Redaksi

Coach, Inner Power, And Intuition

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Saturday, 26 Desember 2015 | View : 435

SBN.

Yang membuat saya serius menekuni karier coach adalah dimensi yang dibuka yakni rasio, emosi, dan intuisi. Ini sesuai dengan kerangka kerja saya dalam membangun inner power. Bahkan saya menambahkan aspek sosial dan budaya. Pengenalan konteks sosial dan budaya dalam kerja fasilitasi menurut saya penting sekali. Kegagalan pengembangan Manusia Bersumber Daya (saya menolak istilah SDM karena aspek humannya dihilangkan) terletak pada kerangka kerja yang parsial. Ada yang menekankan bawah sadar saja atau rasio atau emosi, dan lain-lain. Pendekatan parsial tidak akan mampu melihat perspektif secara keseluruhan.

Kerangka kerja yang saya tawarkan muncul dari pengalaman saya berinteraksi dengan orang dalam kerangka hubungan pertolongan. Juga berasal dari pengalaman saya menyehatkan diri sendiri. Pada awalnya saya hanya berkonsentrasi pada rasio/mind. Ternyata hasilnya adalah ketidakseimbangan. Lalu saya memasukkan elemen emosi/hati. Disiplin diri di bidang spiritual dalam kerangka membentuk tekad di luar dugaan ternyata membangkitkan kemampuan intuisi saya. Saya mulai bisa melihat dengan mata batin.

Saya yakin bahwa sebelum saya membantu orang lain maka saya harus bisa membantu diri saya sendiri. Apa yang saya yakini dan berikan ke orang lain berasal dari diri saya sendiri. Pada awalnya saya kira hanya orang tertentu saja yang diberi indera ke-6. Ternyata setiap orang memiliki intuisi. Hanya tidak setiap orang melatih dan menggunakannya.

Kemampuan menggunakan intuisi bagi coach penting sekali. Dengan intusi maka dia akan bisa menembus pertahanan diri, kenyataan yang disembunyikan melalui kata-kata, kerumitan yang ada dan banyak hal lain yang tak terucapkan.

Pengetahuan tentang intuisi yang bisa dikembangkan dalam diri setiap orang saya peroleh dari Susan Sadler, PCC ketika dia presentasi di Indonesia Coaching Summit 2015. Ajaran dia untuk mengembangkan intuisi ternyata telah saya lakukan hampir semua nyaris 10 tahun terakhir ini. Pantas feeling saya semakin tajam saja.

Yang baru saya ketahui adalah intuisi didapatkan melalui gerakan, kognitif dan pengalaman. Inipun ternyata telah jadi pola perilaku saya. Aslinya saya memang senang bergerak dan melihat langsung kejadian serta bertemu orang untuk berdialog. Selama ini yang saya pahami intuisi didapatkan melalui suara hati yang tiba-tiba muncul (ini yang sering saya alami). Ternyata intuisi juga didapatkan melalui pengalaman. Yang terakhir istilah yang saya pahami adalah feeling. Pengalaman panjang di suatu bidang memang akan menghasilkan feeling yang kuat. Ternyata itu artinya sama dengan intuisi.

Langkah-langkah untuk melatih intuisi yang diajarkan antara lain: menulis jurnal harian, meditasi, menjadi kreatif, keluar dari rutinitas sesekali, memberi perhatian pada mimpi dan melepaskan resistensi yang ada di dalam diri. Yang terakhir ini info baru bagi saya. Sekarang saya melatih untuk melepaskan resistensi yang muncul dari dialog dan kejadian yang menimpa. Lepaskan segera. Ini yang membuat diri kita tidak mengalir dan hadir seutuhnya ke saat ini.

Belajarlah melatih intuisimu maka kau bisa menolong dirimu sendiri pada akhirnya. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.611.298 Since: 05.03.13 | 0.176 sec