Internasional

ISIS Akui Jihadi John Telah Mati

Wednesday, 20 Januari 2016 | View : 568
Tags : Irak, Isis, Libya, Suriah

DUBAI-SBN.

Sebuah media yang berkaitan dengan kelompok bersenjata teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS), Selasa (19/1/2016) waktu setempat, menyiarkan pepujian untuk "Jihadi John", anggota kelompok militan itu yang terkenal kesadisannya dengan mengabadikan eksekusi sandera-sandera ISIS, kata organisasi pemonitor SITE seperti dikutip Reuters.

Militan ini aslinya bernama Mohammed Emwazi, warga Inggris keturunan Arab.

Militer AS November tahun lalu telah menyatakan bahwa sebuah serangan drone mereka telah berhasil membunuh Jihadi John.

Kolonel Angkatan Darat AS Steven Warren pun mengungkapkan tewasnya Mohammed "Jihad John" Emwazi tersebut pada bulan November silam. Jumat (13/11/2015), Kolonel Angkatan Darat AS Steven Warren mengatakan serangan drone tak berawak di kota Raqqa di malam sebelumnya telah membunuh semua orang yang berada pada sasaran kendaraan yang ditarget dengan Mohammed Emwazi -- a.k.a. "Jihadi John" -- diantara mereka.

Mohammed "Jihad John" Emwazi disebut oleh majalah Dabiq terbitan kelompok bersenjata teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) sebagai "Abu Muharib al-Muhajir".

"Pada Kamis 29 Muharram 1437 Hijriah (12 November 2015), Abu Muharib akhirnya menjadi syuhada di jalan Allah, yang sejak lama dia dambakan, ketika mobil yang ditumpanginya menjadi sasaran serangan drone tak berawak di kota Raqqa, yang menghancurkan mobil itu dan menewaskan dia seketika," beber Dabiq.

Mohammed "Jihad John" Emwazi telah menjadi wajah publik kelompok bersenjata teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) dan simbol kebrutalan kelompok militan ini setelah tampil pada berbagai video yang memperlihatkan pembunuhan dua jurnalis Amerika Stephen Sotloff dan James Foley, pekerja kemanusiaan AS Abdul-Rahman Kassig/Peter Kassig, dua pekerja kemanusiaan Inggris David Haines dan Alan Henning, wartawan Jepang Kenji Goto, dan sandera-sandera lainnya.

Terlihat dalam video mengenakan pakaian serba hitam dengan balaclava hitam dan hanya terlihat mata serta bagian atas hidungnya, Mohammed "Jihad John" Emwazi telah menjadi salah satu orang paling dicari di dunia.

Lahir di Kuwait pada 1988, Mohammed "Jihad John" Emwazi dari London sebelah Barat dibawa ke Inggris oleh keluarganya saat masih berusia 6 tahun dan lulusan jurusan komputer di London.

Serangan misil AS-Inggris diyakini telah membunuh dia yang perencanaannya memakan waktu berbulan-bulan, namun baru dilaksanakan November silam ketika dua drone MQ-9 Reaper milik AS dan sebuah drone MQ-9 Inggris meluncur di atas kota Raqqa, kata para pejabat AS seperti dikutip Reuters.

Raqqa sebagai pembantaian senyap secara diam-diam, seorang aktivis grup Suriah mengungkapkan bahwa sebuah misil menghantam kendaraan Mohammed "Jihad John" Emwazi dan mengena secara langsung pada pukul 23.51 p.m. atau 4.51 p.m. ET di depan sebuah peradilan ISIS di Raqqa. (reuters/cnn)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.910.503 Since: 05.03.13 | 0.2163 sec