Internasional

China Bentuk Dua Pasukan Penangkal Strategis

Saturday, 02 Januari 2016 | View : 630
Tags : China

BEIJING-SBN.

Presiden China Xi Jinping selaku Pemimpin Tertinggi Partai Komunis China (PKC) dan Ketua Komite Militer Pusat (KMP) meresmikan dua kekuatan baru di tubuh militernya, yakni Pasukan Roket dan Pasukan Pendukung Strategis guna mewujudkan militer yang kuat dan modern.

Pembentukan dua kekuatan di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) tersebut merupakan bagian dari komitmen Beijing untuk melakukan reformasi besar-besaran di tubuh militernya, sejak November 2015 demikian pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan China, yang diterima ANTARA News di Bejing, Sabtu (2/1/2016).

Pasukan Roket sebelumnya bernama Pasukan Arteleri Kedua, yang merupakan pasukan khusus langsung di bawah pengawasan dan komando KMP guna melaksanakan serangan balik saat China berada dalam kondisi bahaya.

Pasukan Arteleri Kedua yang dibangun China untuk mematahkan monopoli penguasaan senjata nuklir oleh sejumlah negara besar, yang diperkirakan memiliki sedikit-dikitnya 240 senjata nuklir dan 3.000 hulu ledak.

Dengan nama baru Pasukan Roket, maka keberadaannya semakin kuat dengan penggabungan pasukan khusus dari darat, laut dan udara, sehingga menjadi pasukan daya tangkal.

Sedangkan, Pasukan Pendukung Strategis bertugas untuk melaksanakan dukungan kepada setiap unit strategis militer, terutama secara elekronik.

"Pembentukan Pasukan Roket, dan Pasukan Pendukung Strategis, adalah keputusan besar yang dibuat oleh Komisi Militer Pusat untuk mewujudkan impian tentara yang kuat. Ini juga langkah penting dalam membangun kembali kekuatan modern," kata Presiden Xi Jinping.

Selain itu, China juga telah menyiapkan pedoman pelaksanaan reformasi di tubuh militernya, yang antara lain mencatat apa saja yang harus dilakukan, bagaimana reformasi dilakukan, apa saja tahapannya, sehingga akan terwujud pada 2020," kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Yang Yujun.

Terkait reformasi tersebut, China juga berencana memangkas personel militernya sebanyak 300.000 personel, dan akan merampingkan tujuh daerah komando militer yang tersebar di beberapa wilayah menjadi satu kesatuan di bawah satu kendali komando.

Reformasi tersebut bertujuan membangun militer China, yang efektif, efisien, modern dan kuat, terutama dalam menghadapi peperangan berbasis informasi, demikian Yang Yujun.

Selain melakukan perombakan di tubuh militernya, China juga telah bersiap membangun kapal induk kedua. (ant)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.307.267 Since: 05.03.13 | 0.189 sec