Internasional

Ancaman Wabah Flu Babi Merebak Di Finlandia

Saturday, 23 Januari 2016 | View : 563

HELSINKI-SBN.

Situasi influenza di bagian Barat-Daya Finlandia mengkhawatirkan, dan flu babi tampaknya menjadi virus dominan, kata seorang dokter penyakit menular di Turku University Hospital di Finlandia.

Esa Rintala, dokter senior di unit pengendalian penyakit menular Turku University Hospital, mengatakan kepada lembaga penyiaran nasional Finlandia, Yle, Jumat (22/1/2016), bahwa 24 pasien influenza telah berobat ke rumah sakit sejak wabah di bagian Barat-Daya Finlandia mulai menyebar dua pekan lalu.

Dua pasien meninggal dunia menurut dr. Esa Rintala.

Dokter itu tidak secara gamblang mengatakan kedua orang itu meninggal dunia karena flu babi, tapi ia menjelaskan mereka sebelumnya dalam kondisi sehat dan tidak menjalani vaksinasi.

"Flu babi biasanya menyerang orang yang pada dasarnya sehat dan dapat membuat mereka terinfeksi parah," kata dr. Esa Rintala.

Lembaga penyiaran nasional Finlandia, Yle pada Jumat (22/1/2016) juga melaporkan bahwa departemen kanker Helsinki University Hospital telah ditutup karena gejala flu babi dideteksi di antara pasien dan staf pada Senin (18/1/2016) pagi.

Menurut Veli-Jukka Anttila, dokter penyakit menular di Helsinki University Hospital, hasil pemeriksaan laboratorium memperlihatkan 10 pasien kanker tertular virus influenza A atau flu babi.

Penyebab jelas penyebaran virus influenza tersebut adalah ruang-ruang bergaya lama di rumah sakit, tempat kamar, toilet, dan kamar mandi digunakan oleh banyak pasien.

Niina Ikonen, peneliti senior di Lembaga Nasional Finlandia untuk Kesehatan dan Kesejahteraan, mengatakan kepada harian berbahasa Finlandia, Iltalehti, bahwa wabah flu itu sudah ditanggulangi dengan baik di seluruh negeri dan virus yang saat ini tampaknya dominan adalah influenza A.

Pada saat pergantian tahun, flu babi mulai menyebar di banyak tempat di dunia. Kematian yang berkaitan dengan flu babi telah dilaporkan di Ukraina, Rusia, Armenia dan Georgia, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan Suriah Saad An-Nayef, Kamis (27/2/2014), meyatakan flu babi telah menewaskan 19 orang di Suriah, terutama di Provinsi Hama, Suriah Tengah.

Sembilan-belas dari 59 orang yang diduga tertular flu babi telah meninggal di Suriah, dan di Provinsi Hama saja 11 orang meninggal akibat influenza yang mematikan itu, kata Menteri Kesehatan Suriah Saad An-Nayef.

Kantor berita resmi negeri itu, SANA, menyebutkan obat H1N1 dibagikan melalui kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak penyebaran wabah flu babi, Kementerian Kesehatan telah memerintahkan pemberian vaksin H1N1 untuk semua pekerja kesehatan di unit perawatan intensif dan pada kategori beresiko tinggi, kata Menteri tersebut seperti dikutip Xinhua.

Sementara itu, Wakil Residen WHO di Damaskus, Elizabeth Hoff mengatakan beberapa negara telah mencata peningkatan kasus influenza yang dikonfirmasi, terutama flu babi.

"Yang paling mengkhawatirkan mengenai Suriah ialah kondisi sulit di sana yang mendorong banyak keluarga meninggalkan rumah mereka dan menetap di berbagai tempat yang mungkin tidak memiliki kondisi kesehatan terbaik," kata Elizabeth Hoff sebagaimana diberitakan SANA.

Sementara itu, Kanaz Sheikh, Direktur Unit Penyakit Kronis dan Menular di Suriah, mengatakan 80 persen orang yang diduga tertular di negeri tersebut berusia antara 15 dan 50 tahun, dan 60 persen di antara mereka adalah perempuan.

Ia mengungkapkan Kementerian Kesehatan di Damaskus akan menerima 100.000 vaksin dari Rusia.

Flu babi pertama kali meletus di Suriah pada 2009. Kembalinya penyakit itu ke negeri tersebut terjadi saat situasi keamanan memburuk. Tak-adanya pemerintah lokal telah membuat pengendalian penyebaran wabah tersebut menjadi tugas yang menantang. (xinhua)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.406.213 Since: 05.03.13 | 0.1999 sec