Redaksi

Kucuran Dana APBN Minim Ke KPAI

Wednesday, 12 Juni 2013 | View : 1748

SBN

Hari ini, Rabu (12/6/2013), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyelenggarakan test tertulis di Hotel Redtop, Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil seleksi administrasi calon anggota KPAI periode tahun 2013-2016, ada 56 nama yang terjaring dinyatakan lulus seleksi administrasi untuk mengikuti test tertulis di ruang Garnet Lantai 3 Hotel Redtop, Jalan Pecenongan 72, Jakarta Pusat hari ini Rabu (12/6/2013). Test tertulis yang diadakan mulai pukul 9.00 WIB pagi ini untuk memilih sembilan orang komisioner KPAI baru periode tahun 2013-2016.

Sebelumnya, tim seleksi KPAI telah berusaha menjaring calon komisioner dari berbagai lapisan masyarakat seperti tokoh dan aktivis bahkan KPAI membuka pendaftaran calon komisioner baru periode tahun 2013-2016 sejak 6-29 Mei 2013 silam. Pembukaan seleksi pemilihan komisioner KPAI ini menggantikan komisioner periode sebelumnya yang akan berakhir masa baktinya pada Desember 2013.

KPAI yang berkantor pusat di Jalan Teuku Umar No.10, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat adalah lembaga independen Indonesia yang dibentuk berdasarkan UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak. Sembilan orang komisioner KPAI bertugas menjalankan fungsi dan wewenang KPAI sebagaimana diamanatkan UU. Komisioner KPAI diharapkan betul-betul menjadi pribadi yang menjalankan prinsip-prinsip perlindungan anak dalam kehidupan kesehariannya di antaranya tidak boleh merokok.

Dalam wawancara langsung dengan Kepala Bagian Data KPAI, Nasir Yusuf terungkap betapa minimnya dana APBN yang dianggarkan Pemerintah untuk KPAI hanya sebesar Rp 5,5 miliar/tahun yang mencakup seluruh wilayah Nusantara. “KPAI memerlukan lebih banyak lagi lembaga mitra KPAI,” lanjut Nasir Yusuf dalam wawancara di sela-sela ujian tertulis. “Lembaga mitra KPAI diperlukan dalam menyelenggarakan perlindungan anak terutama di daerah,” imbuhnya. Nasir Yusuf menambahkan mengenai perihal database lembaga mitra yang merupakan kumpulan dari  data lembaga/instansi baik Pemerintah/non Pemerintah se-Indonesia yang sudah teregistrasi sebagai lembaga mitra Perlindungan Anak di Indonesia selengkapnya bisa dilihat website resmi KPAI di www.kpai.go.id atau menghubungi kantor pusat KPAI. “Dalam hal ini sangat diperlukan komitmen dan keseriusan para pemimpin bangsa ini terutama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk melindungi hak anak yang tidak terpenuhi padahal sekarang ini populasi anak mencapai 1/3 dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan total jumlah anak di Indonesia yang mencapai 85 juta jiwa,” tandas Nasir Yusuf menutup pembicaraan Rabu pagi tadi (12/6/2013) di Hotel Redtop, Jakarta. (jos)

 

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.453 Since: 05.03.13 | 0.1718 sec