Ekonomi

Menteri Perdagangan Sebut Industri Pertanian Bisa Jadi Andalan

Friday, 22 Januari 2016 | View : 420

DAVOS-SBN.

Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) yang menjabat sejak 12 Agustus 2015, menggantikan Rahmat Gobel, Thomas Trikasih Lembong menyatakan, industri pertanian serta makanan dan minuman akan menjadi andalan Indonesia di masa depan, setelah beberapa negara mengalami krisis sumber daya alam, seperti China dan India.

Berbicara kepada media nasional di sela pertemuan World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss, Jumat (22/1/2016), dia mengatakan, di China lahan pertanian mengalami kekeringan dan tandus akibat pengembangan industri besar-besaran.

Sedangkan di India, tambah Thomas Lembong yang kerap disapa Tom itu, kondisi iklim tidak mendukung sehingga dalam kurun waktu puluhan tahun mengalami kekurangan air.

"Dengan kondisi itu India dan China tidak cocok lagi untuk industri pertanian serta makanan dan minuman. Asia Tenggara memiliki bumi yang subur, curah hujan tinggi maupun kekayaan air (untuk irigasi), " terang Tom yang pernah bekerja di Deutsche Bank dan Morgan Stanley.

Sementara itu, menurut pria yang menikah dengan Franciska Wihardja pada tahun 2002 dan dikaruniai sepasang puteri dan putera, Tom, Vietnam saat ini arah pengembangan industrinya lebih mencontoh China yakni industri kimia, sedangkan Filipina mendorong ke industri jasa.

Jadi, ujar Tom yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, secara komparatif dalam jangka panjang industri pertanian tidak berkembang di Vietnam maupun Filipina.

"Indonesia secara geografis maupun geologi sangat mendukung. Dalam jangka panjang industri pertanian serta makanan dan minuman jadi andalan," jelas Thomas Trikasih Lembong atau lebih dikenal Tom Lembong.

Namun demikian, ia mengakui, pengembangan industri pertanian maupun makanan dan minuman perlu didukung teknologi, logistik yang bagus, penggilingan maupun gudang penyimpanan yang lebih maju.

Selain itu, sambung Tom, perlu infrastruktur irigasi untuk pengairan lahan, dan saat ini menjadi salah satu program pembangunan yang diprioritaskan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi".

"Saya optimistis dalam waktu 10 tahun ke depan industri pertanian dan mamin (makanan minuman) jadi andalan," tegas Tom yang sebelumnya pernah bekerja di Farindo Investments.

Menteri Perdagangan ke-34, Thomas Lembong menyatakan, salah satu komoditas pertanian yang layak dikembangkan untuk andalan yakni buah-buahan serta komoditas perkebunan.

Pria kelahiran Jakarta pada 4 Maret 1971 ini, Tom mengungkapkan, banyak kelapa asal Indonesia yang diambil pedagang Thailand maupun Filipina untuk kemudian diolah menjadi produk industri dan diekspor ke Amerika Serikat (AS) sebagai produk mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor nonmigas bisa naik sembilan persen tahun ini dan rata-rata 11,5 persen per tahun empat tahun kedepan.

Meski menetapkan target peningkatan ekspor nonmigas sembilan tahun ini, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa dia sudah akan bahagia kalau tahun ini ekspor nonmigas bisa stabil dan tidak mengalami kontraksi.

"Saya pribadi terus terang saja sudah akan bahagia apabila tren perdagangan stabil. Jika tahun lalu kontraksi ekspor 14 persen dan impor 17 persen, sementara untuk tahun ini tidak ada kontraksi atau kontraksinya kecil, itu saja sudah merupakan perbaikan yang cukup besar," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada tahun 2006 tersebut, Tom menjelaskan pemerintah antara lain akan berusaha meningkatkan ekspor dengan membuka pasar ekspor baru melalui kesepakatan-kesepakatan perdagangan yang akan diselesaikan pemerintah dalam waktu dekat.

Kesepakatan-kesepakatan perdagangan itu, menurut dia, akan memungkinkan para pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu pemerintah akan memangkas prosedur perizinan melalui deregulasi dan debirokratisasi untuk mempermudah pelaku usaha melakukan penetrasi ke pasar baru.

"Kita akan segera melanjutkan negosiasi dengan Uni Eropa, dan juga akan membentuk semacam tim nasional lintas kementerian untuk mengkaji Trans Pacific Partnership (TPP). Akan tetapi dua kesepakatan tersebut merupakan hal yang besar dan ambisus," tutur Thomas Lembong.

Mendag Thomas Trikasih Lembong mengatakan selain melakukan negosiasi dengan Uni Eropa dalam kerangka Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) dan TPP, pemerintah juga berupaya untuk menjalin kesepakatan perdagangan bilateral dengan negara tertentu.

Sementara itu Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengungkapkan, komoditas pertanian seperti kopi, teh, rempah-rempah, karet dan bahan dari karet menyumbang kenaikan volume ekspor Indonesia 2015.

Secara total, imbuhnya, ekspor Indonesia pada 2015 secara nilai mencapai US$ 153,3 miliar, sedangkan untuk 2016 ditargetkan meningkat 9,5 persen.

"Dengan asumsi tidak ada masalah, tahun ini ekspor ditargetkan naik 9,5 persen," pungkas dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2015 neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 7,51 miliar, dengan nilai total ekspor US$ 150,25 miliar dan impornya US$ 142,74 miliar.

Neraca perdagangan nonmigas sepanjang 2015 tercatat surplus US$ 13,57 miliar dengan nilai ekspor US$ 131,70 miliar dan impor US$ 118,13 miliar. (ant/jos)

See Also

Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.963.766 Since: 05.03.13 | 0.1952 sec