Ekonomi

Harga Minyak Jatuh Masih Terjebak Di Bawah 28 Dolar AS

Friday, 22 Januari 2016 | View : 602

NEW YORK-SBN.

Harga minyak mentah AS mencapai posisi terendah baru 12-tahun di bawah 28 dolar AS per barel di Asia pada Rabu (20/1/2016), setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak bisa "tenggelam dalam kelebihan pasokan".

Minyak tertekan setelah IEA peringatkan pasar bisa "tenggelam" dalam pasokan.

Harga minyak berada di bawah tekanan pada Selasa (19/1/2016) atau Rabu (20/1/2016) pagi WIB, setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pasar "bisa tenggelam" dalam kelebihan pasokan dengan kembalinya minyak Iran.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari berakhir pada 28,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, turun 96 sen (3,3 persen) dari penutupan Jumat (15/1/2016). Aksi jual membawa WTI ke tingkat terendah sejak September 2003, lapor AFP.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret menetap di 28,76 dolar AS per barel, naik tipis 21 sen (0,7 persen) dari penutupan Senin (18/1/2016).

Perdagangan reguler di pasar New York ditutup pada Senin (18/1/2016) untuk libur publik, ketika Brent sempat turun di bawah 28 dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, setelah Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mencabut sanksi ekonomi pada Iran dalam pertukaran untuk pememenuhan kesepakatan guna mengekang ambisi nuklirnya.

Itu memungkinkan Iran untuk segera meningkatkan ekspor minyaknya, dengan tambahan 500.000 barel per hari mungkin dalam beberapa minggu ini.

Iran pada Senin (18/1/2016) memerintahkan seperti yang direncanakan meningkatkan 500.000 barel per hari dalam produksi minyaknya.

Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney, mengatakan bahwa sementara minyak Iran bisa datang dengan cepat, pemasok masih perlu untuk menemukan pembeli.

"Iran saat ini memiliki penyimpanan minyak cukup yang besar," kata Ric Spooner kepada AFP.

"Mereka berada dalam posisi untuk menjual bahwa jika mereka memilih untuk melakukannya dan meningkatkan pasokan dengan cukup cepat ... (tapi) mereka harus mendapatkan pembeli dan itulah salah satu pertanyaan penting," katanya.

Kelompok perbankan ANZ mengatakan Iran kemungkinan akan menawarkan diskon untuk menarik pembeli, yang mengarah ke "tekanan lebih lanjut pada harga dalam jangka pendek".

Pada sekitar pukul 17.30 GMT di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret turun 22 sen menjadi 28,72 dolar AS per barel dibandingkan dengan penutupan Jumat (15/1/2016).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun 42 sen menjadi 29 dolar AS per barel.

Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terendah baru pada Jumat (15/1/2016) atau Sabtu (16/1/2016) pagi WIB, dan menyeret turun pasar saham ketika para investor bersiapkan untuk menghadapi peningkatan ekspor Iran ke pasar yang sangat kelebihan pasokan.

Mengakhiri kerugian tajam dalam satu minggu, harga-harga untuk ancuan global utama turun. Minyak mentah Brent North Sea turun tujuh persen di London dan West Texas Intermediate (WTI) di New York kehilangan sekitar enam persen pada Jumat (15/1/2016).

Itu membawa kerugian menjadi lebih dari 21 persen sejak awal tahun, salah satu penurunan tertajam dalam beberapa tahun.

Para pedagang masih bingung untuk mematok batas bawah harga minyak dunia, setelah kehancuran pasar dimulai 18 bulan yang lalu, menyapu lebih dari 70 persen dari harga minyak mentah.

Di perdagangan London, kontrak Brent untuk pengiriman Maret ditutup pada 28,94 dolar AS per barel pada Jumat, kehilangan 2,09 dolar AS dari Kamis ke tingkat terendah sejak Februari 2004.

Harga New York untuk minyak mentah WTI atau light sweet untuk pengiriman Februari mencapai 29,13 dolar AS per barel sebelum berbalik naik menjadi berakhir di 29,42 dolar AS per barel, turun 1,78 dolar AS.

Percepatan kerugian minggu ini datang di balik pelambatan ekonomi China, pengimpor minyak utama, dan harapan bahwa Iran akan segera mulai mengekspor sejumlah besar minyak mentah ketika sanksi nuklirnya dihapus, kemungkinan awal minggu depan dan mungkin pada Minggu (17/1/2016).

"Itu akan menempatkan 500.000 barel per hari lebih banyak di pasar," kata James Williams dari WTRG Economics, seperti dikutip AFP.

"Segera India atau salah satu di Eropa akan membeli minyak itu," mengurangi pasar-pasar eksportir lain, katanya.

"Dan tidak ada indikasi Saudi akan mengurangi produksi mereka."

Analis Capital Economics Caroline Bain mengatakan pada Jumat (15/1/2016) bahwa data ekonomi AS yang mengecewakan juga menambah tekanan jual.

"Data industri dan ritel yang lemah, yang diterbitkan hari ini, lebih lanjut membebani harga. Sejauh ini pencetak kerugian terbesar adalah harga minyak, yang juga menghadapi prospek lonjakan pasokan jika sanksi-sanksi Barat terhadap Iran dicabut akhir pekan ini," katanya.

Berlanjutnya penurunan harga, menurut sejumlah analis, akan mendekati harga 20 dolar AS, dan telah mendorong gejolak di para eksportir karena pendapatan mereka jatuh.

Menteri sumber daya minyak bumi Nigeria Emmanuel Ibe Kachikwu minggu ini menyatakan bahwa ia mengharapkan pertemuan luar biasa kartel minyak OPEC pada "awal Maret" untuk membahas kejatuhan harga minyak mentah.

Tetapi Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, mengatakan harga mungkin telah mencapai atau mendekati akhir spiral mereka.

"Jika kita tidak di posisi terendah, kami sangat dekat dengan posisi terendah untuk minyak," katanya.

OPEC pada Senin (18/1/2016) mengatakan bahwa "setelah tujuh tahun berturut-turut pertumbuhan pasokan fenomenal non-OPEC ... 2016 akan melihat penurunan produksi sebagai dampak dari pemangkasan belanja modal mulai berjalan".

Royal Dutch Shell, Senin (18/1/2016), mengatakan pihaknya keluar dari proyek gas alam penting di Abu Dhabi karena jatuhnya harga energi global.

Dan di produsen minyak mentah utama Rusia, rubel jatuh ke dekat terendah bersejarah, karena pasar saham merosot akibat kemerosotan harga minyak.

John Kilduff dari Again Capital mengatakan bahwa kenaikan tipis pada Brent dikaitkan dengan reli di pasar saham Eropa.

"Harga masih bearish karena kami terus memilah kelebihan pasokan dan Iran kembali ke pasar," kata John Kilduff.

"Mereka sudah memulai pertempuran dengan Arab Saudi untuk pangsa pasar di Eropa sehingga akan menjadi saat-saat menarik."

Badan Energi Internasional, dalam laporan minyak bulanan Selasa (19/1/2016), mengatakan bahwa harga minyak mentah ditetapkan untuk jatuh lebih jauh tahun ini, karena kembalinya Iran ke pasar mengimbangi setiap penurunan produksi dari negara lain.

"Bisakah itu bergerak lebih rendah?" tanya IEA. "Kecuali ada suatu perubahan, pasar minyak bisa tenggelam dalam kelebihan pasokan. Jadi jawaban untuk pertanyaan kami adalah tegas ya. Ini bisa bergerak lebih rendah."

Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terendah baru dalam 12 tahun pada Senin (18/1/2016), setelah Barat mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran, membuka jalan untuk ekspor minyak mentah lebih besar dari Republik Islam itu.

Minyak mentah Brent jatuh di bawah 28 dolar AS per barel di jam perdagangan Asia, mencapai titik terendah baru sejak 2003, di tengah kekhawatiran tentang memburuknya kelebihan pasokan global, lapor AFP.

Tetapi pasar kemudian menemukan dukungan singkat, berbalik naik di atas 29 dolar AS karena aksi buru harga murah dan OPEC mengisyaratkan sebuah pasar yang lebih diseimbangkan kembali, mulai tahun ini.

Setengah juta barel minyak mentah Iran diperkirakan akan ditambahkan ke pasar yang sudah jenuh, setelah para pemimpin AS dan Eropa mengakhiri embargo yang melumpuhkan atas program nuklir Teheran.

Berita itu mendorong penjualan lebih lanjut pada emas hitam, yang telah menurun sekitar tiga perempat sejak pertengahan 2014, karena kelebihan pasokan, rekor tingkat produksi, lemahnya permintaan dan pelambatan ekonomi global yang dipimpin oleh China.

Namun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dimana Iran adalah anggotanya, mengatakan Senin (18/1/2016) bahwa ia mengharapkan "proses rebalancing" karena penurunan tajam harga minyak menyebabkan produksi dari pesaing non-kartel seperti Amerika Serikat (AS) jatuh setelah tujuh tahun meningkat secara "fenomenal".

Jika prediksi itu akurat, itu akan membuat kemenangan untuk strategi OPEC mempertahankan minyak mengalir meskipun minyak mentah meluncur dari di atas 100 dolar AS pada 2014 untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Pada Senin (18/1/2016), Brent anjlok ke tingkat 27,67 dolar AS per barel tingkat yang terakhir terlihat pada November 2003.

Harga minyak mentah New York juga mencapai titik terendah dalam lebih dari 12 tahun di 28,36 dolar AS.

Dalam perdagangan bergejolak, mereka kemudian melesat menjadi di atas 29 dolar AS per barel, sebelum berkurang kembali sedikit.

"Penurunan tersebut karena sanksi Barat terhadap Iran dicabut," kata analis Phillip Futures, Daniel Ang.

"Ini berarti kita akan melihat kelebihan minyak yang lebih besar karena ekspor minyak mentah Iran kembali ke pasar."

Daniel Ang menambahkan bahwa harga telah pulih akibat perburuan harga murah.

Harga minyak pulih dari terendah 12 tahun di Asia, Selasa (19/1/2016), tetapi tetap di bawah 30 dolar AS per barel, karena Iran akan meningkatkan produksi setelah Barat mencabut sanksi-sanksinya, memperburuk pasar global yang kelebihan pasokan.

Harga minyak merosot ke kedalaman yang tidak terlihat sejak 2003 pada Senin (18/1/2016), sehari setelah Amerika Serikat (AS) dan Eropa mencabut sanksi ekonomi yang melumpuhkan dalam pertukaran untuk kepatuhan Teheran atas kesepakatan mengekang ambisi nuklir negara itu.

Iran segera mengumumkan peningkatan besar dalam produksi minyaknya, dengan National Iranian Oil Company mengatakan pihaknya telah memerintahkan meningkatkan produksi 500.000 barel per hari. Iran saat ini memproduksi 2,8 juta barel per hari dan ekspor hanya sekitar satu juta barel.

Pada sekitar pukul 06.20 GMT, Selasa (19/1/2016) patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, meningkat 13 sen atau 0,44 persen menjadi 29,55 dolar AS per barel, membalikkan kerugian di pagi hari.

Minyak mentah Brent untuk Maret diperdagangkan 55 sen atau 1,93 persen lebih tinggi pada 29,10 dolar AS per barel. Brent jatuh di bawah 28 dolar AS untuk pertama kalinya sejak November 2003 pada Senin (18/1/2016).

"Masuknya kembali Iran ... diperkirakan lebih lanjut menambah kelebihan pasokan global," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia Pasifik di perusahaan jasa profesional EY.

"Penangguhan setiap gangguan besar dalam pasokan, peningkatan ekspor dari Iran akan membatasi setiap kenaikan besar harga minyak mentah dalam waktu dekat," kata dia.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, sempat mencapai serendah 27,92 dolar AS per barel sebelum pulih sedikit. WTI diperdagangkan pada 27,96 dolar AS per barel, turun 50 sen atau 1,76 persen, pada sekitar pukul 02.00 GMT., Rabu (20/1/2016).

Terakhir kali WTI ditutup di bawah 28 dolar AS pada September 2003. (afp/reuters)

See Also

Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.690.116 Since: 05.03.13 | 0.24 sec