/12/2015) atau akhir Desember 2015 lalu, harga sebesar Rp 10.734,22 per kilogram.

Kementerian juga menyatakan Operasi Pasar adalah untuk menjaga harga di kisaran Rp 8.300/kg di pasaran. Beras yang didstribusikan oleh Bulog tersebut merupakan beras yang berkelas medium sampai premium.

"Kita distribusikan beras kelas medium hingga premium, kisaran harga adalah Rp 8.300/kg di pasar hingga end user dan Rp 7.500 di gudang," papar Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. menjelaskan Pemerintah telah membatalkan peraturan pajak mengenai sapi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 267/PMK.010/2015 membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor pada sapi indukan.

Sedangkan sapi lainnya terhitung sejak 8 Januari 2016 dikenai PPN 10 persen. (ant/jos)

See Also

Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
Saham Wall Street Melemah
Vice President Lotte Gantung Diri Di Pohon
Dandim 0716/Demak Hadiri Demak Expo 2016
Kodim 0716/Demak Siap Dukung Sergap Demi Kedaulatan Pangan
Saham Hang Seng Berakhir Lebih Rendah
Dandim 0716/Demak Tinjau Lokasi Panen Yang Akan Dihadiri Mentan RI
21 Trayek Baru Transjakarta Jabodetabek
Menteri Perhubungan Minta Jaminan China Terkait Standar Teknologi KA Cepat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.071.819 Since: 05.03.13 | 0.2701 sec