Keluarga

Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK

Sunday, 10 Januari 2016 | View : 676

KUDUS-SBN.

Nadien Hoover, Ph.D. dari Friend Peace Team Asia West Pacific-USA berbagi ilmu dan pengetahuan terkait bagaimana mengatasi gangguan stres bagi mahasiswa di Universitas Muria Kudus (UMK), Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Minggu (10/1/2016).

Kegiatan itu dilaksanakan di di ruang VIP Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus (UMK), Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan diikuti oleh 30 mahasiswa Fakultas Psikologi. Nampak hadir dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Psikologi UMK, Iranita Hervi Mahardayani, S.Psi., M.Psi.

Kehadiran Nadien Hoover, Ph.D. ini cukup menarik, apalagi dalam kegiatan ini, Nadien Hoover, Ph.D. mengajak para peserta untuk aktif berdialog dan memberikan pandangan mengenai berbagai hal yang dibahas. “Ada keterkaitan antara kedamaian, kenyamanan, dan pendidikan. Kita tidak bisa belajar kalau tidak nyaman, tidak aman,” katanya.

Untuk itu, menurutnya, diperlukan hidup yang tanpa kekerasan. Dia pun memaparkan peta Hidup Tanpa Kekerasan (HTK), antara lain meliputi  pentingnya saling mengenal antara satu sama lain, berkomunikasi yang baik, serta bekerja sama.

“Namun perlu ditekankan, perkenalan saja tidak cukup, tetapi perlu juga kesepakatan-kesepakatan,” ungkapnya dalam pelatihan yang semakin gayeng dengan game-game yang dilakukan secara bersama.

Adapun kesepakatan-kesepakatan yang dimaksud, antara lain memunculkan yang baik dari diri sendiri dan orang lain. “Selain itu, jangan merendahkan diri atau orang lain, tidak bicara berbisik apalagi menggosip, dan menjaga diri, kelompok, lingkungan, dan alam sekitar,” paparnya.

Dekan Fakultas Psikologi UMK, Iranita Hervi Mahardayani, S.Psi., M.Psi. berharap, mahasiswa bisa mendapatkan wawasan pengetahuan untuk mengelola stres dengan mengikuti pelatihan ini, apalagi Nadien Hoover, Ph.D. ini sangat aplikatif keilmuannya. Ke depan, ilmu yang didapat bisa menerapkan pada diri sendiri dan orang lain.

“Ini penting, karena peserta ini nantinya akan menjadi psikolog,” tambah dia.

“Tugas psikolog itu membantu mengatasi stres orang lain, tapi sebelum itu psikolog harus bisa mengelola stres-nya sendiri, sehingga benar-benar bisa membantu orang lain. Psikologi untuk saya dan anda,” imbuh Iranita Hervi Mahardayani, S.Psi., M.Psi.

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
Tiga Gaya Hidup Cegah Kanker
jQuery Slider
Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.952.427 Since: 05.03.13 | 0.2382 sec