Internasional

China Bentuk Dua Pasukan Penangkal Strategis

Saturday, 02 Januari 2016 | View : 557
Tags : China

BEIJING-SBN.

Presiden China Xi Jinping selaku Pemimpin Tertinggi Partai Komunis China (PKC) dan Ketua Komite Militer Pusat (KMP) meresmikan dua kekuatan baru di tubuh militernya, yakni Pasukan Roket dan Pasukan Pendukung Strategis guna mewujudkan militer yang kuat dan modern.

Pembentukan dua kekuatan di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) tersebut merupakan bagian dari komitmen Beijing untuk melakukan reformasi besar-besaran di tubuh militernya, sejak November 2015 demikian pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan China, yang diterima ANTARA News di Bejing, Sabtu (2/1/2016).

Pasukan Roket sebelumnya bernama Pasukan Arteleri Kedua, yang merupakan pasukan khusus langsung di bawah pengawasan dan komando KMP guna melaksanakan serangan balik saat China berada dalam kondisi bahaya.

Pasukan Arteleri Kedua yang dibangun China untuk mematahkan monopoli penguasaan senjata nuklir oleh sejumlah negara besar, yang diperkirakan memiliki sedikit-dikitnya 240 senjata nuklir dan 3.000 hulu ledak.

Dengan nama baru Pasukan Roket, maka keberadaannya semakin kuat dengan penggabungan pasukan khusus dari darat, laut dan udara, sehingga menjadi pasukan daya tangkal.

Sedangkan, Pasukan Pendukung Strategis bertugas untuk melaksanakan dukungan kepada setiap unit strategis militer, terutama secara elekronik.

"Pembentukan Pasukan Roket, dan Pasukan Pendukung Strategis, adalah keputusan besar yang dibuat oleh Komisi Militer Pusat untuk mewujudkan impian tentara yang kuat. Ini juga langkah penting dalam membangun kembali kekuatan modern," kata Presiden Xi Jinping.

Selain itu, China juga telah menyiapkan pedoman pelaksanaan reformasi di tubuh militernya, yang antara lain mencatat apa saja yang harus dilakukan, bagaimana reformasi dilakukan, apa saja tahapannya, sehingga akan terwujud pada 2020," kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Yang Yujun.

Terkait reformasi tersebut, China juga berencana memangkas personel militernya sebanyak 300.000 personel, dan akan merampingkan tujuh daerah komando militer yang tersebar di beberapa wilayah menjadi satu kesatuan di bawah satu kendali komando.

Reformasi tersebut bertujuan membangun militer China, yang efektif, efisien, modern dan kuat, terutama dalam menghadapi peperangan berbasis informasi, demikian Yang Yujun.

Selain melakukan perombakan di tubuh militernya, China juga telah bersiap membangun kapal induk kedua. (ant)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.084 Since: 05.03.13 | 0.16 sec