Hukum

KPK Segel Ruangan Dua Anggota DPR RI

Thursday, 14 Januari 2016 | View : 715

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan menangkap tangan seorang anggota DPR RI, Rabu (13/1/2016) malam.

DWP merupakan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang baru saja dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan terlibat dalam kasus korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota Komisi V DPR RI berinisial DWP terkait dugaan kasus korupsi di Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, DWP merupakan orang pertama yang ditangkap oleh KPK pada tahun ini. Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini juga yang perdana di era kepengurusan KPK jilid IV, di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo.

Anggota Departemen Pertanian dan Perikanan Kelautan DPP PDI Perjuangan tersebut, DWP dibawa ke Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (13/1/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil Toyota Alphard Vellfire berwarna hitam dengan nomor pelat B 5 DWP.

Penyidik lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel dua ruangan anggota DPR RI asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) pada Kamis (14/1/2016).

Berdasarkan pantauan awak media, penyidik KPK pertama menyegel ruangan anggota DPR RI berinisial DWP, S.I.P. di Ruang 0621 di lantai 6 Gedung Nusantara I, Gedung DPR/MPR RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar 10 menit kemudian, penyidik KPK bergegas menuju ruangan politikus Partai Golongan Karya (Golkar) berinisial BS di ruang 1331 lantai 13 Gedung Nusantara I, Gedung DPR/MPR RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

Kedua ruangan itu disegel dengan "KPK line" berwarna merah dan hitam di pintu masuk kedua ruangan tersebut. Berdasarkan keterangan Pamdal DPR RI, penyidik KPK yang menyegel dua ruangan itu berjumlah empat orang.

Pimpinan DPR RI mengaku prihatin atas tertangkapnya salah seorang anggota DPR asal Fraksi PDI Perjuangan berinisial DWP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (13/1/2016) malam di daerah Senayan, Jakarta.

"Kami sangat prihatin kok masih ada anggota DPR melakukan tindakan tercela seperti itu," kata Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto di Gedung Nusantara III, Gedung DPR/MPR RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) ini mengatakan masing-masing individu anggota DPR RI harus mawas diri dan tidak melakukan tindakan yang mencoreng nama institusi.

Wakil Ketua sekaligus anggota DPR RI periode 2014-2019, Agus Hermanto meminta anggota DPR RI bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan tindakan yang melanggar konstitusi.

Selain itu, Agus Hermanto mengapresiasi setinggi-tinggi terhadap kinerja KPK yang menuntaskan dan merealisasikan janjinya dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, sejak awal pimpinan DPR RI mendukung langkah KPK sehingga mendukung institusi tersebut tetap kuat untuk melaksanakan tugas-tugas pemberantasan korupsi.

"KPK memberi bukti konkret sehingga kami memberikan apresiasi tinggi," tukas mantan anggota DPR RI masa jabatan 2004-2009 dari fraksi Partai Demokrat (PD).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang Politik dan Keamanan yang mulai menjabat sejak 2 Oktober 2014, H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. juga mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berharap kedepan tidak terjadi lagi.

Dia juga mengapresiasi kinerja pimpinan baru KPK yang sudah menunjukkan kinerja terbaiknya kepada masyarakat.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebutkan, anggota Fraksi PDI Perjuangan yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK adalah anggota Komisi V, DWP.

Hendrawan Supratikno menyebutkan, menurut informasi yang diterimanya, DWP ditangkap terkait kasus dugaan suap.

Politisi PDIP yang juga anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, S.H. menegaskan partainya akan langsung memecat DWP jika terbukti terlibat kasus korupsi.

"Ini sedang kami pastikan kebenaran infonya. Jika benar kader PDI Perjuangan melakukan korupsi, langsung dipecat," ujar Masinton Pasaribu kepada awak media, Rabu (13/1/2016).

Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Dapil DKI Jakarta II setelah memperoleh 30.989 suara tersebut, Masinton Pasaribu mengatakan, sanksi pemecatan tersebut sudah ditegaskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kemayoran, Jakarta.

Mantan aktivis gerakan mahasiswa tahun 1998, FAMRED (Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi) ini mencurigai, ada pihak yang mencoba mengaitkan penangkapan DWP dengan pelaksanaan Rakernas PDIP, yang berlangsung pada 10-12 Januari 2016.

"Itu arahan Ibu Megawati saat pengarahan internal pada Rakernas Partai di Kemayoran, karena biaya Rakernas sudah ditanggung oleh DPP PDI Perjuangan," jelas aktivis buruh melalui FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia), Masinton Pasaribu.

Sumber wartawan di internal KPK menyebutkan, DWP ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi di Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap DWP akan berlangsung selama 1x24 jam untuk menetapkan statusnya menjadi tersangka atau bukan.

Sumber tersebut menambahkan, saat ini masih ada beberapa penyidik KPK yang masih berusaha melakukan pengembangan kasus di lapangan.

Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari KPK mengenai tangkap tangan DWP maupun kasus korupsi yang menjeratnya.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.535.427 Since: 05.03.13 | 0.1607 sec